
Author POV.
Bandara Soekarno Hatta
Pasti kalian penasaran kenapa Larisa ada di bandara?? ya pasti kalian mengira kalau Larisa akan melarikan diri, no kalian salah besar Larisa ke bandara karena ia akan menemui seseorang pasti kalian penasaran kan. Tiba-tiba
"Larisa I miss you so much" Ucap seseorang tersebut.
"I miss you too dude" Ucap Larisa sambil membalas pelukannya.
"Gimana kabar lo?" Tanya Mr. P
"Ya lo bisa lihat gue baik-baik aja" Jawab Larisa sambil berjalan beriringan dengan Mr. P menuju tempat parkir.
"Hahahaha.....lo gak berubah ya dari dulu" Ucap Mr. P dan hanya dibalas dengan senyum tipis oleh Larisa.
"Gimana kabar anak-anak BD" Tanya Mr. P
"Baik semua kok tapi kalau ada lo BD makin baik" jawab Larisa sambil terkekeh kecil.
"Bisa ae lu tong" Kata Mr. P sambil menonyor kepada Larisa sedangkan Larisa hanya mengerucutkan bibirnya.
"Jangan kayak gitu entar gue khilaf" Ujar Mr. P saat melihat Larisa mengerucutkan bibirnya.
"Mas inget istri mas" Ucap Larisa sedangkan Mr. P hanya ketawa.
π―π―π―π―
Markas.
"HALLO SEMUA PANDU DATANG SETELAH LAMA MERANTAU AKHIRNYA KEMBALI LAGI YUHUUU SPADAAA"
"Wah ***** bang Toyib akhirnya pulang" Ujar Rio dan langsung memeluk Pandu.
"***** jangan peluk-peluk gue, gue enggak homo ya gue udah punya bini" Ucap Pandu sambil berusaha melepaskan pelukan tersebut.
"Songong lo mentang-mentang udah punya bini" Ujar Lando yang baru turun dari lantai atas dan disusul oleh Rio, David, dan Satria.
__ADS_1
"Wess santai bro" Ucap Pandu sambil berpelukan ala laki-laki.
"Ekhem....kacang-kacang" Ucap Larisa dan hanya dibalas cengiran dari mereka berenam.
"Ya mon maap Mbak" Ujar Pandu dan hanya dibalas deheman oleh Larisa.
"Eh bang foto kuy sekali-kali foto" Ujar Larisa dan diangguki oleh Pandu.
Ste_n
β€οΈ 9.997 suka.
I miss you dude π€β¨@PanduG.
Comment dimatikan.
Author POV end.
Steven POV.
***Drrrtt...Drrrtt...
'Hallo Steven'
Si j*lang ngapain telpon segala.
'Ngapain lo telpon gue'
'Sayang aku kangen ayo ketemuan'
'Ogah emang lo siapa gue dan gue minta lo jauh-jauh dari gue j*lang***'
Langsung aja gue matiin nih telpon males gue denger suara si ****** itu.
"Ven gawat!! Lo udah liat postingannya Larisa?! Dia sama cowok cuy!!" Kata Varel dengan heboh.
__ADS_1
Langsung aja gue cepat-cepet liat postingannya Larisa dan bener aja dia lagi foto sama cowok. Tiba-tiba
Ceklek...
Terdengar suara pintu utama yang dibuka dan ternyata itu Larisa.
"Udah puas jadi jalangnya?" Tanya gue saat dia jalan melewati gue.
"Kalau gak tau apa-apa gak usah asal ngomong" Ujarnya dengan nada dinginnya.
"Apa kata lo gak tau? dengan lo ngepost foto lo dengan cowok lain apakah itu pantas hah?!!" Ucap Steven dengan emosi.
"Hahahaha......lo ngatain gue?? ngaca mas siapa yang ciuman dikantin dipojokkan lagi, apakah itu sangat pantas??" Ucap Larisa.
Skatma
Steven hanya diam saja saat Larisa mengatakan kata-kata tersebut.
"Diem kan lo, makannya punya otak itu ditaruh dikepala jangan didengkul" Setelah mengucapkan itu Larisa langsung pergi.
Steven POV end.
Author POV.
Setelah kepergian Larisa, Steven merasa sangat menyesal karena sudah memarahi Larisa seharusnya ia mencari tahu siapa cowok itu tapi dia sudah dikuasai oleh api cemburu.
"Bodoh!!..bodoh!!.. Kenapa gue kayak gini sih!?" Ucap Steven dengan nada frustrasi.
"Lo emang bodoh! gak seharusnya lo marah-marah ke Larisa kayak tadi! lo juga harus mikir dong gimana kelakuan lo sama sih ***** tadi dikantin!" Ucap Caren dari arah tangga.
Skatma. Satu kata yang cocok untuk Steven.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
Happy Reading....ππππ
__ADS_1