
Pada hari itu marliana sangat di manja oleh beberapa rekannya dan ibu fatimah semua pekerjaan yang biasanya di lakukan oleh marliana sendirian kini di bantu oleh sedikit rekan-rekannya.
pada saat waktu makan siang tiba ibu fatimah memberikan buah-buahan segar untuk marliana dan marliana menerimanya karena hari ini ia tidak membawa bekal apapun, ia langsung memakan buah-buahan tersebut.
Melihat wajah marliana membuat ibu fatimah menjadi flashback ke masa lalunya yang sama seperti marliana menjadi tulang punggung keluarga namun berkat usahanya sekarang ia bisa menjalankan bisnisnya dan menjadi pemilik sebuah restoran ternama disana.
Fahmi tiba-tiba muncul ia tidak menyangka bahwa marliana sudah masuk bekerja, ia sangat senang namun muka ia berubah setelah mengingat kejadian semalam di rumah marliana ia bersikap cuek kepada marliana.
fahmi mengajak ibunya untuk pergi ke ruangan pribadi mamahnya dan meninggalkan marliana sendirian, mamah pun merasa aneh dengan sikap fahmi.
" jalannya pelan-pelan dong nak" ucap mamah.
" ayo lah mah cepat" ucap fahmi sedikit emosi kecil.
Sesampainya di ruangan mamah, fahmi langsung duduk dan menyandarkan kepalanya di atas meja.
" kamu kenapa sih nak?" tanya mamah karena sikap fahmi yang begitu beda.
" mah..." suara fahmi begitu manjanya.
" iyah kenapa sayang" ucap mamah sembari mengelus rambut fahmi.
" ada cowo lain yang dekat dengan marliana" suara fahmi yang begitu berat.
" haha...kirain kamu kenapa, aduh anak mamah baru segitu aja sudah mengeluh" ucap mamah sambil tertawa karena pembicaraan fahmi.
" wajar lah marliana banyak yang ngedeketin dia kan cantik, pekerja keras lagi" ucap mamah.
" kamu harus lebih dekat lagi dong dengan marliana ajak dia jalan ke atau pergi dinner buat dia senang" ucap mamah.
" tapi fahmi takut kalau marliana nanti menolak ajakan fahmi mah" ucap fahmi.
" coba aja dulu sana" ucap mamah.
Mamah fahmi pun berusaha untuk memberi semangat kepada fahmi karena sikap fahmi yang begitu manja sebab ia anak satu-satunya ibu fatimah, namun soal lainnya fahmi selalu mandiri entah itu karna cinta pertama fahmi menjadikan ia seperti itu.
Fahmi bersemangat kembali untuk mendapatkan hati marliana ia berjalan ke bagian marliana bekerja, sesampainya disana fahmi sangat gugup sehingga ia hanya memanggil marliana untuk mengikutinya ke tempat yang sepi untuk mengatakan sesuatu kepada marliana.
marliana di belakang mengikuti fahmi setibanya di tempat yang agak sepi fahmi pun berhenti, marliana yang sedari tadi berjalan menunduk ia tidak tahu bahwa fahmi menghentikan langkahnya akhirnya ia pun menabrak fahmi dari belakang.
" aduh sakit" ucap marliana sambil memegang keningnya.
" apanya yang sakit" ucap fahmi ia langsung membalikan badannya.
__ADS_1
" makanya kalau jalan liat ke depan" ucap fahmi sembari mengusapkan kening marliana.
" iyah-iyah" ucap marliana.
" kita kesini mau ngapain?" ucap marliana yang melihat keadaan sekitar yang sepi.
" em marliana habis pulang kerja kamu mau kemana?" tanya fahmi ia memberanikan diri demi bisa dinner dengan marliana.
" pulang ke rumah lah" ucap marliana.
" iyah tau, masa mau nginep di restoran sih" ucap fahmi.
" ya terus" ucap marliana.
" aku mau ajak kamu dinner mau gak? please mau yah" ucap fahmi sedikit memaksa.
" em gimana yah" ucap marliana ia bingung namun ia sebenarnya juga mau tapi ini baru pertama bagi marliana membuatnya bingung.
" mau kan?" ucap fahmi.
Marliana menganggukan kepalanya yang berarti ia mau dinner dengan fahmi, setelah mendapat jawaban dari marliana fahmi langsung senang dan meloncat-loncat kegirangan.
marliana pun kembali bekerja sedangkan fahmi ia masuk ke ruangan ibunya kembali.
karna berhasil mamah izin untuk pergi sebentar dan menitipkan restoran kepada fahmi, dengan tidak curiga sedikitpun fahmi menyuruh mamahnya agar tidak terburu-buru saat di luar fahmi akan mengurus restoran dengan baik ucapnya.
Mamah pergi yang akan menuju ke salah satu butik andalannya membelikan baju sepasang untuk anaknya serta marliana tanpa sepengetahuannya mereka, setelah mencari-cari dan menanyakan baju yang paling bagus untuk dinner akhirnya mamah mendapatkannya.
kira-kira seperti itu lah yang akan di kenakan mereka berdua.
Setelah mendapatkannya ibu pun langsung menuju ke restorannya kembali, dan ia menyuruh fahmi untuk mencari tempat dinner nya nanti malam.
fahmi pun sangat semangat dan langsung meninggalkan restoran tanpa bicara lagi kepada mamahnya.
Waktu pun menunjukkan pukul 20:00 ibu fatimah menyuruh marliana agar pulang lebih awal karena ibu fatimah beralasan marliana yang baru sembuh dan di luar restoran marliana disuruh menunggu ibu fatimah yang sedang mengambil sesuatu di ruangannya.
" Marliana" ucap ibu fatimah yang sudah kembali.
" iyah bu" ucap marliana.
" tolong nanti saat mau dinner dengan fahmi kamu kenakan pakaian ini yah" ucap ibu fatimah.
__ADS_1
" ibu tau kami akan dinner?" ucap marliana.
" heheh ya pasti tau lah" ucap ibu fatimah.
" ih fahmi mah jadi malu kan aku" ucap marliana dengan muka yang sedikit kesal.
" ngapain malu udah sana pulang dan siap-siap nanti fahmi bakal jemput kamu ke rumah" ucap ibu fatimah.
" yaudah marliana pulang dulu yah bu, makasih atas pemberiannya" ucap marliana.
" sama-sama marliana, hati-hati yah" ucap ibu fatimah.
Marliana pun pulang menggunakan angkutan umum yang kebetulan masih ada sedangkan ibu fatimah kembali masuk ke restorannya.
di dalam mobil marliana melihat pemberian dari ibu fatimah namun marliana tidak tahu itu apah.
Sampai lah di depan rumah marliana segera turun dan masuk ke dalam rumah tanpa ia sadari ia langsung masuk ke kamarnya dan tidak menemui ibunya.
ibu yang mengetahui marliana pulang ia langsung menuju ke kamar marliana untuk memastikan kondisinya.
Di dalam kamar marliana yang sedang membuka pemberian dari ibu fatimah ia terkejut ternyata gaun yang sangat bagus dan pas di tubuh marliana.
" nak" ucap ibu.
" eh ibu, masuk bu" ucap marliana dan marliana minta maaf tadi langsung masuk ke kamar dan ia bersalaman kepada ibunya.
" baju siapa ini nak, cantik banget nak jika kamu kenakan" ucap ibu.
" oh iya bu marliana mau izin ke ibu yah sebentar lagi fahmi akan menjemput marliana ke sini untuk makan malam, gak papa kan bu" ucap marliana dengan sedih karena kali ini ibu tidak di ajak.
" ini juga pemberian dari ibu fatimah bu untuk dikenakan nanti" ucap marliana.
" kenapa anak ibu tiba-tiba cemberut sih, ibu izinin kamu pergi bersama nak fahmi yaudah sana mandi dan dandan yang cantik yang nak" ucap ibu.
" siap bu" ucap marliana dengan senang.
Marliana pun pergi ke kamar mandi dan ibu duduk di tepi kasur marliana.
Di dalam hati ibu : semoga nanti fahmi adalah jodohmu nak, ia sangat perhatian di kala kamu sedang sakit ibu harap fahmi anak yang baik dan bisa menjagamu nak.
Selepas mandi dan ibu keluar dari kamar marliana, marliana segera mengenakan pemberian dan berdandan baru kali ini ia akan berdandan sedikit berlebihan untuk membuat fahmi terpesona.
Fahmi pun datang dan ia sudah menunggu marliana di ruang tamu dan sedang di ajak berbincang oleh ibu, marliana pun keluar fahmi dan ibu terkejut betapa cantiknya marliana sampai fahmi tidak mengedipkan matanya.
__ADS_1