Marliana

Marliana
16. Ungkapan hati


__ADS_3

Marliana pun mengajak fahmi agar pergi supaya nanti pulang tidak kemalaman fahmi izin ke ibu marliana untuk mengajaknya pergi sebentar.


mereka berdua pergi menggunakan mobil milik fahmi, di dalam mobil fahmi memuji kecantikan marliana karna baru kali ini marliana berdandan sedikit tebal ia pun suka.


Mendengar fahmi memujinya membuat marliana menjadi salah tingkah ia juga merasa malu karna pakaiannya yang sedikit pendek, marliana menyadari bahwa warna pakaian mereka sama padahal tidak janjian untuk memakai warna yang sama.


" serasi yah kita?" ucap fahmi.


" hah" ucap marliana pura-pura tidak mendengarnya.


" gak, kita mau sampai bentar lagi" ucap fahmi mengalihkan pembicaraan.


" oh iya" ucap marliana.


Mereka akhirnya sampai ke tempat dinner yang sangat nyaman dan terlihat suasana yang romantis.


fahmi pun menyuruh marliana agar duduk ke tempat yang sudah fahmi siapkan.


" marliana, aku samain ajah yah makanan kita pasti kalau aku nanya juga bakalan jawab terserah sama kamu" ucap fahmi.


" hehe iya aku nurut ajah" ucap marliana.


Karena dinner pertama bagi marliana membuatnya sedikit agak bingung ia harus bagaimana karena orang-orang sekitarnya terlihat sangat romantis pada pasangannya masing-masing.


" marliana" ucap fahmi.


" aku mau tanya boleh" tanya fahmi.


" ya boleh silahkan mau tanya tentang apa?" ucap marliana.


" soal cowo yang kemarin di rumah kamu itu siapa?" tanya fahmi.


" oh itu emangnya kenapa" ucap marliana.


" ya tanya aja sih kalau gak boleh tau ya gak papa terserah kamu" ucap fahmi mukanya langsung terlihat cemberut.


" itu temen waktu sekolah dulu" ucap marliana.


" yakin cuman temen?" tanya fahmi ia sangat penasaran.


" iyah, fahmi yang ganteng" ucap marliana yang keceplosan.


" makasih juga cantik" ucap fahmi dengan raut muka yang kembali senang.


" permisi" sahut pelayan yang membawakan mereka makanan serta minuman.

__ADS_1


Pelayan pun pergi.


" silahkan makan" ucap fahmi kepada marliana.


" iyah, kamu juga makan lah" ucap marliana.


Baru makan satu suapan marliana kaget dengan cita rasanya yang begitu enak baru pertama kali ia memakan makanan seenak itu.


karna sedikit malu ia makan dengan pelan-pelan padahal ia ingin memakannya dengan cepat dan lahap agar makanan itu cepat habis.


" kamu suka dengan makanan itu?" tanya fahmi karena ia tidak tahu selera makanan marliana.


" suka banget ini enak" ucap marliana.


" bagus lah kalau kamu suka" ucap fahmi.


Setelah mereka selesai makan dan meja mereka pun sudah bersih, fahmi akan mengatakan sesuatu kepada marliana.


" marliana" ucap fahmi.


" iyah, fahmi kenapa kita sudah mau pulang yah?"ucap marliana dengan polosnya.


" enak saja udah kenyang mau pulang" ucap fahmi dengan nada bercanda.


" ya terus mau ngapain disini?" tanya marliana.


" kamu mau gak jadi pacar aku" ucap fahmi dengan menatap mata marliana.


" mmmm...gimana ya" ucap marliana ia bingung.


" kamu mau gak?" tanya fahmi sekali lagi.


" aku bingung, boleh kasih waktu gak buat menjawabnya" ucap marliana menundukkan kepalanya.


" yaudah aku kasih 2 hari untuk menjawabnya, tapi kamu harus janji setelah hari itu kamu harus bertemu sama aku" ucap fahmi.


" iyah aku janji" ucap marliana.


Walaupun belum tau jawaban dari marliana namun fahmi sangat yakin jika marliana pasti mau menerimanya.


setelah fahmi membayar semua makanan yang mereka pesan akhirnya mereka berdua pergi ke salah satu taman kota yang sangat indah di malam hari.


Udara yang sejuk membuat mereka tenang dan suasana yang mendukung untuk fahmi yang sedang jatuh cinta kepada marliana.


" aku kalau sedang ada masalah pasti pergi ke sini" ucap fahmi dengan melantur untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


" begitu ya, bukanya di sini sangat dingin"ucap marliana ia tidak biasa pergi ke taman pada malam hari.


" kamu kedinginan?" tanya fahmi kepada marliana.


" gak, cuman gak biasa aja malam-malam pergi ke sini" ucap marliana.


" yaudah kita pulang saja yah" ucap fahmi ia mengajak marliana untuk pulang.


Namun marliana menolaknya karena ia ingin juga duduk di taman untuk menenangkan diri sejenak, fahmi pun berharap kepada marliana jika ia hari-hari ini tidak ada kabar di harapkan agar marliana mengerti karena 2 hari lagi fahmi akan fresh graduate di kampusnya.


Marliana pun memahaminya dan marliana juga memberikan ucapan semangat untuk fahmi mendengar ucapan marliana tersebut membuat suasana semakin indah bagi fahmi ia semakin berbunga-bunga hatinya.


Waktu yang kian larut malam fahmi mengajak marliana untuk pulang, mereka berdua akhirnya pulang dan sesampainya di rumah marliana fahmi langsung pulang karena kalau singgah di rumah marliana malam-malam tidak enak nanti jadi bahan omongan para tetangga marliana.


" ibu marliana pulang" ucap marliana ia masuk ke dalam rumah karna pintu belum ibu kunci.


" iyah nak" sahut ibu di dalam kamar.


" ya udah sana pergi tidur besok kamu kerja bukan nak?" tanya ibu.


" iyah bu, besok marliana kerja" ucap marliana.


Marliana masuk ke kamar tidur sedangkan ibu sedang mengunci pintu depan karna marliana sudah pulang.


marliana yang sedang berbaring memikirkan jawaban untuk fahmi ia bingung untuk menerimanya atau tidak,


memikirkan hal seperti itu membuat marliana mengantuk ia pun tertidur.


Pagi hari yang cerah...


Marliana yang telat bangun padahal ibu sudah membangunkannya karna masih mengantuk membuat marliana telat ia langsung buru-buru pergi ke kamar mandi dan ibu sangat pengertian ia menyiapkan baju untuk marliana.


karena semua sarapan sudah siap namun marliana meminta untuk membawa bekal saja ia nanti makan di restoran karna waktu yang sudah sangat mepet dan marliana takut telat.


Saat marliana mau berangkat bekerja ternyata fahmi sudah ada di depan rumahnya, fahmi sengaja tidak memberi tahu kepada marliana ia akan menjemputnya.


dengan sangat kebetulan akhirnya marliana mau pergi dengan fahmi dan ia langsung mencium tangan ibu untuk pergi bekerja.


Mereka berdua berjalan menuju restoran di dalam mobil marliana bingung kenapa fahmi tiba-tiba ada di depan rumahnya bukannya hari-hari ini dia sangat sibuk?, apakah dia meluangkan waktu untuk menjemput ku?.


ah mungkin ini hanya pemikiranku saja, mereka berdua tidak mengobrol sama sekali di dalam mobil. sesampainya di restoran marliana segera turun dan langsung menuju ke dalam restoran tanpa berterimakasih kepada fahmi.


" Lah tuh anak lucu sekali ya" ucap fahmi sembari senyum-senyum.


Fahmi pun masuk ke dalam restoran untuk menemui marliana, setelah bertemu marliana fahmi memberi semangat kepada marliana.

__ADS_1


pelayan yang ada di samping marliana merasa iri karena siapa sih yang gak mau di beri semangat oleh anak majikannya yang ganteng lagi.


Namun marliana tetap menundukkan kepalanya ia sedikit malu kepada teman-temannya.


__ADS_2