
Pagi yang cerah tiba...
Tanpa marliana sadari ia telat bangun dan ibu pun sengaja tidak membangunkan marliana untuk pergi bekerja karena kondisi marliana yang masih sakit.
marliana bangun dengan sangat cemas dan saat ingin berdiri untuk pergi mandi marliana merasakan kepalanya sangat pusing dan ia langsung duduk di tempat tidur dan memanggil-manggil ibu.
" ibu" teriak marliana.
mendengar suara marliana ibu berlari menuju ke kamar marliana.
" kamu sudah bangun nak" ucap ibu
" sudah bu, tapi kepala marliana pusing sekali ini." ucap marliana
" yaudah sini ibu bantu kamu tiduran dulu yah nak." ucap ibu
" ibu marliana mau pergi bekerja" ucap marliana
" nak, sebaiknya kamu istirahat dulu dirumah biar nanti ibu yang minta izin ke pemilik restoran tempat kamu bekerja supaya mengizinkanmu tidak berangkat bekerja yah nak." ucap ibu
" Iyah bu" ucap marliana
Marliana berbaring kembali di kasur dan ibu mengambil sarapan serta obat untuk marliana, dan selesai merawat marliana ibu pergi ke restoran tempat marliana bekerja untuk memberitahu bahwa anaknya sedang sakit dan tidak bisa masuk bekerja.
ibu menuju kesana menggunakan sepeda untuk menghemat biaya.
Sesampainya di restoran tempat marliana bekerja ibu tidak tahu pemilik restoran tersebut yang mana namun tiba-tiba ia ditanya oleh salah satu pelayan disana.
" maaf bu mau makan disini" ucap salah satu pelayan.
" nggak mas saya mau bertemu dengan pemilik restoran disini" ucap ibu
" ada keperluan apa yah bu?" tanya salah satu pelayan.
__ADS_1
" gini mas saya mau minta izin anak saya yang bernama marliana tidak bisa masuk kerja karna ia sedang sakit." ucap ibu
" oh marliana, baik nanti saya sampaikan bu soalnya pemilik restoran belum datang kesini" ucap salah satu pelayan restoran.
" makasih ya nak tolong sampaikan pesan ibu ke pemilik restoran ini" ucap ibu
Setelah menitipkan pesan kepada teman marliana ibu segera pulang untuk menemui marliana yang sedang sakit dan dirumah sendirian, tidak berselang lama ibu fatimah dan fahmi datang ke restoran tersebut untuk mengecek.
setiap datang ke restoran fahmi selalu menanyakan marliana dan ibu menyuruh fahmi agar menemui marliana dibelakang mereka belum tahu bahwa marliana tidak masuk kerja.
Fahmi pun mencari marliana kebelakang namun tak kunjung menemukannya ingin menanyakan ke teman marliana namun mereka yang dibelakang sedang sibuk fahmi takut mengganggu mereka,
ia pun menemui ibunya untuk menanyakan marliana.
" mah marliana tidak ada dibelakang" tanya fahmi ke ibu fatimah iya memanggilnya dengan sebutan mamah.
" masa sih nak, coba kamu cari di setiap bagian restoran ini" ucap mamah
" Iyah sayang ini mamah mau tanyakan lagian orang suka tapi gak berani melamarnya." ucap mamah dengan becanda
" apaan sih mah orang aku sudah mengutarakan isi hati namun marliana menolak" ucap fahmi
" masa sih nak, pantesan aja kamu belakangan ini kaya kurang semangat gitu karena kepikiran marliana." ucap mamah dengan senyum-senyum
" udah sih mah sana tanya fahmi tunggu disini." ucap fahmi
ibu fatimah mencari marliana namun benar ia tidak menemukan marliana ia pun menanyakan kepada salah satu pelayanannya dan pelayan tersebut memberitahukan bahwa marliana tidak bisa masuk kerja dikarenakan sedang sakit.
ibu fatimah menanyakan dari mana mereka tahu kalau marliana sedang sakit setau ibu fatimah marliana tidak memiliki handphone untuk berkomunikasi, pelayan tersebut berbicara dengan seadanya bahwa tadi ibu marliana sempat datang kesini untuk memberitahukan hal tersebut ibu fatimah pun akhirnya percaya.
Karna fahmi tidak sabar menunggu mamahnya (ibu fatimah) tentang informasi tentang marliana fahmi pun akhirnya menemui mamahnya yang sedang berada didepan meja pelayanan tempat marliana bekerja, ia langsung menanyakan marliana dimana.
ibu menyuruh fahmi untuk menjenguk marliana dirumahnya karna fahmi sudah bercerita kepada mamahnya bahwa ia sudah pernah mengikuti marliana sampai depan rumah, fahmi bingung kenapa mamahnya menyuruh ia untuk datang ke rumah marliana karna ia khawatir dengan marliana tanpa bertanya lagi fahmi langsung berlari keluar dan akan menuju ke rumah marliana.
__ADS_1
Fahmi menggunakan kendaraan online untuk menuju rumah marliana sesampainya di depan rumah marliana ia merasa canggung dan ia duduk sebentar untuk menenangkan diri setelah beberapa menit kemudian akhirnya fahmi memberanikan diri ia mengetuk pintu.
ibu yang membukakan pintu dan yang datang adalah anak majikan marliana.
" nak fahmi, ada apa ya nak datang kesini." tanya ibu mari
" marliana ya ada bu?." tanya fahmi
" ada nak tapi marliana sedang sakit, ibu sudah menitipkan pesan ke salah satu teman marliana yang di restoran bahwa marliana sedang sakit ia tidak bisa masuk bekerja." ucap ibu
" marliana sakit bu? ( dengan ekspresi kaget), maaf bu saya kesini bukan untuk masalah pekerjaan marliana tapi saya kesini untuk....?." ucap fahmi
" untuk apa nak?" tanya ibu
" untuk menjenguk marliana tapi maaf yah bu saya tidak membawa apa-apa." ucap fahmi
" gak papa nak, silahkan masuk nak" ucap ibu
Fahmi masuk dan duduk di ruang tamu sedangkan ibu memanggil marliana karna marliana tidak enak hati kepada fahmi anak majikannya ia dengan terpaksa menemuinya, setelah bertemu betapa kagetnya fahmi melihat wajah marliana yang sangat pucat ia mengajak marliana untuk pergi ke dokter namun marliana menolaknya dan dengan bujukan ibu akhirnya marliana mau menuruti kata ibu mereka pergi berdua saja dan menggunakan kendaraan online pesanan fahmi.
Didalam mobil marliana merasakan pusing dan fahmi menyuruhnya untuk bersandar di bahunya. sesampainya dirumah sakit fahmi menggendong marliana menuju ruang pemeriksaan, marliana tidak menolaknya karena badannya semakin lemas.
Setelah diperiksa oleh dokter, dokter menyarankan agar marliana di rawat dirumah sakit untuk sementara karena marliana mengalami kecapean yang luar biasa yang menyebabkan kondisi badannya kurang stabil, mendengar hal tersebut marliana menolaknya karena ia takut jika nanti biayanya sangat besar fahmi marah mendengar pernyataan marliana dan menyuruh dokter agar marliana segera pindah keruang rawat inap.
" kamu tau kondisi kamu sekarang, kamu tidak kasihan ke badan kamu sendiri dan ibu kamu yang selalu memikirkan mu" ucap fahmi dengan nada keras
" sekarang kamu disini tunggu ruangan kamu selesai, perawat akan mengantar kamu keruangan rawat inap" ucap fahmi meninggalkan marliana diruang pemeriksaan.
Perawat datang dan membawa marliana ke ruanganya agar marliana bisa beristirahat, marliana menangis dengan suara fahmi yang begitu terdengar sangat marah selama ini ia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh ibu.
karna pengaruh obat tidak lama kemudian marliana tertidur.
Fahmi pun datang keruangan marliana dan ia melihat marliana yang sedang tertidur, karena marliana sedang tidur ia menitipkan marliana kepada perawat untuk menjaganya karena fahmi akan pulang sebentar memberitahukan ibu marliana bahwa marliana sekarang sedang dirawat di rumah sakit.
__ADS_1