
Sesampai di rumah, Adelia langsung berlari menghampiri nenek dan kakeknya dan memperlihatkan semua hewan yang ia beli, ia terus berteriak memanggil kakek dan neneknya.
Semenjak kehadiran Adelia, rumah itu yang dulunya terasa sangat sepi kini terasa sangat hangat dan terasa bising dengan teriakan Adelia yang melengking.
"Wah ... sepertinya kita kedatangan tamu nih," ucap sang kakek menghampiri mereka dan ikut melihat apa yang Agam beli untuk putrinya. Agam membawa beberapa kandang di tangannya dan Vany membawa akuarium kecil dan juga terlihat supir yang bolak-balik memasukkan sesuatu kedalam rumah.
"Kakek, Nenek, perkenalkan ini namanya Anis," tunjuk Adelia pada ayam kecil yang berwarna pink. Anak ayama yang entah siapa yang memberinya warna dan bagaimana caranya, tetapi karena warna itu membuatnya terlihat sangat lucu.
"Anis?" tanya kakek mendengar nama yang di berikan Adelia untuk ayan pink kecilnya.
"Iya. Anis, ini Kakek Adelia," ucapnya memperkenalkan mereka.
"Hai Anis, selamat datang di rumah kami. Kalau ini namanya siapa?" tanya Sari menunjuk dua ikan kecil yang bercorak sangat indah, perpaduan antara biru muda dan merah di bagian siripnya dan satu ikan lagi berwarna putih dan dominasi biru dengan ekor yang sangat indah.
"Nenek, ini namanya Roy karena dia ikan laki-laki," tunjuk Adelia pada ikan yang berwarna biru.
"Wah ... Jadi namanya Roy."
"Nah, kalau yang ini namanya Aura," tunjuk Adelia pada ikan lainnya.
"Aura?" tanya Sari, nama itu sangat cantik, secantik ikan yang berenang kesana kemari di dalam akuaruim kecil yang seukuran toples kue.
__ADS_1
"Iya, Nek. Karena ini ikan perempun," jelasnya.
"Lalu ini namanya siapa?" kini Agam yang bertanya pada dua kucing yang masih ada di dalam kandang mereka masing-masing.
"Ini namanya Bejo," tunjuk Adelia pada kucing yang berwarna orange dan ukurannya lebih besar dari kucing satunya.
"Hay Bejo," sapa mereka semua pada kucing yang bernama Bejo.
"Nah, yang kecil ini adiknya namanya Baddu," ucap Adelia membuat mereka semua tertawa, pasalnya nama supir mereka juga Baddu.
"Hay Baddu," sapa mereka lagi dengan suara yang agak keras di ikuti suara gelak tawa mereka, Adelia yang tak tau apa yang mereka tertawakan karena tak tau jika sopir mereka bernama Baddu juga hanya ikut tertawa.
"Iya, Pak. Ada yang memanggil saya?" Supir yang bernama Baddu tiba-tiba masuk dan berpikir jika ia dipanggil oleh salah satu majikannya. Sontak kehadiran Baddu semakin membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
Sementara Sari dan Vany sudah memegang perutnya yang terasa keram karena terus tertawa, begitupun dengan Adelia yang kini juga ikut tertawa walau tak tahu apa yang mereka tertawakan.
"Ayo sekarang perkenalkan kelinci, kelinci ini terlihat sangat menggemaskan," ucap Agam membuat Adelia dengan semangat menghampiri kelinci yang berwarna hitam dan putih.
"Ini namanya Lola dan yang ini namanya Robi," ucap Adelia menuju kelinci itu satu-satu membuat mereka semua kembali menyambut Robi dan juga Lola.
"Nah, sekarang Lola dan Robi harus makan," ucap Vany memberikan wortel pada Adelia, Adelia pun memberi makan kelinci-kelincinya dengan wortel.
__ADS_1
Agam sudah menyiapkan semuanya sebelum mereka sampai, ada yang kecil yang masih ingin masing-masing memasukkan 2 ikan itu ke dalam akuarium yang berbeda karena jika di satukan takutnya kedua ikan itu akan saling aduh kekuatan, konon katanya ikan ****** tak bisa disatukan karena akan saling bertengkar. Begitupun dengan ayam kecil yang sudah berada di dalam kandangnya, kelinci dan kucing dibiarkan bergabung dengan kandang yang cukup besar, sebuah ruangan yang hanya diberikan sekat membuat kelinci dan kucing itu kini berlarian dengan Adelia yang terus mengejarnya.
Agam tersenyum bahagia melihat bagaimana kebahagiaan putrinya,
"Dia terlihat bahagia," ucapnya membuat Vany pun mengangguk.
Mereka pun melihat Adelia bermain dengan gembira, hal itu membuat mereka juga ikut bahagia termasuk kakek dan neneknya.
Adelia bermain hingga memasuki waktu sore hari, sementara yang lainnya sudah kembali ke dalam rumah dan Adelia hanya ditemani oleh bibi, ia tak mau meninggalkan hewan-hewan peliharaannya.
"Adelia, Sayang. Ayo sudah waktunya Adelia mandi, besok lagi ya bermain dengan hewan-hewannya," ucap Vany ingin mengambil putrinya. Namun, Adelia menggeleng dan melipat tangannya di dada, tak ingin meninggalkan para hewan-hewannya itu.
"Ayo, Sayang mandi dulu. Nanti papa bisa marah," ucap Vany membuat Adelia melihat pada binatang-binatangnya itu. Rasa tak rela meninggalkan mereka. Namun, mendengar kata papanya yang akan marah membuat Adelia pun berjalan pelan menghampiri sang ibu.
"Tapi apa nanti boleh main lagi ya, Bu?" tanyanya.
"Mainnya besok pagi saja ya, Sayang. Sekarang sudah waktunya mandi dan Adelia juga bisa istirahat, biarkan teman-teman baru Adelia istirahat ya, mereka juga pasti capek," ucap Vany membuat anak itu pun mengangguk dan keduanya pun masuk dalam kamar.
Agam yang sedang ada di ruang kerjanya mendengar pembicaraan ibu dan anak itu, ruang kerja dan kamar mereka menyatu dan terdapat pintu yang menghubungkan mereka.
"Ayah, Ayah mandiin Adelia, ya," ucap Adelia membuat Agam pun mengangguk dan menggendong anak kesayangannya itu, mereka pun masuk dalam kamar mandi dan mulai memandikan anaknya.
__ADS_1
Adelia terus merengek kembali dibelikan beberapa hewan lagi membuat Vany yang mendengarnya hanya menggeleng saat Agam terus mengatakan iya iya dan iya akan apa yang diminta oleh putrinya.