Marliana

Marliana
Bab 3 pendirian yang teguh


__ADS_3

selepas pergi berenang mereka pun pulang.


sesampainya di rumah marliana berbicara dengan ibunya ia mengucapkan terimakasih karena sudah mengajak marliana pergi berenang selama ini ia hanya melihat dari luar saja, ingin masuk pun ia tidak berani meminta kepada ibu karena ia tau kondisi sekarang seperti apa marliana kasihan jika harus memaksa ibu.


pagi yang cerah pun tiba....


" Bu, apa hari ini kita pergi untuk mencari botol bekas?." ucap marliana


" tidak nak besok kan kamu mulai masuk sekolah baru, ibu tidak mau kamu kecapean gara-gara bantuin ibu, kamu rapihkan saja pakaian yang mau kamu pakai besok dan siapkan buku tulis sekolah saja nak." ucap ibu


"tapi kan marliana belum punya seragam dan buku baru bu." ucap marliana dengan sedih


" ibu sudah beli nak coba kamu lihat di lemari ibu udah membeli semua perlengkapan sekolah kamu." ucap ibu


" hah yang bener bu? makasih banyak ya bu." ucap marliana sambil memeluk ibunya


Marlina pun mempersiapkan segala perlengkapan sekolah sambil bernyanyi.


" aduh duh duh anak ibu kelihatan senang sekali,suara kamu bagus juga nak." ucap ibu


"hehehehe ibu mah, bu besok ibu antar marliana ke sekolah baru kan bu?." ucap marliana


" Iyah sayang besok ibu antar kamu lagian kan kamu belum bayar administrasi nya." ucap ibu


" Iyah bu selesai beres-beres ini marliana mau makan bu laper." ucap marliana


" iya sayang makan yang banyak yah nak biar kamu selalu sehat." ucap ibu


hari ini mereka sangat bersenandung bahagia karena marliana bisa melanjutkan sekolah.


malam yang sunyi menyelimuti rumah mereka


marliana tidak bisa tidur karena memikirkan besok sekolah dan lingkungan baru apakah marliana akan mendapatkan teman?,


tanpa marliana sadari waktu kian larut malam dan marliana mulai sangat mengantuk sampai ia tidur.


" nak bangun sudah pagi." ucap ibu sambil menepuk pelan badan marliana


" jam berapa ini bu? apa marliana telat." ucap marliana sambil mengambil handuk


" belum telat nak, udah sana cepat mandi lalu sarapan dulu sebelum berangkat sekolah yah nak ibu udah siapkan sarapan dimeja." ucap ibu


" Iyah bu" ucap marliana sambil berlari menuju kamar mandi


selepas mandi dan memakai seragam baru marliana sarapan dengan sangat buru-buru karena ia tidak sabar ke sekolah.

__ADS_1


" ayo bu kita berangkat." ucap marliana


" kamu sudah sarapan nak." ucap ibu


" udah bu" ucap marliana


mereka berangkat menuju ke sekolah baru sesampainya disana sudah banyak anak-anak lainnya.


"nak kamu tunggu disini yah ibu mau keruang pendaftaran."ucap ibu


"Iyah bu" ucap marliana


Marliana pun duduk diruang tunggu pendaftaran lalu datang seorang anak perempuan juga duduk disamping marliana.


"hai boleh kenalan,nama aku marliana nama kamu siapa?." tanya marliana sambil menjulurkan tangannya


"boleh,nama aku Sindi kamu udah lama nunggu di sini marliana?." ucap Sindi


" gak terlalu lama sih baru ibu aku masuk ke ruang pendaftaran." ucap marliana


mereka pun berbincang dengan seru dan ibu marliana pun memanggil marliana untuk memasuki kelasnya.


" nak ayo sini" ucap ibu


"Iyah bu" ucap marliana


"Iyah marliana " ucap Sindi


ibu dan marliana menuju ke ruang kelas dan tidak lama kemudian datanglah sindi ternyata mereka berdua satu kelas.


"Sindi sini sini" ucap marliana


"eh marliana, kamu duduk depan sini yah" ucap Sindi


"Iyah kamu sudah dapat tempat duduk belum,kalo belum sini duduk disamping aku masih kosong." ucap marliana


"serius nih aku boleh duduk disini."ucap Sindi


"ya boleh lagian tempat duduk lain sudah penuh penuhkan." ucap marliana


"nak ibu tunggu diluar yah" ucap ibu


"Iyah bu" ucap marliana


tidak lama kemudian guru mereka pun masuk dan memperkenalkan diri.

__ADS_1


"selamat pagi anak-anak" ucap guru mereka


"selamat pagi juga bu" ucap murid


"Sekarang ibu ingin tahu nama kalian jadi kalian maju satu persatu kedepan untuk memperkenalkan diri." ucap ibu guru


lalu mereka pun satu persatu maju kedepan untuk memperkenalkan diri dan giliran marliana maju kedepan, mereka terkejut dengan marliana yang berkulit hitam dan muka yang kusam, mereka membicarakan marliana yang hitam dekil tidak sedikit pun memakai cream wajah. selesai marliana memperkenalkan diri hanya beberapa murid yang bertepuk tangan dan selesai juga murid-murid lain memperkenalkan diri mereka sendiri.


"anak-anak besok sudah mulai pembelajaran dan harap bawa buku masing-masing jangan sampai telat masuk juga yah." ucap ibu guru dengan penuh semangat


" Iyah bu"ucap semua murid


" sekarang berkemas-kemas untuk pulang dan berdoa dipimpin oleh teguh." ucap ibu guru


selesai berdoa mereka pun bersalaman dengan ibu guru dan langsung keluar kelas banyak mereka yang memandangi marliana begitu tidak enak sampai tidak mau tersentuh sedikitpun oleh marliana.


"ibu ayo kita pulang" ucap marliana


"ayo nak" ucap ibu


ibu dan marliana mereka berjalan kaki karena sekolah marliana tidak terlalu jauh.


"nak gimana tadi disekolah kelihatannya kamu sudah punya teman." ucap ibu


setau ibu marliana banyak teman karena semua murid baru pasti akan berkenalan dan marliana berbohong kepada ibu agar ia tetap bersekolah di sana.


"Iyah bu, mereka mau berteman dengan marliana, marliana sangat senang mempunyai teman dan bersemangat sekolah demi ibu dan cita-cita marliana". ucapnya


"apa cita-cita mu nak" ucap ibu


"marliana ingin menjadi dokter bu." ucap marliana


" yang bener nak kamu ingin jadi seorang dokter ibu akan selalu mendukung mu nak." ucap ibu


" terimakasih yah bu." ucap marliana


Di sekolah marliana menjadi pusat perhatian karena kepintarannya walaupun di pandang sebelah mata oleh teman-teman lainnya namun ada saja murid yang mengagumi sosok marliana yang begitu tidak memikirkan perkataan murid yang tidak enak di dengar.


walupun begitu marliana masih seorang gadis kecil yang selayaknya anak-anak jika di ejek orang lain pasti bisanya menangis.


namun sudah terbiasa bagi marliana yang selalu di ejek oleh orang lain, bahkan ia anggap sebagai makanan sehari-hari jadi marliana semakin kuat dan makin teguh hatinya.


karena marliana berpegang teguh pada pendiriannya yaitu ingin mengubah takdir hidupnya dan membahagiakan kedua orang tuanya terutama ibunya.


ia ingin sekali walaupun ayahnya tidak melihatnya sekarang tapi marliana akan membuktikan bahwa ia akan menjadi orang yang sukses.

__ADS_1


tanpa perhatian seorang ayah marliana mampu untuk menjadi kuat karena prinsip marliana sekarang ayah nya selalu berada di sampingnya untuk terus mendukung serta menyayanginya.


ibu juga tau prinsip marliana kadang ibu merasa sedih kepada marliana karena tidak bisa mendapatkan kasih sayang seorang ayah.


__ADS_2