
beberapa bulan kemudian marliana sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas ia bersemangat sekali untuk mengikuti kenaikan kelas ini.
banyak dari murid lain kesusahan dari soal yang di berikan namun, marliana tidak sama sekali kesusahan karena selama ini waktunya banyak di gunakan untuk belajar dan belajar.
hari-hari berikutnya setelah selesai ujian. marliana kenaikan kelas ia mengajak ibunya untuk mengambil laporan hasil ujiannya itu dan seperti biasa marliana selalu mendapatkan peringkat satu.
pada sore hari ibunya tiba-tiba mengeluh kepala terasa sakit, marliana memapah ibu nya masuk ke dalam kamar untuk berbaring dan marliana pergi untuk membelikan obat.
ia pun pergi ke apotek namun karna uang nya kurang ia tidak membawa obat dari apotek. lalu marliana melihat ke arah toko ia mencoba untuk bertanya mengenai obat sakit kepala dan menurut penjaga toko ada harganya sesuai dengan uang yang di bawa marliana.
akhirnya marliana pulang membawa obat dari toko. marliana membawakan makan, minum dan obat ke ibu soalnya ibu belum makan. selepas minum obat ibu langsung tidur dan marliana merasa sedih melihat ibunya berbaring kesakitan.
sampai malam hari kepala ibu masih terasa sakit akhirnya marliana menemani ibu tidur dan pada keesokan harinya ibu belum sanggup untuk bekerja mencari botol bekas. karena hari ini marliana libur sekolah akhirnya marliana yang mencari botol bekas.
sepanjang jalan ia belum menemukan botol bekas tersebut sampai akhirnya ada seorang ibu yang menawarkan botol bekas sisa hajatan kepada marliana karna ibu itu sering melihat marliana dan ibunya mencari botol bekas ia juga menawarkan untuk beristirahat di rumahnya namun marliana menolak karena ia akan lanjut mencari botol bekas lagi.
Marliana mengucapkan banyak berterimakasih kepada ibu tersebut dan ia lanjut berjalan karna hari ini marliana harus mendapatkan banyak botol bekas agar ia bisa membawa ibunya pergi periksa.
__ADS_1
ia pun mencari di setiap tempat sampah rumah dan tiba-tiba ternyata pemilik salah satu rumah tersebut adalah rumah temannya, marliana sangat malu namun apalah daya demi bisa membawa pergi ibunya periksa ia menahan malu serta menerima semua perkataan temannya yang menjelek-jelekkan namanya.
lalu marliana langsung pergi ke tempat lain, ia duduk di dekat taman seseorang menghampirinya dan memberikan tisu kepada marliana karena pada saat ini marliana sedang menangis karna ulah temanya tadi.
marliana langsung menerimanya dan mengucapkan terimakasih tanpa memandang wajah seseorang itu dan seseorang itu pergi meninggalkan marliana.
"aku harus kuat" ucap marliana di dalam hatinya.
ia pun melanjutkan dan jalan itu searah dengan rumah pengepul botol bekas karna waktu juga sudah siang dan panas marliana pun menjual botol bekas tersebut dan pergi pulang untuk menemui ibunya.
ia memikirkan siapa seseorang tadi yang memberikannya selembar tisu iya berharap agar nanti bisa ketemu lagi orang baik seperti dia.
marliana singgah dahulu ke toko buah karna selama ini iya ingin sekali memakan buah dan juga membelikannya untuk ibu.
" beli buah untuk ibu supaya cepat sehat kembali marliana sedih melihat ibu yang sedang sakit, pasti ibu sangat senang jika marliana membelikannya buah". ucap marliana terlihat sangat antusias.
marliana berjalan pulang sesampainya di rumah ia menemui ibunya yang sedang berada di kamar.
__ADS_1
"ibu" teriak marliana
"Iyah sayang kamu sudah pulang." sahut ibu dengan suara pelan.
" marliana punya sesuatu untuk ibu, tebak marliana bawa apa?." ucap marliana
" kamu bawa apa nak." ucap ibu sembari tersenyum
" marliana bawakan ibu buah, ibu suka nggak?." ucap marliana
" Iyah ibu suka sayang, makasih ya nak." ucap ibu dengan memeluk tubuh marliana.
marliana menyuapi ibunya dengan sangat tulus begitu sayangnya marliana ke ibu karna ibu berjuang membesarkan marliana seorang diri tidak lah mudah.
ibu mempertanyakan kondisi marliana karena dari pagi sampai siang hari ia mencari botol bekas, ibu tidak mau melihat marliana kecapean karenanya.
karna seharusnya seusia marliana sedang fokus sekolah dan bermain namun sejak kecil marliana lebih fokus membantu ibunya mencari botol bekas dibandingkan dengan bermain. karna saat bermain pun ia selalu saja jadi bahan ejekan sehingga marliana tidak banyak mempunyai teman.
__ADS_1
sisa semua uang hasil jual botol bekas hari ini marliana serahkan kepada ibu, ibu pun mengasih beberapa lembar untuk marliana pergi membeli sesuatu yang ia suka namun marliana lebih memilih untuk menyimpan uang tersebut.