Marliana

Marliana
9. Ke khawatiran seorang ibu


__ADS_3

pagi yang cerah..


seperti biasanya marliana berangkat bekerja sedangkan ibu hari ini akan membelikan sepeda untuk marliana tanpa sepengetahuannya, karena sepeda ini sebagai hadiah untuk marliana yang sudah bekerja keras.


ibu pergi menggunakan angkutan umum sesampainya ditoko sepeda ibu membeli salah satu sepeda yang modelnya untuk perempuan, karna harga sepeda itu cukup dengan uang yang di bawa ibu akhirnya ibu pulang dengan menggunakan sepeda baru itu.


karna kondisi ibu yang sudah baikan ia pun sanggup untuk mengayuh sepeda ke rumah, sesampainya dirumah ibu langsung mengambil air minum karna haus.


waktu sudah siang ibu akhirnya tidak pergi mencari botol bekas, ia duduk di depan rumah ia rindu sekali duduk bersama marliana sambil bercanda gurau, ibu mempunyai ide ia akan menjemput marliana pulang kerja pasti marliana sangat senang.


Pukul 19:30 ibu berangkat untuk menjemput marliana di restoran tempat marliana bekerja menggunakan sepeda baru, karna ibu belum dan tidak pernah tau marliana bekerja dimana namun ia ingat jalan yang dibicarakan marliana tempat bekerjanya akhirnya ibu menuju kesana.


sesampainya dijalan tersebut ibu menanyakan kepada masyarakat sekitar tentang restoran tersebut, karna sangat populernya hampir semua masyarakat sekitar tahu tentang restoran tersebut dan menunjukan tempatnya kepada ibu.


ibu segera menuju kesana karna takut marliana sudah pulang dahulu, ibu melihat marliana dari luar yang sedang menjadi pelayan restoran tersebut.


" cantiknya anak ibu" ucap ibu marliana yang berada diluar restoran.


" semangat yang sayang, ibu menunggu mu disini" ucap ibu namun karna jarak yang jauh marliana tidak mendengarnya.


ibu pun duduk di tepian jalan persis disamping restoran marliana bekerja, 1 jam lebih ibu menunggu marliana yang tidak keluar-keluar dari restoran tersebut.


sampai akhirnya marliana keluar ia tidak tahu bahwa ibunya sedang menunggunya.


saat marliana berjalan di depan ibu ia belum menyadari bahwa itu ibunya, ibu pun memanggil marliana.


" marliana" ucap ibu


sontak marliana menengok kebelakang karena ada yang memanggil namanya.


" ibu" ucap marliana sambil mendekati ibu dan memeluknya.


" ibu kenapa ada disini, ini sudah malam bu sebaiknya ibu dirumah saja di luarkan dingin" ucap marliana yang begitu perhatian kepada ibunya.

__ADS_1


" ibu ingin menjemput kamu nak" ucap ibu


" ini sepeda siapa bu?" tanya marliana


" sepeda kamu nak, tadi pagi ibu membelinya untuk kamu" ucap ibu


karna marliana kecapean akhirnya ia mengajak ibu segera pulang ke rumah waktu juga sudah malam.


sesampainya dirumah marliana langsung bergegas membersihkan diri dan ibu menyiapkan makan untuk marliana, marliana pun selesai mandi dan sudah memakai pakaian ia menuju meja makan.


mereka berdua makan dengan lahap apalagi marliana yang baru pulang kerja ia makan dengan sangat lahap karna lapar.


menurut marliana masakan ibu paling enak dibandingkan masakan tempat ia bekerja, karna pujian tersebut ibu senyum-senyum sendiri.


setiap malam marliana merindukan saat ia masih belajar mengerjakan tugas sekolah namun sekarang ia hanya bisa pasrah dengan jalan kehidupannya.


5 tahun kemudian marliana bekerja di restoran


marliana merupakan anak buah kesayangan ibu fatimah karena kerajinannya dan menjadi sumber semangat bagi teman-teman yang di restoran.


uang hasil kerjanya selama ini ia gunakan sebagian untuk membelikan perhiasan untuk ibu dan merenovasi rumahnya sedikit demi sedikit.


selama marliana bekerja sekarang ia dan ibu tidak kekurangan lagi makan, bahkan kehidupan ibu sekarang sudah mulai berkecukupan karena selama marliana bekerja ia tidak neko-neko ia hanya fokus bekerja selesai bekerja ia langsung pulang ke rumah tidak pergi kemanapun.


marliana kini menjadi remaja yang cantik dan bisa merawat diri, setiap marliana bekerja di restoran fahmi selalu merayu marliana bahkan ia pernah menyatakan cinta kepadanya namun marliana menolak.


libur kerja pun tiba marliana ingin mengajak ibu pergi ke tempat wisata taman karena marliana merasa sedikit bosan dengan kegiatan yang ia kerjakan setiap hari dan ingin menjernihkan pikiran.


namun tiba-tiba cuaca menjadi gelap dan turunlah hujan marliana dan ibu berlari mencari tempat teduh yang sedikit jauh dari mereka, pakaian yang mereka kenakan pun menjadi basah.


Hujan kunjung tidak berhenti mereka berdua kedinginan sampai akhirnya hujan sedikit reda mereka langsung bergegas pulang menggunakan angkutan umum.


sesampainya dirumah ibu pun mandi dahulu sedangkan marliana memasak air untuk mandi sendiri menggunakan air hangat agar tidak kedinginan.

__ADS_1


selesailah mereka berdua dan sekarang sudah rapih, ibu menyiapkan makanan untuk marliana.


Marliana ia sedang berada dikamar badannya terasa sangat tidak enak karena kehujanan, ibu belum mengetahuinya karena ia sedang di dapur.


masak telah selesai ibu segera memanggil marliana dan kunjung tidak ada jawaban darinya, ibu memutuskan untuk menemui marliana didalam kamar ibu ingin membangunkan marliana dan tidak sengaja memegang badan marliana yang panas.


Ibu pun bingung ia segera membeli obat ke apotek untuk membelikan marliana obat ibu mengayuh sepeda dengan sangat terburu-buru, sampai akhirnya ia sampai dan membelikan marliana obat penurun panas.


ibu pun segera pulang menemui anaknya,


ia membawa sedikit makanan dan obat tadi yang ia beli kepada marliana.


Marliana pun dibangunkan oleh ibu


" nak, bangun badan kamu panas nak kita makan dulu ya sedikit selesai makan kamu minum obat ibu sudah membelikannya untukmu." ucap ibu


Marliana bangun dengan dibantu ibu ia makan disuapin oleh ibu dan selesai makan marliana meminum obatnya.


" yaudah kamu istirahat saja ya nak" ucap ibu dengan mengelus rambut marliana.


marliana menjawab dengan menganggukan kepalanya.


Malam tiba...


panas badan marliana pun sedikit menurun ibu seperti biasanya menyuapkan makanan dan menyuruh marliana meminum obat karna sudah waktunya.


marliana berbicara kepada ibu ia meminta maaf karena sudah merepotkannya, pembicaraan tersebut membuat ibu sedikit marah karna sudah kewajiban ibu merawat anaknya, ibu sangat khawatir kepada marliana yang sedang sakit ia berharap agar marliana segera sehat kembali ia tidak mau melihat anaknya berbaring seperti ini.


Malam ini ibu tidur bersama marliana, dan tiba-tiba hujan turun kembali marliana merasa sangat kedinginan ibu pun segera mengambil selimut untuk marliana agar anaknya merasa hangat, lampu pun padam ibu segera mencari lilin di dapur untuk menerangi kamar marliana, marliana takut gelap ia berteriak memanggil ibu.


ibu berjalan membawa lilin yang sudah menyala, marliana sedikit lega ia akhirnya bisa tidur kembali.


Ibu tidak bisa tidur ia memikirkan kondisi marliana, ia takut jika suhu tubuh marliana naik.

__ADS_1


malam yang sunyi dan gelap kian menyelimuti mereka tanpa ibu sadari ibu pun tertidur.


__ADS_2