
setelah beberapa hari di rumah sakit ibu pun diizinkan untuk pulang kerumah sementara beberapa hari itu juga marliana tidak sekolah dan ia fokus bekerja, ia merasa lebih baik bekerja karena ibu belum mampu untuk membiayai kehidupannya lagi karena penyakit yang dideritanya.
marliana pun ingin bercerita ke ibu namun ia takut jika ibu marah ia akan menceritakan pekerjaannya nanti saat kondisi ibu sudah stabil.
marliana merawat ibu dengan tulus, ibu merasa senang anaknya sayang kepadanya.
karena ada ibu di rumah marliana izin ke ibu untuk mencari botol bekas, ia pergi dan berjalan karna marliana belum memberitahukan ibu fatimah hari ini tidak bisa berangkat bekerja akhirnya ia mampir ke restoran ibu fatimah dan meminta izin libur, ibu fatimah pun mengizinkan marliana namun besok harus berangkat bekerja lagi karena restoran sedang ramai marliana pun mengiakannya.
marliana sangat sedih karena telah membohongi ibu ia merasa bersalah namun harus bagaimana lagi ia harus meninggalkan bangku sekolah.
setelah beberapa jam marliana mencari botol bekas dan sudah mendapatkan begitu banyak ia memutuskan untuk pulang dan menemui ibunya.
" ibu....." tidak ada jawaban
marliana segera membersihkan diri dan masuk ke dalam kamar ibu ternyata ibu sedang tidur, marliana membangunkan ibu untuk minum obat.
karna perasaan bersalahnya marliana akhirnya membicarakan soal pekerjaannya ia selama ini tidak sekolah tapi ia tiap pagi berangkat untuk pergi ke restoran tempat bekerjanya.
ibu menangis mendengar semua pernyataan itu, ibu merasa sangat membebani marliana ia seharusnya tidak usah di bawa ke rumah sakit agar marliana bisa bersekolah.
marliana pun meminta maaf kepada ibunya ia tidak apa jika harus bekerja ia ingin membantu perekonomian keluarganya, marliana berfikir kalau sekarang waktunya marliana yang mengurus ibu.
waktu sudah sore marliana pergi mencari makanan untuk ibu tanpa di sengaja ia bertemu dengan anak ibu fatimah, marliana berusaha menghindar namun anak dari ibu fatimah memanggilnya.
" hai marliana kan?" tanya fahmi ( anak dari ibu fatimah).
" ee..iyah " ucap marliana dengan gugup.
" kamu disini sedang apa? bukannya seharusnya kamu sedang bekerja di restoran ibu saya?." tanya fahmi
" aku mau beli sesuatu buat ibu saya, hari ini aku tidak bisa berangkat kerja lagian aku sudah izin ke ibu kamu." ucap marliana
" yaudah aku pergi dulu." ucap marliana
" tunggu, mau aku antar nggak?." tanya fahmi
__ADS_1
" gak usah, aku pergi duluan ya." ucap marliana bergegas berjalan
Fahmi merasa heran dengan sikap marliana karna ia penasaran dengan marliana akhirnya fahmi mengikuti marliana secara diam-diam.
setelah beberapa saat kemudian marliana pulang ke rumah dan ia membawakan sesuatu untuk ibu namun disisi lain fahmi melihat rumah marliana yang sedikit memperhatinkan, saat fahmi ingin bertamu ke rumah marliana tiba-tiba ibunya menelfon dan menyuruh agar ia segera datang ke restoran, fahmi pun tidak jadi bertamu kerumah marliana.
Didalam rumah marliana....
" ibu marliana pulang." ucap marliana
" Iyah sayang ibu di kamar." ucap ibu
marliana berjalan menuju kamar dan ia membuka makanan tersebut lalu menyuapkan ibu.
lalu tiba-tiba ibu meneteskan air mata ibu merasa kasihan kepada marliana jika nanti ia sudah tidak ada ( meninggal) ia berpikir marliana sama siapa,
disaat itu lah ibu bersemangat agar cepat sehat kembali.
malam pun tiba waktu yang biasa marliana untuk belajar sekarang hilang ia lebih memilih waktu tersebut untuk digunakan membersihkan rumah karena besok pagi ia harus pergi bekerja dan waktu untuk merawat serta membersihkan rumah lebih sedikit.
pagi yang cerah tiba..
sebelum marliana pergi ke restoran ia berusaha untuk merawat ibu dahulu yaitu membantunya membersihkan diri dan membantu ibu memasak di dapur.
pada pukul 8:00 marliana pergi untuk berangkat bekerja karena marliana menuju ke restoran berjalan kaki, sudah biasa bagi marliana pergi kemanapun berjalan.
sementara itu ibu di rumah ia di datangi oleh guru marliana yang ingin menanyakan marliana hampir 1 minggu lebih marliana tidak masuk sekolah.
dengan sangat berat hati ibu berbicara kalau marliana akan mengundurkan diri dari sekolah karna biaya serta harus merawat ibunya, sementara itu guru marliana sangat menyayangkan perihal itu karena marliana anak yang cerdas soal biaya pasti ia dapat dari prestasinya.
setelah guru tersebut membujuk ibu supaya marliana berangkat sekolah kembali ibu pun akan menanyakan kembali kepada marliana untuk bersekolah saja.
marliana yang sedang bekerja ia sangat bersemangat karena menurut marliana pekerjaan seperti ini tidak terlalu membuatnya kecapean.
Waktu sudah menunjukkan pukul 14:30 salah satu dari teman marliana ada di restoran tersebut untuk makan siang saat ingin menanyakan pesanan, temannya sangat terkejut karena ternyata yang melayaninya adalah marliana.
__ADS_1
ia pun bertanya kepada marliana
" marliana?." ucap teman
" Iyah" ucap marliana dengan senyum
" kamu bekerja disini?, ini yang membuatmu tidak berangkat ke sekolah?." tanya teman
" iya, saya bekerja disini" ucap marliana
pembicaraan terpotong oleh orang tua dari teman marliana yang ingin memesan, marliana pun segera kembali kebelakang.
teman marliana masih sangat terkejut dengan adanya marliana yang ada di restoran tersebut dan ia bekerja sebagai pelayan.
keseharian marliana sekarang seperti itu ia bekerja dan jika ada waktu luang ia berusaha untuk merawat ibunya, terkadang marliana merasa bosan ia sekarang tidak bisa bertemu dengan teman-temannya lagi.
ibu sudah membujuk marliana untuk pergi bersekolah kembali namun marliana sudah tidak ingin bersekolah kembali, karena ia merasa malu sudah lama ia tidak ke sekolahan.
kalau marliana pergi bekerja ibu berusaha diam-diam untuk mencari botol bekas karna kasihan kalau marliana yang bekerja sendirian.
ibu berusaha keras untuk membantu marliana, seharusnya anak remaja seperti marliana masih bersenang senang dengan bangku sekolahan namun marliana tidak.
ibu juga ingin mengajak marliana pergi berlibur namun ia belum sempat berbicara kepada marliana.
malam tiba...
ibu sudah menyiapkan makan malam untuk marliana yang belum juga pulang,
ibu menunggu marliana diruang tamu dan tidak lama kemudian marliana pulang.
ibu pun mengajak marliana makan terlebih dahulu karna ia mengerti marliana pasti lapar karena pulang pergi berjalan kaki.
selesai makan marliana pun membersihkan diri dan ibu memikirkan untuk membelikan hadiah sepeda kepada marliana.
besok ibu akan pergi untuk membelikan sepeda hasil uang tabungannya selama ini, dan membeli pakaian baru untuk marliana yang sudah bekerja keras.
__ADS_1
karena prinsip ibu semua uang yang ia dapat untuk kebutuhan anak dan ibu berusaha supaya marliana tetap sehat.