
Sesampainya di rumah marliana, fahmi langsung mengetuk pintu rumah dan memanggil-manggil ibu,
ibu yang sedang duduk dikamar menunggu marliana pulang ia mendengar suara fahmi ia pun bergegas membuka pintu dan ternyata fahmi pulang sendirian.
Ibu menanyakan dimana marliana kepada fahmi, fahmi pun mengatakan bahwa marliana sekarang sedang dirawat inap dirumah sakit harapan indah.
mendengar anaknya di rumah sakit ibu menangis dan menyuruh fahmi agar mengantarkannya ke sana, fahmi dengan senang hati mengantarkan ibu untuk menemui marliana.
Di sepanjang jalan fahmi menenangkan ibu, supaya ibu tidak usah bersedih lagi karna sekarang marliana sudah di periksa oleh dokter dan ia tidak apa-apa cuman terlalu kelelahan bekerja.
Rumah Sakit Harapan Indah
tempat marliana di rawat, ibu dan fahmi sudah sampai di sana ibu pun mengikuti fahmi menuju keruangan marliana.
mereka masuk ibu langsung memeluk marliana sambil menangis dan marliana terbangun ia melihat sudah ada ibu dan fahmi disampingnya.
" Ibu, gak usah menangis lagi ya badan marliana sudah enakan" ucap marliana ia membohongi ibunya.
" maafkan ibu ya nak pasti kamu kecapean selama ini bekerja" ucap ibu ia masih menangis
" udah ibu sayang marliana gak papa, jangan menangis terus lah bu nanti marliana ikutan nangis nih" ucap marliana
Ibu mengusap air matanya dan ibu berterimakasih kepada fahmi yang telah membantunya membawa marliana kerumah sakit, fahmi pun dengan senang hati membantu mereka.
" marliana kamu mau makan apa biar saya yang beliin?" tanya fahmi kepada marliana.
Karna marliana masih marah kepada fahmi karna masalah tadi ia berbicara sedikit keras kepada marliana, marliana pun hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dari fahmi.
" gak usah nak fahmi biar ibu saja nanti yang beli" sahut ibu.
Fahmi memutuskan untuk pulang ia merasa aneh dengan sikap marliana biasanya marliana selalu menjawab pertanyaan dari fahmi namun tadi tidak sedikit kata pun keluar dari mulut marliana.
Sepanjang jalan fahmi memikirkan sikap marliana, dan fahmi sengaja tidak pulang ke rumah melainkan ia singgah dahulu ke restoran ibunya.
__ADS_1
sampai di restoran fahmi langsung duduk saja dan ia melamun memikirkan marliana, melihat anaknya sedang melamun ibu fatimah ( mamah) menghampiri fahmi.
" Nak" ucap mamah sambil menepuk bahu fahmi.
Fahmi kaget dengan kedatangan mamahnya.
" Iya marliana" ucap fahmi ia sampai salah menyebutkan nama.
" Ini mamah sayang, aduh anak mamah selalu memikirkan marliana saja" ucap mamah.
" Maaf mah, soalnya sekarang marliana sedang dirawat di rumah sakit jadi fahmi kepikiran terus sama kondisi marliana" ucap fahmi.
" Di rumah sakit mana marliana dirawat nak?" tanya ibu.
" Rumah sakit harapan indah mah" ucap fahmi.
Mendengar salah satu pelayannya sedang berada dirumah sakit ibu fatimah pun berinisiatif akan menjenguk marliana dan menyuruh fahmi untuk pulang kerumah agar ia beristirahat, fahmi diantar pulang oleh ibunya yang membawa mobil.
setelah mengantar fahmi ibu langsung bergegas kerumah sakit dan ia membeli banyak buah-buahan untuk menjenguk marliana.
ibu fatimah sampai di depan ruangan marliana ia mengetuk pintu dan segera masuk untuk menemui marliana dan menanyakan kondisi marliana sekarang, mereka berbincang-bincang sampai lupa waktu karna ibu juga tidak ada teman yang menemaninya dari tadi ibu fatimah walaupun ia orang kaya namun sangat ramah pada semua orang apalagi kepada marliana ia merupakan anak buah kesayangannya.
Waktu kian makin sore ibu fatimah izin untuk pulang karna ia harus mengurus restorannya, marliana pun meminta agar ibu juga pulang untuk istirahat dirumah namun ia menolaknya karna ingin menemani marliana yang sedang sakit ibu berfikir kalau ibu pulang nanti marliana sendiri tidak ada teman disampingnya.
Marliana meminta tolong kepada ibu untuk membantunya pergi ke kamar mandi, itulah mengapa ibu tidak mau pulang karna kalau marliana butuh apa-apa siapa yang mau membantu sedangkan di sisinya tidak ada seorangpun yang dapat membantunya.
Malam tiba....
suasana malam sedikit begitu berbeda terasakan oleh mereka berdua, dokter pun masuk untuk mengecek kondisi marliana yang begitu sudah baikan.
setelah mengecek dokter pun meninggalkan ruangan marliana dan marliana pun ingin tidur sementara ibu duduk disamping tempat tidur memperhatikan anaknya yang sedang tidur pulas karena pengaruh obat.
Fahmi datang ke rumah sakit untuk menemui marliana namun sesampainya disana fahmi melihat marliana yang sedang tidur.
__ADS_1
" Bu, sebaiknya ibu pulang saja yah istirahat biar fahmi yang menjaga marliana disini" ucap fahmi ia merasa kasihan kepada ibu yang terlihat sedikit lesu diraut wajahnya karna telah menemani marliana seharian.
" gak nak fahmi ibu mau disini saja" ucap ibu dengan suara berat ia merasa sudah mengantuk.
" ibu, fahmi antar pulang yah ibu pasti sudah mengantuk kan disini tidak ada tempat untuk beristirahat lebih baik ibu tiduran dirumah, fahmi janji bakalan jagain marliana ibu tenang saja ya" ucap fahmi.
" yaudah, ayo nak antarkan ibu pulang" ucap ibu ia akhirnya mau pulang setelah fahmi berjanji akan menjaga marliana ia sedikit lega marliana mempunyai seorang teman yang baik hati.
Fahmi mengantar ibu menggunakan mobil yang dikendarai oleh supir pribadinya, didalam mobil ibu tertidur fahmi pun tidak enak untuk membangunkannya.
sampai lah didepan rumah marliana, fahmi sedikit gemetaran untuk membangunkan ibu marliana namun ia harus segera kembali mungkin kerumah sakit untuk menjaga marliana.
" Bu, kita sudah sampai didepan rumah" ucap fahmi ia memberanikan diri untuk membangunkannya.
" kita sudah sampai ya nak, makasih ya nak ibu minta tolong kepada nak fahmi untuk menjaga marliana" ucap ibu sambil turun dari mobil.
" siap Bu, ibu tenang saja ya selamat beristirahat calon mertua" ucap fahmi ia tidak sengaja untuk mengatakan itu.
Ibu yang mendengar itu tersenyum sebenarnya ibu juga merestui mereka berdua namun semua hak ada apa marliana sendiri.
ibu masuk ke dalam rumah untuk beristirahat dan fahmi bersama supir pribadinya menuju kembali ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit ia melihat marliana yang sedang duduk di tempat tidur.
" Fahmi, kenapa kamu ada disini mana ibu?" ucap marliana ia dari tadi mencari ibunya.
" Ibu sudah pulang tadi aku habis mengantarnya, kamu kenapa bangun ini masih malam loh" ucap fahmi.
" Marliana pengen makan cemilan tapi tidak ada" ucap marliana sedikit cemberut.
" yaudah kamu tunggu disini aku mau beli sebentar" ucap fahmi begitu perhatian kepada marliana.
Marliana menganggukan kepalanya.
__ADS_1
tidak lama kemudian fahmi membawakan banyak cemilan untuk marliana ia ingin melihat marliana tersenyum karna senyuman marliana membuat fahmi bersemangat.