
Marliana pulang sekolah ia tidak tahu kalau ibunya sedang tidur karna kecapean dan jatuh sakit.
saat marliana ingin masuk ia mendengar suara merintih kesakitan ternyata suara itu berasal dari kamar ibu dan marliana segera untuk mengecek kamar tersebut.
Marliana terkejut ternyata suara yang merintih itu suara ibu, marliana bingung ia harus bagaimana?.
akhirnya karena kasihan kepada ibu marliana meminta tolong kepada tetangganya untuk membawa ibunya pergi ke rumah sakit.
ternyata benar ibu harus di rawat inap karena penyakit yang di derita oleh ibu lekas kembali.
karna marliana tidak punya biaya nanti untuk membayar rumah sakit tersebut ia pun meninggalkan ibu yang sedang tidur istirahat, untuk pergi mencari botol bekas atau pun pekerjaan lain agar ia bisa membayar biaya rumah sakit tersebut.
sebenarnya marliana sangat lelah namun ia harus tetap bersemangat demi ibunya.
marliana coba untuk melamar pekerjaan di sebuah restoran yang ia lihat, karna rumah makan tersebut sangat ramai marliana berfikir pasti rumah makan tersebut membutuhkan pembantu.
ia pun masuk dan menanyakan kepada pemilik rumah makan tersebut yang bernama bu Fatimah.
" permisi bu, apakah disini butuh pembantu?." ucap marliana
ibu fatimah pun mempertanyakan nama, serta usia kepada marliana.
" sebenarnya kami sangat butuh namun, kami tidak bisa menerima remaja seusiamu nak." ucap ibu fatimah
" saya mohon bu agar saya bisa bekerja disini, saat ini saya lagi butuh biaya karna ibu saya sedang di rawat di rumah sakit saya mohon bu terima saya" ucap marliana dengan sangat memohon kepada bu fatimah.
" baiklah, mulai hari ini kamu bekerja di sini, saya ambilkan kamu seragam dulu." ucap ibu fatimah ia merasa kasihan kepada marliana dan akhirnya ia menerima untuk bekerja di restorannya.
marliana harus bekerja double ia harus menjadi pelayan saat pengunjung memesan makanan dan ia juga harus menjadi bagian untuk mencuci piring.
namun marliana bekerja dengan bersemangat dan sangat rajin, ibu fatimah melihat itu sangat senang ia tidak percaya seusia marliana sanggup untuk bekerja di restorannya.
waktu menunjukkan pukul 22:00 marliana disuruh oleh ibu fatimah untuk pulang karna restoran pun akan segera tutup ia pun memberikan sedikit gaji hari ini untuk marliana, karna ibu fatimah mengerti dengan kondisi marliana yang saat ini membutuhkan biaya ia juga memberikan beberapa masakan restorannya untuk marliana dibawa pulang.
__ADS_1
Marliana sangat bersyukur telah bertemu dengan ibu fatimah yang baik hati, marliana pun langsung pergi dan menuju ke rumah sakit untuk menemui ibunya.
sesampainya disana ia melihat ibu yang sedang berbaring sendirian.
" ibu marliana ada di sini." ucap marliana
ibu pun terbangun dari tidurnya dan melihat marliana ada di sampingnya.
" kamu habis kemana nak? ini udah malam kenapa kamu kesini, besok kamu harus sekolah kan." tanya ibu dengan suara pelan
marliana berbohong kepada ibu kalau ia sekarang sedang bekerja di sebuah restoran karena kalau ibu tau pasti ia tidak mengizinkan marliana untuk bekerja.
selesai mereka berbincang marliana pun tertidur disamping ibu.
pagi hari tiba.....
marliana dibangunkan oleh ibu untuk pulang dan pergi ke sekolah, ia pun pergi dari kamar ibu dan ia ingat hari ini hari kedua ia bekerja.
sesampainya di restoran ternyata masih sepi akhirnya marliana menunggu di depan pintu, ia hari ini tidak berangkat ke sekolah demi bisa membiayai rumah sakit ibu.
dan tidak lama kemudian ada sebuah mobil yang menghampiri marliana di depan restoran ternyata mobil tersebut milik bu fatimah.
Bu fatimah bertanya kepada marliana kenapa pagi-pagi sudah ada di depan restorannya?, marliana dengan polosnya menjawab ia mau bekerja.
bu fatimah pun tertawa karna jawaban dari marliana.
" restoran ini buka jam 09:00 pagi marliana, saya lupa memberitahumu." ucap ibu fatimah
" oh begitu ya bu" ucap marliana dengan senyum malunya.
" kamu sudah sarapan belum nak." tanya bu fatimah
" belum bu" ucap marliana.
__ADS_1
" yaudah ayo ikut saya kita sarapan di rumah saya." ucap bu fatimah
karna marliana juga merasa lapar akhirnya ia ikut ke rumah ibu fatimah untuk sarapan disana.
sesampainya disana marliana tercengang dengan rumah mewah milik atasannya itu.
ternyata ibu fatimah mempunyai anak seusia marliana juga, anak tersebut sedang sakit jadi ia tidak bisa berangkat sekolah.
makanan yang dihidangkan begitu banyak dan beraneka ragam tidak seperti di rumah marliana yang hanya makan seadanya, mereka menerima marliana dengan sangat baik.
Mariana ingin sekali seperti mereka yang mempunyai keluarga lengkap dan keluarga yang tidak sedikitpun mempunyai kekurangan dari segala hal.
selesai makan marliana diminta untuk menuju ibu fatimah agar pergi ke restoran bersama.
sambil menunggu ibu fatimah bersiap-siap marliana tidak sengaja melihat-lihat rumah tersebut sampai akhirnya ia sampai di depan kolam renang milik ibu fatimah.
" hai" suara seseorang dari belakang marliana.
dan marliana terkejut dengan suara tersebut sampai akhirnya ia tidak sengaja terpeleset dan jatuh di dalam kolam renang karna marliana tidak bisa berenang ia berusaha untuk pergi menuju samping kolam renang namun terasa susah.
akhirnya ada seseorang yang menolong marliana dan ternyata yang memanggil adalah anak dari ibu fatimah.
semua orang yang berada di rumah ibu fatimah menuju ke kolam renang karena mendengar teriakan minta tolong dan mereka melihat badan marliana yang basah karena terjebur di kolam renang melihat itu ibu fatimah memerintahkan pembantunya untuk mengantar dan memberikan pakaian ganti kepada marliana.
marliana merasa malu dan merasa merepotkan keluarga ibu fatimah, selesai berganti pakaian ibu fatimah dan marliana pergi menuju ke restoran.
didalam mobil marliana meminta maaf soal tadi ia bersalah karna sudah masuk ke dalam rumah tanpa izin namun ibu fatimah memahaminya.
sesampainya di restoran semua pegawai melihat marliana keluar dari mobil ibu fatimah ia tidak menyangka pegawai baru bisa dekat dengan ibu fatimah semua pegawai iri hati kepada marliana,
marliana pun langsung menuju ke belakang melakukan tugasnya.
sementara ibu di rumah sakit ia merasa bosan ia pun ingin pulang namun perawat dan dokter belum mengizinkan ibu pulang akhirnya ibu pun pergi ke taman rumah sakit di bantu oleh perawat ia mengeluarkan curahan hatinya, perawat pun mendengar dengan senang hati ibu menangis karena ia tidak tahu harus membayar semua biaya rumah sakit. karna beberapa hari yang lalu ia mendapatkan sedikit botol bekas itu pun kalau di jual ke pengepul tidak cukup untuk makan setiap hari, ia juga memikirkan marliana anaknya.
__ADS_1