
Marliana pulang dengan tergesa-gesa karna cuaca yang tiba-tiba gerimis, karna rehan khawatir dengan marliana ia pun mengikuti marliana dari belakang tanpa marliana sadari.
sesampainya di depan rumah marliana segera masuk karna hujan yang semakin deras saat marliana akan membuka pintu gubrak... suara yang terdengar tidak jauh dari rumah marliana ternyata rehan menghantam sebuah pohon dengan sepeda motornya karna jalan yang tidak kelihatan oleh derasnya hujan.
Marliana segera berlari untuk mengecek kondisi pengendara motor tersebut tanpa marliana ketahui bahwa orang tersebut adalah rehan, marliana langsung memapah orang tersebut untuk masuk ke dalam rumah dan melihat marliana bersama seseorang, ibu langsung menghampiri marliana.
Ibu melihat marliana yang basah kuyup ia langsung mengambil handuk dan menyuruhnya agar berganti pakaian, marliana pun pergi ke belakang sementara itu ibu menyuruh agar seseorang itu membuka helm yang ia kenakan karena ia sekarang berada di dalam rumah.
saat membuka helm ibu tidak mengenali bahwa itu teman marliana ibu pun membawakan handuk serta pakaian ganti bekas suaminya dahulu ibu menyuruh ia agar berganti pakaian setelah marliana keluar.
Marliana sudah berganti pakaian ia akan menuju ke ruang tamu setelah melihat seseorang tadi yang ia tolong marliana terkejut ternyata rehan yang ia tolong.
" Rehan" ucap marliana dengan sangat terkejut.
" iyah, kenapa?" ucap rehan.
" jadi kamu yang menghantam pohon tadi?" tanya marliana.
" Iyah" ucap rehan dengan senyum-senyum.
" udah nak, sana kamu ganti pakaian dulu takut masuk angin" ucap ibu memotong pembicaraan mereka.
Rehan pun menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian, setelah selesai rehan kembali duduk di kursi ruang tamu.
" minum nak, ibu sudah siapkan teh hangat untukmu" ucap ibu.
" terimakasih banyak bu" ucap rehan yang kedinginan.
" marliana kamu kenal dengan dia" tanya ibu kepada marliana.
" iyah bu, namanya rehan teman dulu saat marliana masih sekolah" ucap marliana.
__ADS_1
" oh nak rehan, ibu tinggal dulu ya ke dalam ibu mau masak" ucap ibu.
" ibu saya bantu yah" ucap marliana.
" tidak usah nak, kamu temenin aja nak rehan kasihan kan mau pulang juga masih hujan" ucap ibu.
Ibu pun pergi ke dalam, marliana heran dengan rehan karena rumah rehan tidak searah dengan marliana mengapa rehan bisa ada di belakang dia?, marliana pun melontarkan pertanyaan kepada rehan mengapa ia berada di sekitaran sini bukanya ia tadi mau pulang?.
rehan menjawab dengan berbohong bahwa ia akan main ke rumah temannya yang sekitaran sini, dengan bicara seperti itu marliana langsung percaya.
Mereka mengobrol dengan membahas masa lalu saat mereka masih bersekolah, sampai tidak terasa waktu menunjukan pukul 19:30. karna ibu sudah selesai masak ibu mengajak rehan untuk makan bersama mereka, rehan yang sedang lapar pun mau untuk makan bersama mereka saat akan menuju ke ruang makan tiba-tiba suara pintu berbunyi.
tok tok tok....
Ibu yang dekat dengan pintu akhirnya membuka pintu dan ternyata yang datang adalah fahmi.
melihat kedatangan fahmi marliana pun tidak enak hati kepadanya karena disitu masih ada rehan.
" nak fahmi, silahkan masuk nak" ucap ibu.
" nak fahmi kita makan bersama yah" ucap ibu.
" gak usah bu, fahmi sudah makan" ucap fahmi ia berbohong karena ia tidak mau makan bersama rehan.
Marliana langsung mendekat ke fahmi dan menarik tangannya agar bisa makan bersama.
" hayu makan" ucap marliana kepada mereka.
marliana yang duduk di dekat fahmi membuat hati rehan menjadi panas, ia tidak menyangka bahwa sekarang mempunyai saingan yang mempunyai wajah tampan namun rehan tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati marliana.
Selesai mereka berempat makan marliana membantu ibu membersihkan tempat makan sedangkan fahmi dan rehan sudah ada di ruang tamu.
__ADS_1
" hey kamu siapanya marliana?" ucap rehan.
" pacar marliana" ucap fahmi.
" alah bohong ya mana mungkin marliana punya pacar seperti kamu" ucap rehan.
" kalau tidak percaya ya sudah" ucap fahmi.
Mereka berdua mengakhiri pembicaraan setelah marliana datang mereka langsung berubah saling diam tanpa berbicara.
melihat mereka berdua marliana bingung ingin berbicara apa namun karna rehan sudah lama di rumah marliana dan sudah ada fahmi, rehan izin untuk pulang karena hujan pun sudah reda.
Setelah rehan sudah pulang, fahmi masih saja diam karena ia merasa sakit hati kepada marliana yang dekat dengan laki-laki lain. akhirnya fahmi pun izin pulang juga kepada ibu dan marliana.
melihat sikap fahmi yang sekarang berbeda membuat hati marliana semakin tidak karuan/sedih.
Malam yang sejuk setelah hujan datang marliana pun merasa ingin tidur, ia pun akhirnya pergi ke kamar untuk tidur dan disusul oleh ibu. karna baru saja sembuh ibu pun tidur bersama marliana takut jika tubuh marliana panas kembali.
Ibu yang ingin menanyakan soal rehan kepada marliana namun marliana yang sudah tidur akhirnya ibu membatalkan pertanyaan kepada marliana, ibu pun akhirnya tidur.
Fahmi ia tidak pulang langsung ke rumah melainkan pergi ke cafe untuk menenangkan diri, ia merasa sekarang sedikit jauh dengan marliana karena kesibukannya namun demi masa depan fahmi kembali bersemangat.
waktu yang kian larut malam akhirnya fahmi pulang ke rumah, besok pagi ia harus membantu ibunya mengurus restoran fahmi berharap marliana akan cepat berangkat bekerja untuk bisa bertemu dengannya.
pagi yang cerah...
karena marliana yang sudah bosan dan keuangannya sekarang sudah berkurang akhirnya ia berangkat bekerja ia pun meminta izin kepada ibu untuk bisa berangkat bekerja, namun sebenarnya ibu tidak mengizinkan marliana untuk sekarang bekerja karna baru saja sembuh melihat tekad marliana akhirnya ibu mengizinkan dengan satu syarat jika merasa lelah sebaiknya marliana izin pulang.
Ibu dirumah ia merasa aktivitas sekarang banyak membuang waktu ia pun akan pergi untuk membeli mesin jahit bekas untuk menambah penghasilan dan membantu marliana serta ia akan mencoba mendesain baju untuk anaknya.
Hari ini marliana berangkat bekerja menggunakan angkutan umum karna ia belum sanggup untuk mengayuh sepeda, sesampainya di restoran rekan-rekan marliana menanyakan soal kondisinya sekarang dan meminta maaf tidak menjenguk marliana pada saat di rumah sakit karena waktu mereka banyak di gunakan di restoran tersebut.
__ADS_1
Di restoran marliana merasa ia sangat asing karena baru bisa berangkat bekerja setelah 1 minggu tidak bisa masuk kerja dan ibu fatimah yang sudah ada disana ia merasa sangat senang karena marliana sudah bisa berangkat bekerja lagi ia tidak akan menggantikan posisi marliana, karena selama marliana tidak berangkat bekerja ibu fatimah yang menggantikannya.
Makin seru bukan ceritanya kita lanjut baca episode selanjutnya, selamat membaca☺️👉