Mantan Suamiku Ternyata Bosku

Mantan Suamiku Ternyata Bosku
Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba, semua karyawan yang berasal dari perusahaan Agam sangat penasaran siapa sosok Vany, calon istri bos mereka.


Mereka semua bersama-sama menghadiri acara tersebut, khususnya Dimas. Ia sangat penasaran karena beberapa hari ini semenjak kabar tentang pernikahan Agam dan juga wanita bernama Vany, Febri tak pernah datang ke kantor dan lagi tak ada pemberitahuan apapun jika ia ingin izin bekerja, sedangkan dia tahu jika Febri sangat menginginkan pekerjaan tersebut.


Begitu sampai di tempat acara, mereka disambut dengan acara yang begitu megah, acaranya akan berlangsung satu jam lagi. Namun, beberapa karyawan sudah datang khususnya dari Divisi Vany.


Mereka sudah mengambil tempat yang di siapkan, mereka bisa melihat Agam yang sudah bersiap di tempat yang sudah disiapkan untuk ijab kabul. Namun, mereka belum melihat mempelai wanita yang bernama Vany itu..


"Pestanya sangat meriah juga mewah mempelai wanitanya pasti sangat beruntung, memiliki calon suami seperti pak Agam. Sudah tampan, kaya dan sepertinya melihat dari bagaimana ia melaksanakan pestanya, Pak Agam pasti orang yang romantis dan pengertian dan yang utama sangat mencintai wanita itu.


"Tentu saja, pak Agam sangat mencintainya mereka bahkan sudah memiliki anak, kan! Coba lihat!" Vanessa menunjuk anak yang bernama Adelia. "Anaknya bahkan duduk di sana," tunjuk Vanessa pada Adelia yang duduk di kursi di mana tempat itu nanti akan diduduki oleh ibunya.


"Iya, yah. Siapa sih wanita yang bernama Vany itu, aku jadi sangat penasaran. Dia pasti sangat cantik," ucap yang lainnya.

__ADS_1


Mc sudah mulai membacakan susunan acara yang akan dilaksanakan hari itu, para tamu undangan sudah hampir memenuhi kursi yang telah disiapkan bahkan beberapa dari mereka memilih untuk berdiri dan mengobrol satu sama lain, termasuk Dimas dan yang lainnya.


Setelah beberapa rangkaian acara, akhirnya tibalah acara yang mereka nanti-nantikan. Acara akan digelarnya ijab Kabul. MC memanggil mempelai wanita untuk hadir di acara tersebut dan menuju ke tempat yang telah disiapkan di mana Agam sudah duduk di sana sambil memangku Adelia, dengan penghulu dan juga para saksi yang sudah siap untuk acara prosesi ijab kabulnya."


"Adelia, Adelia sama kakek dulu, ya. Ayah ingin menjemput Ibu," ucap Agam membuat Adelia pun langsung berpindah dan menghampiri kakeknya yang sedang duduk di kursi roda. Sofyan langsung menyambut cucunya dan memintanya untuk duduk di pangkuannya.


Agan pun berjalan ke sisi lain panggung, berdiri di sana menantikan calon mempelai pengantinnya. Ia menjemputnya untuk ke meja penghulu yang sudah menunggu mereka.


Semua terkejut saat melihat jika Vany yang selama ini mereka cari-cari sosok Fabri yang membuat mereka penasaran. Vany tak lain adalah orang yang mereka kenal, orang itu adalah Vany Febriana. Fani yang juga mereka kenal sebagai nama Febri di kantor.


"Febri!" kagum mereka semua merasa terkejut saat melihat Febri terlihat begitu cantik dengan busana gaun pengantin yang digunakannya, di saat mereka semua terkejut tidak dengan Dimas, dia hanya tersenyum tebakannya benar jika Fanny tak lain adalah Febri.


"Ya ampun, dia cantik sekali," gumam Vanessa memuji kecantikan Vani yang terlihat begitu mempesona dengan senyumnya.

__ADS_1


Vany berjalan menghampiri Agam yang menantinya di sisi lain panggung tersebut, begitu Vany sudah berdiri tepat di depan Agam, Agam pun langsung mengulurkan tangannya dan Vany menyambutnya, keduanya pun berjalan menuju ke meja di mana mereka akan melakukan ijab Kabul.


Agam membantu Vany untuk duduk di kursi yang telah disiapkan untuk keduanya. Kini mereka duduk berdampingan.


Sari memakaikan selendang di atas kepala keduanya, saat keduanya sudah siap akan melakukan ijab Kabul.


"Jangan gugup," ucapnya mengusap punggung Agam dan kembali ke tempat duduknya, dimana sidama juga ada Adelia dan Sofyan yang menantinya.


Semua maka kini fokus pada kedua mempelai.


"Bisa kita mulai?" tanya penghulu.


"Silakan, Pak."

__ADS_1


__ADS_2