
malam hari tiba....
marliana yang sedang belajar itu pun memikirkan kondisi ibu tiap waktu marliana selalu memikirkan ibunya yang kian menua namun marliana belum bisa membahagiakan ibunya.
ibu datang membawakan cemilan untuk marliana.
" nak, besok kamu pergi sekolah ya biar ibu yang mencari botol bekas." ucap ibu
" kepala ibu udah nggak sakit lagi kan bu?, kalau masih sakit ibu istirahat saja biar nanti pulang sekolah marliana yang mencari botol bekas." ucap marliana
" nggak sayang lebih baik kamu fokus sekolah saja." ucap ibu
marliana melanjutkan belajarnya di temani oleh ibunya.
Waktu semakin larut marliana dan ibu pergi untuk tidur karena besok mereka harus lebih bersemangat menjalani hidup.
Esok pun tiba...
Marliana izin untuk berangkat sekolah sementara ibu akan pergi mencari botol bekas, sesampainya di sekolahan marliana sudah di bicarakan oleh teman-teman sekelasnya yaitu tentang marliana yang sedang mencari botol bekas di tempat sampah.
mereka memandang marliana yang sangat kotor dan bau, marliana pergi berlari keluar kelas dan ia menuju kamar mandi sekolahan di sana ia menangis sangat kencang sampai terdengar oleh kamar mandi yang di sebelahnya.
tok..tok..tok..suara pintu kamar mandi
" Iyah sebentar." ucap marliana ia langsung berhenti menangis dan mengusap air matanya.
" maaf mengganggu kamu kenapa menangis." ucap teman yang bukan satu kelas dengan marliana.
__ADS_1
" saya nggak papa, saya pergi ke kelas dulu." ucap marliana ia sekarang menjadi seorang yang tertutup.
pembelajaran pun di mulai semua siswa-siswi di kelas mengikuti pembelajaran dengan sangat baik dan marliana pun ia sanggup menutupi semua hal yang terjadi tadi di dalam kelas.
semua teman di kelas tidak mau berteman dengan marliana karena mereka sudah tau marliana anak dari seorang pemungut sampah.
marliana sangat sedih semasa sekolahnya ia tidak mempunyai teman sedikit pun, kemana pun marliana sendirian.
sementara ibu yang sedang mencari-cari botol bekas ia merasa pusing karena hari ini terik matahari sangat panas ia sudah beberapa kali istirahat namun karena marliana ia bersemangat kembali, namun tiba-tiba kepala ibu semakin pusing dan sampai akhirnya ia terjatuh pingsan di tepi jalan.
seorang pengguna jalan melihat ibu terjatuh pingsan dan ia menolong serta membawanya ke klinik terdekat karena ia takut ibu terjadi kenapa-kenapa dan ia sama sekali tidak mengenalnya.
beberapa menit kemudian ibu tersadar dan ia bingung sekarang berada di mana, seseorang pun masuk ke ruangan ibu ternyata ia yang tadi menolong ibu di jalan.
ibu pun berterimakasih kepada orang tersebut namun ibu tidak bisa membayar semua pengeluaran yang diberikan oleh orang tersebut, namun orang tersebut menolong ibu dengan ikhlas ia langsung pergi meninggalkan ibu yang sudah sadar karena ia harus pergi bekerja.
ibu mendapat obat serta perawat menyuruh ibu agar banyak beristirahat dan bagaimana lagi hari ini ibu belum sanggup melanjutkan mencari botol bekas akhirnya ibu pulang ke rumah untuk beristirahat.
marliana ingin sekali berjumpa dengan ayahnya walaupun hanya lewat mimpi marliana mungkin sangat senang.
di makam ayah marliana menangis ia ingin sekali kalau ada yang mengejek marliana ayah yang membelanya namun apalah daya marliana sekarang harus kuat.
karna terlalu cape menangis marliana tidak sengaja tidur di atas batu nisan ayahnya.
marliana pun memimpikan ayahnya, ayah berkata kepada marliana selama ini ayah selalu ada di samping marliana, dan ia akan menjaga selalu marliana.
marliana anak ayah yang hebat yang cantik terus semangat ya sayang suatu saat nanti kamu akan menjadi anak yang sukses bahagiakan ibumu ya nak. ucap ayah di dalam mimpi memeluk marliana dan tiba-tiba menghilang.
__ADS_1
marliana bangun dari tidurnya waktu yang sudah sangat sore tanpa marliana sadari ia langsung pergi pulang meninggalkan makam ayahnya.
" ayah marliana pulang dulu ya" ucap marliana matanya mengarah ke makam ayah.
karna pemakaman tidak jauh dari rumahnya marliana pun sudah sampai di rumah, ia melihat ibu yang sedang menyapu halaman.
ibupun menanyakan marliana kenapa hari ini pulang sore marliana menjawab apa adanya ia singgah dahulu ke makam ayah dan tanpa sengaja marliana tidur di sana, mendengar itu ibu langsung memeluk marliana ia tau kalau marliana sedang rindu kepada ayahnya ibu juga merasa bersalah karena hidup marliana yang sangat keras ini, ia harus menerima semua masalah ini sendirian.
ibu mengajak marliana masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri, ibu berusaha memasak makanan kesukaan marliana yaitu nasi goreng telor mata sapi.
selesai membersihkan diri dan memakai pakaian ibu memberikan nasi goreng itu kepada marliana, marliana sangat suka dan melahapnya melihat itu ibu kembali sedih ia tidak akan bercerita soal tadi ibu pingsan di tepi jalan mungkin lain waktu saja ibu bercerita ia takut marliana khawatir dan memikirkan ibu.
malam yang seperti biasanya sepi, sunyi menyelimuti mereka berdua dan marliana tetap belajar ia ingat perkataan ayahnya dan bersemangat kembali untuk bersekolah dan ingin membahagiakan ibu.
saat ibu dan marliana tidur, ibu memimpikan ayah yang sekarang sudah bahagia disana ayah juga berpesan kepada ibu supaya menjaga dan merawat marliana, ayah ingin melihat mereka berdua bahagia juga.
karna hal itu ibu dan marliana sangat merindukan ayah.
sebenarnya marliana ingin mempunyai ayah sambung namun ibu belum memikirkan untuk mempunyai suami lagi ia ingin merawat marliana seorang diri iya takut jika nanti suami sambung untuk anaknya tidak menerimanya.
Keesokkan harinya marliana dan ibu melakukan kegiatan seperti biasanya, marliana pergi ke sekolahan dan ibu mencari botol bekas.
namun karna penyakit yang diderita ibu, ibu tidak bisa berjalan lebih jauh ia merasa sangat lelah sekali tidak seperti biasanya. ibu memutuskan untuk beristirahat sejenak ia membawa air minum saja itu pun sudah cukup untuk ibu.
karna benar-benar sudah tidak sanggup berjalan lagi ibu pun berniat untuk pulang saja walaupun hasil mencari botol bekas masih sedikit.
sepanjang jalan ibu terus-terusan untuk berhenti beristirahat, sampai tiba-tiba ada tetangganya yang sedang membawa becak menawarkannya untuk naik dan mengantarnya pulang karena ia tau ibu sedang sakit dan mukanya terlihat sangat pucat.
__ADS_1
sesampainya di rumah ibu mengucapkan terimakasih kepada tetangganya ia pun segera masuk rumah dan langsung pergi ke kamar untuk tiduran sejenak.
karna semakin tidak enak badanya ibu pun mengambil obat dan meminumnya.