
Bermula seorang gadis kecil yang bernama marliana dia seorang anak yatim ayahnya meninggal sewaktu dia masih dalam kandungan, marliana berusia 7 tahun dia anak yang pintar dan berbakti kepada orang tuanya.
pada pagi hari ibunya meminta tolong kepada marliana untuk pergi membeli sayuran, sesampainya di sana sudah banyak ibu-ibu yang sedang berbelanja sayuran.
"Bu beli sayuran bayam." kata marliana ke penjual sayur
"Berapa nak." kata si penjual
" satu ikat saja bu." kata marliana
saat marliana sedang berbincang dengan penjual ibu-ibu disana melihat marliana yang kusam dan kelihatan kucel dan bau, pada saat itu juga ibu-ibu disana membicarakan kondisi marliana yang tidak enak dipandang.
Marliana mendengar semua perkataan ibu-ibu disana yang membicarakan dirinya yang kurang sedap didengar, marliana sakit hati dengan perkataan ibu-ibu itu menghina marliana yang seorang gadis kecil berusia 7 tahun.
Marliana pun langsung bergegas pulang sambil menahan air mata sesampainya di rumah marliana memeluk ibunya sangat erat dia pun tidak bisa menahan lagi air mata, menangis lah marliana saat itu pula.
" kenapa kamu nak." ucap ibu marliana
marliana masih menangis ia belum bisa mengatakan apa yang ia dengar.
" nak, ini ibu apa yang terjadi dengan mu." ucap sang ibu marliana
" Bu (sambil menangis) tadi pas marliana beli sayuran banyak ibu-ibu yang sedang membicarakan marliana kata mereka marliana kusam, kucel, bau." ucap marliana
" sabar ya nak, ibu tau perasaan kamu maafkan ibu juga ya sayang belum bisa sepenuhnya merawat kamu ibu sibuk mencari nafkah buat kamu nak" ucap ibu marliana
ibu marliana setiap hari bekerja di ladang ia tidak banyak waktu untuk mengurus marliana.
Setiap sore hari marliana selalu membantu ibunya di ladang ia tidak bermain seperti anak-anak lainnya.
pagi hari pun tiba marliana bergegas berangkat sekolah. sesampainya di sekolahan marliana pun baris paling depan untuk mengikuti upacara yang dilakukan setiap hari Senin.
selepas upacara marliana mendapat ejekan dari teman-temannya.
" hahahaha itu ikat rambutnya pake karet bekas gorengan yah hahahaha." ucap teman marliana
__ADS_1
Disana masih banyak anak-anak lainnya mereka pun ikut mentertawakan marliana, marliana hanya bisa terdiam ia pun langsung masuk ke kelas.
Marliana merupakan seorang anak yang cerdas ia selalu mendapatkan peringkat pertama
pada saat kelas 4 sekolah pun mengadakan tour ke kota lain dan biayanya termasuk mahal bagi seorang marliana ia menyadari bahwa ibunya tidak ada uang untuk ikut tour bersama teman-temannya.
sesampainya di rumah marliana pun berbicara pada ibunya
" Bu, sekolah mengadakan tour ke kota lain apa marliana bisa ikut." ucap marliana
" berapa biaya untuk ikut nak." ucap ibu marliana
" 400 ribu bu." ucap marliana
ibu marliana terdiam dan sedikit kaget dengan biaya tour itu.
" nak, ibu belum punya uang segitu, tiap hari bisa makan juga ibu udah bersyukur, marliana anak ibu sayang ( sambil memeluk marliana) maafkan ibu ya nak belum bisa membahagiakanmu." ucap ibu marliana
" berarti marliana belum bisa ikut tour ini ya bu."ucap marliana
waktu kian berlalu sampai akhirnya marliana pun mengikuti tes kelulusan
Marliana memasuki ruangan ujian disana sudah banyak teman-temannya bel pun berbunyi akan dimulainya ujian akhir.
saat marliana ingin duduk di tempat duduknya malah ditarik ke belakang oleh temannya yang nakal dan marliana pun sontak terjatuh ke belakang.
teman-teman lain tertawa melihat marliana terjatuh namun teman yang disamping marliana ikut menolong marliana.
"Kamu baik-baik saja kan marliana apa ada yang sakit." ucap teman marliana
" ya saya baik-baik saja." ucap marliana sambil sedikit kesakitan
Seorang guru pun masuk, lalu ia membagikan selembar kertas ujian dan pada saat membagikan kertas itu kepada marliana guru tersebut melihat raut wajah marliana yang menahan sakit akibat jatuh tadi.
" Marliana apa kamu baik-baik saja nak." ucap guru marliana
__ADS_1
" ya pa guru saya baik-baik saja." ucap marliana
teman disampingnya pun langsung berbicara
"pa tadi marliana terjatuh." ucap teman marliana
" terjatuh dimana" ucap guru marliana
"tadi saat marliana mau duduk eh tempat duduknya ditarik kebelakang oleh bambang marliana pun jatuh terjengkang ke belang (sebut saja bambang)." ucap teman disamping marliana
" bambang selesai ujian kamu menghadap saya."ucap seorang guru
"ya pak" ucap Santo
" Marlina apa kamu bisa mengikuti ujian ini nak." ucap guru marliana
"iya bisa pak" ucap marliana
ujian pun akhirnya dimulai
beberapa hari ujian di laksanakan akhirnya hari kelulusan pun tiba. sekolah mengadakan acara perpisahan dan para orang tua pun diundang untuk menyaksikan kelulusan anak-anaknya.
Saat pembaca nilai, nilai marliana sangat bagus ia dipanggil untuk naik ke atas podium bersama ibunya.
ibu marliana sangat senang anaknya bisa mendapat nilai yang bagus.
ibu marliana berjanji pada diri sendiri akan bersemangat bekerja untuk bisa membiayai sekolah marliana selanjutnya.
"marliana pasti sangat senang jika ia melanjutkan sekolah."ucap ibu marliana
acara pun selesai mereka berdua pulang marliana sangat riang karena selama ini usahanya membuahkan hasil yaitu nilai ujian yang memuaskan serta membuat ibunya ikut senang.
ini kali pertamanya marliana melihat raut wajah ibu yang begitu senang karena nya. ibu mengajak marliana ke toko baju untuk membeli baju karena marliana mendapat peringkat 1 jadi ibu berencana membelikan hadiah berupa baju baru untuk marliana.
ibu berusaha untuk bisa membahagiakan marliana walaupun dengan cara yang sederhana.
__ADS_1