Mafia Girls And Boys Gangster

Mafia Girls And Boys Gangster
Part 18 ~Masalah~


__ADS_3

Steven POV.


Sial sial sial!! semua cuman gara² nenek lampir ini, gue harus apa agar Larisa bisa maafin gue? apa gue harus mohon² sambil sujud gitu? Aarrg gara² nenek lampir b*j*n*a* itu.


"Steven ayo anter aku pulang" Ucap dia sambil bergelayutan ditangan gue ' kayak monyet persis banget ' dan gue cuman ngeliat dia dengan datar.


"Gak usah pegeng² gue dan satu hal lagi jangan pernah berharap gue bakal kembali ke lo camkan itu!!" Ucap gue dengan emosi yang udah gak bisa ditahan dan langsung pergi aja ninggalin dia sendirian gue mah bodo amat.Gue langsung ke parkiran buat ngambil mobil dan langsung pergi dengan kecepatan diatas rata².


🌺🌺🌺🌺


Sampai Mansion.


Setelah markirin mobil digarasi gue langsung cepat² masuk kedalam Mansion dan menuju ke kamar gue dan Larisa, sebelum gue mencapai tangga ada yang manggil gue dan saat gue lihat ternyata itu Dion.


"Oi kenapa lo panggilan gue langsung to the point aja" Ucap gue dengan geregetan tapi tiba-tiba


Bukkk Bakkk Bukkk


"APA MAKSUD LO MUKUL GUE?! HAH!" Ucap gue dengan emosi, ya masak kalian gak ada salah apa² langsung dipukul gitu kan sakit: ( .


"Kalo lo gak suka sama Larisa ngomong! gak usah kayak gini! Lo kira gue gak tau selama ini lo gak ada sama Larisa karena lo sama Davina kan? inget bro dia yang udah nyakitin elo dia yang ngehiyanatin elo!"


Setelah mengucapkan kata² itu dia langsung pergi dari hadapan gue, sedangkan gue cuman diem aja karena apa? yang diomongin Dion itu ada benarnya. Setelah beberapa menit gue langsung tersadar dari lamunan gue dan langsung pergi ke kamar.


🥀🥀🥀🥀


Tanpa aba² gue langsung masuk tanpa ngetuk pintu dan kalian tau apa yang saat ini gue liat? gue liat Larisa cuman pakai handuk yang melilit di tubuhnya dan rambut yang basah gue bisa tebak pasti dia habis mandi, setelah beberapa lama gue lihat dia gue langsung masuk dan mengunci ini pintu dan langsung masuk.


Steven POV end.


💔💔💔💔


Larisa POV.


Saat gue sedang milih² baju tiba-tiba ada seseorang yang meluk gue dari belakang pas gue lihat ternyata itu Steven dan gue cuman diem aja tapi makin lama makin gue diemin nih anak malah kurang ajar diem² tangannya merambat ke mana-mana dan dia juga ngedus² leher gue.


"Apaan sih!" Ucap gue memberontak karena gue udah gak tahan untuk tinggal diem aja.


"Maafin aku ya aku janji gak bakal ulanginya lagi" Ucapnya sambil memohon-mohon.


"Udahlah bosen aku denger janji²mu itu basi tau gak" Ucapku dengan sewot setelah itu gue langsung masuk ke kamar mandi tapi sebelum gue masuk ada sebuah tangan yang langsung narik tangan gue dan gue pun langsung didorong ke tempat kasur.

__ADS_1


"Aku udah minta maaf sama kamu cara baik² tapi kamu malah kayak gitu jangan salahkan aku kalau besok kamu gak akan bisa jalan" Ucapnya dengan seringainya.


Dan terjadilah hal itu🌚


😘😘😘😘


Author's POV.


Matahari telah menampakkan diri dan burung berkicau dengan merdunya udara yang sejuk membuat dua orang sejoli itu tak ingin melepas pelukan hangat mereka tapi tidur mereka harus terganggu oleh suara alarm.


"Hoom....aws sakit jirr" Ucap seorang wanita saat ia hendak bangkit dari tempat tidur.


"Mau kemana hm?" Ucap seseorang dari arah belakang dan itu cukup membuat sang wanita kaget.


"Gue mau berangkat sekolah" Ucap Larisa dengan ketus.


"Hahahaha.....kamu serius mau ke sekolah dengan keadaan kayak gitu?" Jawab Steven sambil menahan tawanya.


"Ya itu gara² kamu! kamu yang buat aku kayak gini!" Larisa yang sudah tersulut emosi pun membentang Steven tapi Steven hanya nyengir kuda.


"Aku tau aku salah tapi please denger penjelasan aku dulu. Sebenarnya aku udah gak ada hubungan apa² sama Davina tapi dia yang masih ngejar² aku, aku udah pernah bilang sama dia kalau aku udah punya yaitu kamu tapi dia masih ngejar² aku dan dia juga sampai ngancam aku kalau dia bakal bunuh kamu aku gak mau itu terjadi aku udah cinta sama kamu bahkan cinta mati please jangan pernah tinggalin aku lagi ya" Jelas Steven sambil mengecup kening Larisa sedangkan Larisa hanya menikmati apa yang dilakukan oleh Steven.


"Cepet tumbuh ya Steven junior Papi sama Mami udah gak sabar menunggu kehadiranmu" Ucap Steven sambil mengelus perut rata Stevani.


🌹🌹🌹🌹


Saat ini Larisa dan Steven tidak masuk sekolah dikarenakan kejadian tadi malam atau bisa dibilang malam yang panas, saat mereka sedang menonton film tiba² Larisa langsung berlari ke arah kamar mandi.


Hueok hueok


"Hey are you ok?" Tanya Steven dengan nada khawatir tapi tidak dijawab oleh Larisa. Sadari tadi Larisa hanya memuntahkan cairan bening seperti lendir.


"Ayo kita kedokter dan aku gak menerima penolakan" Ucap Steven dan langsung menggendong Larisa sedangkan Larisa hanya bisa diam dengan perlakuan Steven.


🏥🏥🏥🏥


Rumah sakit.


Saat ini mereka berdua sedang menunggu antrian sadari tadi banyak ibu² yang melihat kearah mereka sebelum suara suster menginterupsi mereka untuk masuk kedalam, saat mereka sudah masuk terlihat seorang dokter perempuan yang sudah terlihat cukup umur mungkin sekitar 48 tahunan.


"Dengan ibu Larisa?" Tanya dokter tersebut.

__ADS_1


"Iya saya sendiri" Jawab Larisa saat sudah berada dihadapan dokter tersebut.


"Mari tidur di ranjang saya akan memeriksanya" Kata dokter tersebut dengan ramah. Sedangkan Larisa hanya mengikuti instruksi dari dokter tersebut, saat sudah memeriksa Larisa dokter tersebut kembali ke tempat duduknya yang langsung berhadapan dengan Steven dan Larisa.


"Selamat pak atas kehamilan ibu Larisa dan kehamilannya sudah menginjak 3 Minggu jadi tolong dijaga kesehatan dan pola makannya ya pak karena kehamilan ini masih rawan akan keguguran" Ucap sang dokter dan menjabat tangan Steven sedangkan mereka berdua memandang tak percaya kearah dokter tersebut.


"Apa ini beneran dok? dokter gak bohong kan?" Tanya Steven dengan nada masih belum percaya.


"Iya pak dan maaf apa boleh saya tau apa kalian hamil diluar nikah?" Tanya dokter itu dengan hati².


"Enggak kok dok kita sudah menikah" Jawab Larisa dengan sopan dan diangguki oleh sang dokter.


"Baiklah saya ucapkan sekali lagi selamat ya bapak ibu dan jangan lupa untuk jaga kesehatan" Nasihat dokter tersebut dan diangguki oleh mereka.


Setelah memeriksakan kandungan Larisa mereka mampir ke supermarket untuk membeli susu ibu hamil.


"Yaang kamu suka yang mana vanilla, stroberi atau coklat?" Tanya Steven saat melihat tiga jenis rasa susu ibu hamil.


"Hmm...enaknya apa ya vanilla aja deh eh gak jadi deh ganti coklat tapi kok stroberi kelihatannya enak ya hmm...apa yah?" Ucap Larisa dengan nada kebingungan sedangkan Steven yang melihat itu hanya menatap Larisa dengan datar.


"Mendingan beli semuanya" Final Steven dan setelah itu langsung pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.


🖐️🖐️🖐️🖐️


Sampai Mansion.


"Dari mana aja kalian?" Tanya Andhini saat melihat mereka berdua masuk ke dalam Mansion.


"Dari rumah sakit habis itu ke supermarket" Jawab Steven dengan santai sedangkan Andhini yang mendengar itu pun kaget.


"Hah! siapa yang sakit apa lo Ris? sakit apa lo? bisa sakit juga lo?" Tanya Andhini dengan berturut-turut sedangkan Larisa yang mendengar itu mendengus sebal.


"Kalau tanya satu² napa neng" Ucap Larisa dengan malas sedangkan Andhini hanya nyengir kuda.


"Makanya jawab siapa yang sakit?" Tanya Andhini dengan tidak sabaran.


"Sebenarnya Larisa itu....."


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2