
Melihat senyuman marliana membuat fahmi makin suka dengannya ia pun menanyakan soal sikap marliana pada waktu pagi hari ia tidak mau menjawab pertanyaan dari fahmi.
Marliana berkata kalau ia selama ini tidak pernah di bentak oleh ibu sedikit pun ataupun ibu tidak pernah berbicara dengan nada tinggi dengan begitu fahmi memahaminya ia meminta maaf soal berbicara seperti itu, marliana memaafkan fahmi.
Diruang tersebut hanya mereka berdua saja karna mereka berdua saling canggung untuk berbicara akhirnya mereka hanya saling diam, saat ingin mengambil cemilan tangan marliana tidak mencapainya tanpa meminta bantuan fahmi mengambilnya lalu membukanya dan fahmi ingin menyuapkan cemilan itu kepada marliana karna merasa malu marliana pun menolaknya.
" aku keluar bentar" ucap fahmi.
" mau kemana, aku takut disini sendirian" ucap marliana dengan nada lembut.
" bentar doang" ucap fahmi.
Mendengar suara marliana yang lemah lembut fahmi tidak ingin meninggalkan marliana sendirian namun ia harus pergi keluar sebentar untuk menghubungi mamahnya.
" halo, mah fahmi malam ini gak pulang kerumah ya fahmi ingin menemani marliana dirumah sakit" ucap fahmi.
" iya sayang kamu jaga marliana baik-baik yah jangan diapain-apain" ucap mamah.
" siap mah, udah dulu ya mah bay" ucap fahmi mematikan handphonenya.
Fahmi kembali masuk keruangan marliana ia melihat marliana yang sedang duduk di kasur sembari makan cemilan yang diberikan fahmi, karna suasana yang sepi fahmi pun mengajak marliana becanda dengan berkata
" suapin dong kayanya enak" ucap fahmi.
" kamu mau?" tanya marliana.
" mau a...." ucap fahmi dengan mulut terbuka ia ingin marliana menyuapkan cemilan itu kepadanya.
Marliana pun menyuapkan cemilan itu ke fahmi karna ia tidak enak yang membeli cemilan itu adalah fahmi.
__ADS_1
disaat itu fahmi merasa sangat senang ia akhirnya bisa sedikit melelehkan hati marliana.
Karna waktu juga sudah malam fahmi menyuruh marliana untuk tidur sedangkan dirinya harus menjaga marliana, marliana berusaha untuk bisa tidur tanpa ditemani oleh ibunya namun itu sangat susah. fahmi pun bingung dengan keadaan itu akhirnya fahmi memegang tangan marliana dan menyuruhnya agar bisa beristirahat.
" marliana, tidur yah jaga kesehatanmu ada aku disini jadi tenanglah" ucap fahmi sembari memegang tangan marliana yang begitu erat.
Setelah berbicara seperti itu akhirnya marliana bisa tertidur. melihat marliana yang sedang berbaring membuat hati fahmi merasa kasihan sebenarnya ia sangat mencintai marliana dan suatu saat nanti ingin menikahinya namun berkata seperti itu sekarang pasti marliana akan menolaknya.
Karna suasana rumah sakit yang sangat sunyi dan ruangan marliana yang sangat sejuk membuat fahmi mengantuk ia pun akhirnya tidur dengan posisi kepala diatas kepalan tangan mereka berdua.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 04:25 fahmi terbangun oleh dinginnya malam ia pun pergi ke kamar mandi untuk cuci muka karna fahmi tidak membawa pakaian ganti terpaksalah ia hanya cuci muka saja, marliana pun menggigil karna kedinginan melihat hal tersebut fahmi langsung meminta tambahan selimut kepada penjaga untuk marliana, ia pun menyelimuti tubuh marliana dengan selimut tadi.
Marliana merasa bahwa tubuhnya sedikit hangat karna selimut tambahan ia tidak tahu bahwa yang menyelimuti nya adalah fahmi, marliana pun mengucapkan terimakasih lalu fahmi langsung menjawabnya mendengar suara fahmi marliana langsung duduk ia kaget ternyata fahmi masih di sini.
" fahmi" ucap marliana dengan sedikit terkejut.
" iyah kenapa?" ucap fahmi dengan raut muka yang biasa saja.
" iyah maaf aku baru bangun soalnya, aku kan sudah janji bakalan nemenin kamu disini" ucap fahmi.
" baru bangun??, kamu tidur disini? hah emang ini sudah jam berapa?" ucap marliana ia terkejut ternyata fahmi menemaninya selama ia tidur.
" udah pagi lah, aku pulang dulu ya soalnya hari ini mau kuliah" ucap fahmi.
Fahmi pun beranjak pergi dari ruangan marliana namun langkahnya terhenti oleh suara marliana yang memanggilnya.
" fahmi, hati-hati yah" ucap marliana.
" iyah kamu juga hati-hati disini, jangan lupa minum obatnya" ucap fahmi lalu pergi meninggalkan marliana.
__ADS_1
Mendengar perhatian yang selalu fahmi berikan membuat marliana tersenyum-senyum sendiri, suara detak jantungnya begitu berirama ia pun merasa heran dengan dirinya sendiri.
namun jikalau ia merasa jatuh cinta marliana menganggap itu mustahil karna fahmi yang merupakan anak orang kaya, tampilan yang begitu keren bahkan banyak pelayan cewe-cewe yang bekerja di restoran milik ibunya tergila-gila oleh ketampanannya.
apalah daya dengan marliana yang merupakan anak gadis biasa ia menjadi tulang punggung keluarga bahkan ia pernah menjadi seorang pemulung yang diketahui oleh ibunya fahmi, marliana tidak percaya diri jika di sandingkan dengan fahmi.
Marliana berusaha mengubur dalam-dalam perasaannya dan ia berusaha agar tidak suka kepada fahmi, marliana ia ingin pergi ke kamar mandi ia berusaha untuk berdiri namun tiba-tiba seseorang datang dan langsung memanggil namanya.
" marliana" ucap seorang.
marliana pun menoleh
" ibu...." ucap marliana.
ibu pun menghampiri marliana yang ingin beranjak dari tempat tidur.
" kamu mau kemana nak? biar ibu bantu" ucap ibu.
" mau pergi ke kamar mandi sebentar bu" ucap marliana.
Ibu pun memapah marliana menuju kamar mandi, pagi-pagi ibu sudah datang ia membawakan sarapan untuk marliana dan ia juga khawatir dengan kondisinya.
ibu melihat-lihat ruangan marliana tidak ada seorangpun ibu menanyakan kepada marliana yang masih di dalam kamar mandi bahwa fahmi telah berjanji kepada ibu akan menemani marliana namun ibu lihat fahmi tidak ada di ruangan.
marliana pun menyahuti pertanyaan ibu, bahwa fahmi sudah pulang ia harus pergi ke kampus mendengar jawaban dari marliana seperti itu ibu merasa lega bahwa fahmi anak yang benar-benar bertanggung jawab.
Marliana pun keluar dari kamar mandi dan ia bersama ibu kembali ke tempat tidur, ibu menyuruh marliana agar sarapan karna ibu sudah memasak makanan kesukaan marliana. ibu terkejut dengan meja yang dipenuhi dengan cemilan ibu menanyakan cemilan dari siapa segitu banyaknya karna ibu merasa tidak membelikan marliana cemilan.
lagi-lagi ibu mendengar nama fahmi ia merasa telah banyak membebani fahmi dan ibu merasa tidak enak hati kepada fahmi anak majikan dari tempat marliana bekerja.
__ADS_1
Ibu merasa curiga kepada marliana dan fahmi karna tidak semestinya anak seorang pemilik restoran dekat dengan pelayanannya, ibu menanyakan soal kedekatan marliana dan fahmi namun marliana menjawab ia hanya teman biasa dengan fahmi namun fahmi begitu sangat perhatian dan baik kepada marliana, mendengar ada seseorang yang begitu perhatian kepada anaknya ibu merasa senang.
Terima kasih telah membaca dan mendukung karya novelku ini yah ka jangan lupa baca episode selanjutnya....