
Fahmi telah sampai di rumah ia langsung menuju kamarnya karna masih pagi sekali fahmi tiduran sebentar badan fahmi terasa sedikit sakit karna posisi tidurnya salah saat menemani marliana.
mamah fahmi kaget dengan pintu kamar fahmi yang terbuka ia pun menghampiri kamar fahmi dan melihat fahmi yang sedang tiduran ingin menghampiri tapi takut fahmi sedang tidur akhirnya ibu pergi dan menuju dapur untuk membuat sarapan buat anaknya.
Walaupun ada pembantu namun ibu selalu membuat sarapan untuk anaknya, aroma masakan ibu yang tercium sangat enak membuat fahmi bangun dan menuju dapur.
" aroma ya sangat enak, mah masak apa hari ini?" tanya fahmi.
" mamah masak kesukaan kamu nak, oh iya nak marliana di rumah sakit sama siapa?" ucap mamah.
" tadi pas fahmi tinggal sendirian mah" ucap fahmi.
" kenapa kamu tinggalin dia sendirian kasihan tau nak" ucap mamah.
" ya udah nanti tolong antarkan makanan ke marliana yah nak sekalian kamu berangkat kuliah" ucap mamah.
" Iyah mah" ucap fahmi ia pun pergi untuk bersiap-siap.
Fahmi pun berangkat lebih awal karena ia akan singgah sebentar untuk menjenguk marliana serta membawakan makanan yang dibuat oleh mamahnya untuk marliana.
sesampainya di rumah sakit ternyata sudah ada ibu, fahmi memberikan makanan tersebut kepada marliana namun fahmi telat marliana sudah sarapan karna tidak enak menolak makanan yang sudah dibuatkan oleh mamah fahmi marliana pun dengan senangnya menerima makanan tersebut untuk dimakan nanti.
Fahmi langsung izin pergi dengan terbiasanya marliana selalu berpesan kepada fahmi agar selalu berhati-hati, fahmi dengan teguh pendirian semakin yakin untuk lebih mendekati marliana.
Sekarang semester akhir bagi fahmi tidak ada banyak waktu luang untuk ia bermain-main, namun ia akan selalu memperhatikan marliana.
banyak mahasiswi yang mendekati fahmi namun ia tidak meresponnya sama sekali ia sekarang lebih fokus pada pembelajaran untuk masa depan yang cerah serta fahmi berandai-andai agar bisa bersanding bersama marliana dan akan membina rumah tangga bersama marliana, ia tidak ingin marliana kekurangan dari segala hal lagi saat bersamanya nanti.
__ADS_1
Di rumah sakit..
Marliana sudah ingin pulang karena ia sudah tidak nyaman lagi berada di rumah sakit serta badannya sudah enakan, ibu pun akan berbicara dengan dokter apakah marliana sudah bisa pulang.
karna ibu juga bingung dengan biayanya nanti, tabungan ibu tinggal sedikit ia takut jika nanti uang untuk biaya rumah sakit kurang.
Karna masih pagi dokter pun belum ada, jadi ibu bertanya ke salah satu kasir menurutnya jika ingin pulang tunggu pemeriksaan dokter jika nanti hasilnya baik maka pasien sudah bisa dipulangkan.
ibu mengerti dan langsung menuju ke ruangan marliana, ia berbicara kepada marliana untuk menunggu dokter sebentar lagi agar diizinkan pulang.
Pukul 10:00 pagi dokter akan memeriksa marliana karna dokter sudah mengetahui bahwa saudari marliana ingin pulang, karena hasil pemeriksaan bagus dan kondisi marliana sudah sehat maka ia sudah diizinkan pulang.
marliana sangat senang akhirnya ia bisa tidur di rumah lagi, ibu pun akan pergi ke kasir untuk membayar biaya rawat inap marliana betapa kagetnya setelah mengetahui bahwa semua biaya sudah dibayarkan oleh seseorang.
Ibu sangat bingung siapa yang membayar semuanya sedangkan tidak ada saudara pun yang menjenguk marliana, ibu memberanikan diri untuk bertanya kepada kasir siapa yang telah membayar biaya rumah sakit marliana?, kasir memberitahu bahwa yang membayar adalah saudara atas nama fahmi.
Jadi sebelumnya fahmi telah merencanakan untuk membayar semua tagihan rumah sakit marliana ia ingin membantu ibu dan marliana karna fahmi tahu marliana adalah tulang punggung keluarganya jadi selama marliana sakit tidak ada pemasukan uang ( di pemikiran fahmi).
Dan fahmi pun berpesan kepada kasir bahwa semua biaya atas nama marliana ia yang akan menanggungnya tidak boleh ada biaya yang keluar dari kantung ibu maupun marliana, sebagai jaminannya fahmi menyerahkan salah satu kartu identitas di kasir.
Setelah ibu mengetahui bahwa yang membayar adalah fahmi ibu merasa sangat berhutang budi maupun materi kepada fahmi.
ibu dan marliana segera berkemas merapihkan semua barang-barangnya dan membersihkan sedikit tempat tidur yang di tempati marliana.
Ibu dan marliana ia berjalan ke depan dan menunggu angkutan umum untuk pulang menuju ke rumah, beberapa saat kemudian angkutan umum pun datang dan mereka langsung menaikinya.
Sampai lah marliana dan ibu dirumah, ibu langsung menyuruh marliana supaya langsung tiduran sedangkan ibu akan membereskan barang-barang tadi.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 13:30
fahmi datang ke rumah sakit ingin menjenguk marliana namun setelah melihat ruangan marliana yang kosong fahmi pun bingung dan langsung bertanya ke salah satu perawat yang lewat di depan ruangan marliana.
setelah mengetahui bahwa marliana sudah pulang fahmi langsung menuju ke kasir dan ia membayar semua biaya rumah sakit marliana.
Karna fahmi merasa kecapean ia pun memutuskan untuk pulang dahulu ke rumahnya ia akan menjenguk marliana nanti malam.
setelah sampai rumah fahmi langsung tidur tanpa memberi tahu kabar kepada marliana.
Marliana yang hampa tanpa kehadiran fahmi pun merasa gelisah ingin menelepon namun takut fahmi sedang sibuk, ia akhirnya memberanikan diri untuk menelepon fahmi namun tidak di jawab oleh fahmi sudah beberapa kali namun tidak ada jawaban akhirnya marliana pergi ke depan rumah untuk duduk termenung memikirkan fahmi yang biasa selalu ada di sampingnya.
Ibu menghampiri marliana untuk makan namun marliana menolaknya ia tidak ingin makan sekarang, ibu pun bingung dengan sikap marliana baru sekarang ia menolak masakan ibu namun bagaimana lagi ibu tidak ingin memaksa marliana untuk makan karena ia tahu marliana sudah besar pasti nanti juga akan makan sendiri jika merasa sudah lapar.
Marliana yang bosan akhirnya ia menghampiri sepeda dan ia akan berkeliling sebentar mencari udara yang sejuk sebenarnya ibu khawatir dengan kondisi marliana yang baru sembuh namun marliana menjawab bahwa sekarang kondisinya sudah sangat baik ia akan pergi cuman sebentar saja.
Mengayuh sepeda dengan sangat santai tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang memanggil marliana ia menggunakan sepeda motor dan memberhentikan marliana persis di depannya.
ternyata itu teman marliana dulu yang diam-diam suka dengan marliana, sebenarnya marliana sangat malu karena dulu ia tidak melanjutkan sekolahnya malah ia bekerja sebagai pelayan.
Rehan (teman marliana) ia menanyakan kabar marliana karena ia tidak pernah melihat marliana lagi namun kebetulan akhirnya mereka bertemu.
marliana menjawab dengan menundukkan pandangannya dan rehan meminta nomer telepon marliana untuk bisa berteman lagi seperti dulu.
Karna tidak ingin bosa-basi akhirnya marliana memberikan nomer teleponnya dan ia izin untuk pulang karna waktu sudah sangat sore mereka pun akhirnya menutup perjumpaan.
Lanjut baca episode selanjutnya☺️👉
__ADS_1