
Nilam melangkahkan kakinya turun dari taxi, begitupun dengan kedua anaknya.
"Mas, ini serius rumah kita?" tanyanya yang melihat rumah mereka yang ada di depan mereka saat ini. Dodi membuka pintu gerbang kecil rumah baru mereka, walaupun rumah itu terlihat sederhana dan juga ukurannya yang masih sangat kecil. Namun, dari luar terlihat nyaman.
"Iya, maaf ya. Mas saat ini hanya bisa sewa ini, kita tinggal di rumah ini dulu, doakan Mas semoga kedepannya kehidupan kita lebih baik lagi. Nanti kita akan pindah bahkan mungkin insyaallah kita akan membeli rumah sendiri," ucap Dodi membuat Nilam pun mengangguk denhan senyum di wajahnya.
Kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah tersebut, Nilam lagi-lagi tercengang saat melihat ternyata suaminya sudah melengkapi semua perabotan yang ada di rumah itu, Dodi hanya tersenyum saat melihat Nilam dan juga anak-anaknya kini menjelajahi rumah itu. Mereka membuka kamar mereka masing-masing, saat kamar anak-anak yang bahkan sudah terpisah.
Nilam menatap suami dengan mata berkaca-kaca saat membuka kamar utama di rumah itu. Dodi sengaja memilih rumah yang memiliki tiga kamar agar mereka bisa tidur dengan nyaman.
"Kamu suka, kan?" tanya Dodi membuat Nilam pun mengangguk dan langsung menghampiri dan memeluk suaminya, begitupun anak pertama dari Dodi yang sudah berusia 10 tahun. Ia sangat senang memiliki kamar sendiri.
Dodi sengaja memberikan kamar dengan nuansa pink untuk anak perempuannya itu. Ayu sangat bahagia, ia pun ikut memeluk ayahnya dan mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
"Wah .... di kamar adik ada mobil-mobilan banyak!" teriak Faiz.
Mendengar teriakan anak bungsunya Nilam juga langsung masuk ke kamar putranya, itu, begitupun dengan Ayu dan juga Dodi sendiri. Ia bisa melihat putranya itu terlihat sangat bahagia, di mana selama ini ia hanya membelikan anaknya mobil-mobilan yang sederhana saja.
"Anak-anak, kalian senang, kan?" ucap Dodi membuat kedua anaknya pun mengangguk dan kembali keduanya memeluk ayahnya.
Nilam merasa sangat bersyukur, kesabarannya selama sebulan ini terbayar sudah dengan rumah dan kebahagiaan yang diberikan oleh Dodi.
"Nilam, kamu bisa kan masak makan siang untuk kita, kan?" Tanya Dodi.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, masaklah apa yang ingin kamu masak," ucap Dodi juga membuka kulkas yang berisi dengan begitu banyak makanan, banyak bahan makanan bahkan daging yang sangat jarang mereka beli juga ada di sana.
"Tunggu di luar ya, Mas. Aku akan masak makanan yang enak untuk kalian," ucapnya membuat Dodi pun mengangguk dan ikut bermain bersama dengan anaknya di ruang tengah. Di mana di ruang tengah rumah itu juga ada televisi, mereka bermain di karpet sementara Dodi duduk di depan mereka di sofa yang ada di depan TV.
__ADS_1
Walau rumah itu lumayan sempit. Namun, karena pembagian ruangannya sangat tepat membuat semua ruangan bisa tertata dengan rapi, ada tiga kamar, dapur, ruang TV dan juga ruang tamu.
Nilam sangat bahagia, ia memasak sambil menyalakan live di akun media sosialnya, sesekali yang menceritakan jika hari ini mereka pindah rumah ke rumah baru dan suaminya memberikan rumah yang sangat nyaman walau mereka masih mengotrak.
Nilam menceritakan jika anak-anaknya sudah memiliki kamar sendiri dan mereka semua bahagia tinhgal di kota. Ia terus merekam semua aktivitasnya di dapur itu sampai masakannya selesai.
Tayangan itu dilihat oleh Vany, Salwa dan juga ibu Nilam sendiri, juga beberapa teman dan warga kampungnya.
Jika ibunya sudah berkomentar begitupun dengan Salwa tidak dengan Vany. Vany hanya tersenyum dan ikut bahagia melihat kebahagiaan Nilam. Walaupun selama ini Nilam dan Dodi tak pernah baik padanya. Namun, mereka juga tak pernah berbuat jahat.
Dodi selalu menasehati Nilam untuk lebih baik menghindar dan tidak ikut-ikutan, ibu dan kakaknya untuk bersikap jahat pada Vany dan Nilam sangat bersyukur ia selalu mendengar nasehat dari suaminya, membuat ia merasa tak ada rasa bersalah di hatinya pada Vany.
♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Rekomendari buat kalian, yuk mampir sambil nunggu up terbaru. Rekomendasi banget deh...Di jamin puas😊