Mantan Suamiku Ternyata Bosku

Mantan Suamiku Ternyata Bosku
Rencana Bulan Madu Agam


__ADS_3

Agam yang sudah sampai di kantornya mulai mengerjakan semua pekerjaannya, bahkan karena Agam yang mengerjakan semua pekerjaannya dengan terburu-buru membuat semua karyawan juga menjadi sibuk. Pekerjaan yang seharusnya dilakukan selama sebulan kini dimajukan dan hanya diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan semuanya.


"Pak Agam itu kenapa sih, dia yang ingin bulan madu kita yang jadi kalangkabut seperti ini," gumam Vanessa di mana sepertinya mereka semua harus lembur sampai semua pekerjaan mereka selesai.


"Kalian itu harus mengerti, mereka itu pengantin baru dan pak Agam ingin membahagiakan istrinya, biarlah kita kerjakan semuanya minggu ini. Jadi, saat pak Agam pergi bulan baru nanti kita juga sedikit bisa bersantai."


"Eh iya juga ya, berarti jika pekerjaan kita lakukan dalam satu minggu ini berarti tiga minggu ke depan kita akan santai, ya?" tanya salah satu dari mereka, membuat mereka pun semua membenarkan hal tersebut.


"Tentu saja pak Agam melakukan semua ini agar pekerjaan tak ada yang gagal saat ia pergi nanti. Jadi, semua! Ayo kita semangat, kita kerjakan semuanya walau kita harus lembur demi 3 minggu santai di minggu berikutnya," ucap Dimas membuat mereka pun kembali mendapat semangat baru untuk mengerjakan semuanya.


Dimas hqlanya menggeleng melihat mereka yang semangat bekarja kembali dengan iming-iming bersantai di bulan berikutnya. Dan benar saja mereka tak bisa menghindari jam kerja yang harus ditambah, mereka harus lembur malam ini. Bukan hanya dari divisi mereka saja, begitupun dengan karyawan lainnya. Bukan hanya karyawan Agam sendiri, pemimpin dari perusahaan tersebut juga ikut lembur.


Sementara itu Vany masih berada di rumah sakit, ia bercerita banyak pada Sari, ibu mertuanya. Sari menanyakan banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan Vany tanpa adanya sosok Agam di sampingnya saat menjalani harinya bersama Adelua. Ia juga menanyakan mengapa Vany tak mendatangi Agam untuk meminta pertanggungjawaban atas adanya Adelia di dalam rahimnya dan itu sangat membuatnya merasa bersalah atas mereka.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, Bu. Aku tak pernah menyalahkan mas Agam akan apa yang aku alami selama ini, selama beberapa tahun terakhir ini. Aku tak pernah menyesali pernikahanku dengan Mas Agam sebelumnya. Mas Agam sudah membawaku jauh lebih baik dengan bertemu dengannya. Jika bukan karena mas Agam entah apa yang terjadi padaku di kampung menjadi istri ketiga dan menjadi pelepas hutang, mungkin nasibku akan jauh lebih buruk lagi dari bertahan seorang diri di kota," jelaskan Vany kemudian menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Agam dahuku.


Walau Agam sudah menceritakan versi dirinya. Namun, Sari juga ingin mendengar cerita dari Vany dan semua itu membuat Sari merasa sangat sedih sekaligus bahagia bisa dipertemukan dengan menantu sebaik Vany.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam. Namun, Agam belum juga datang.


Adelia yang sudah mengantuk menunggu sang ayah memutuskan untuk berbaring di samping kakeknya, kondisi Sofyan sudah lebih baik membuat ia kini juga ikut tidur bersama dengan Adelia sambil memeluk cucunya itu.


Pukul 10.00 Agam datang dan menghampiri mereka yang masih berbincang di sofa, Vany banyak bercerita banyak hal begitupun dengan Sari menceritakan banyak hal tentang Agam. Baik bagaimana Agam mengakhiri hubungannya dengan tunangannya dan bagaimana menderitanya Agam setelah pertunangan mereka berakhir serta kebahagiaan yang Agam rasakan saat ini.


"Agam, ini sudah jam berapa, kenapa kamu baru pulang, Nak?" tanya Sari melihat putranya.


"Aku baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaan, Bu. Aku ingin membawa Adelia dan juga Vany untuk jalan-jalan selama dua minggu ke depan, makanya aku ingin menyelesaikan semuanya secepatnya sehingga aku akan lebih fokus pada bulan maduku dan menyerahkan urusan kantor pada sekretarisku saja," jelas Agam membuat Sari pun mengangguk setuju.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan ayah, Bu?" tanya Agam lagi.


"Ayah sudah baik-baik saja, kata dokter dalam minggu ini mungkin ayah bisa segera keluar dari rumah sakit dan mendapat perawatan di rumah saja, sepertinya kehadiran Adelia membawa banyak pengaruh besar pada kesehatan ayahmu," ucap Sari melihat suaminya yang kini tidur sambil memeluk cucunya, Agam juga melihat pemandangan yang begitu menyejukkan hatinya ia bisa melihat ayahnya begitu bahagia dengan kehadiran Adelia, begitupun sebaliknya.


"Ya sudah kalian pulang dari istirahatlah. Adelia biar di sini saja, pagi besok ibu akan membawanya ke rumah kalian."


"Nggak usah, Bu. Besok aku akan menemani Ibu di sini lagi, aku senang bisa berbincang dengan Ibu," ucap Vany yang juga ingin mengakrabkan diri dengan ibu mertuanya itu.


"Ya sudah, ibu senang kamu mau menemani ibu di sini," ucap Sari merasa sangat bahagia, ia merasa sangat cocok dengan menantu barunya.


"Ya sudah, Bu. Kami pulang dulu, jika memang nanti Adelia bangun dan mencari kami. Ibu langsung menelponku saja, aku akan datang dan menjemputnya," ucap Agam membuat Sari pun mengangguk. Agam dan Vany pun memutuskan untuk kembali ke rumah utama keluarga besar mereka, meninggalkan Adelia yang tidur bersama dengan kakeknya.


Selepas anak dan menantunya pulang, Sari pun memutuskan untuk tidur di kasur tambahan yang sudah disediakan oleh rumah sakit itu, dia selama ini tidur dan menemani sang suami, berbagi suka dan dukanya baik sehat maupun sakit, mereka selalu bersama.

__ADS_1


Usia tua mereka tak membuat cinta mereka pupus. Namun, cinta mereka semakin dalam satu sama lain setiap harinya.


__ADS_2