
Hari sudah sore, tapi Bagas sama Yoga kok belum pulang. Tadi pamitnya mau COD nan laptop.
"Nduk, mas masmu kok belum pulang... sudah mau maghrib lho ini..."
"Nggak tahu buk.... mampir jajan mungkin."
"Walah... mbok coba telponen nduk."
"Sebentar buk... aku mau ambil jemuran dulu."
............
"Buk .... sini.... lihat....yang di depan mushola itu bukannya motornya mas Bagas ya buk."
"Walah... iya... itu motornya Bagas... lakok nggak pulang kerumah malah ke mushola ki piye to...."
"Aku ke mushola ya buk."
"Iya... masmu suruh pulang... makan dulu."
........
__ADS_1
"Buk..... mas - mas nggak ada... musholanya kosong... aku udah teriak - teriak nggak ada yang jawab..."
"Masak nduk.... la itu motornya disana... coba telpon"
Baru mau telepon, tiba - tiba ada mobil berhenti di depan rumah. Bagas sama Yoga turun dari mobil sambil menenteng barang barang. Sepertinya aku kenal mobil itu. Ya... itu mobilnya Mr. Dave. Tapi kenapa mereka bisa sama Mr. Dave. Kulihat Mr. Dave tidak turun dari mobil, hanya mengangguk ke arahku. Aku balas dengan mengangguk sambil melipat kedua tanganku di dada tanda terima kasih. Kemudian Mr. Dave melajukan mobilnya ke arah mushola.
"Ya Allah maass... kok bisa sama Mr. Dave?"
"Sabar buk.... nanti ceritanya... ini dibawa masuk dulu. Aku mau ke mushola ambil motor."
Hm....Ini anak kenapa santai sekali ya....Nggak tahu apa.. kalau ibunya cemas dari tadi. Aku bergegas membantu Yoga sama Fatimah membawa barang - barang.
"Begini buk..., tadi sebelum berangkat, kita ketempat pakdhe Karyo mau pinjam helm, kata pakdhe helmnya ketinggalan di teras mushola, terus kita ke mushola. Di mushola ketemu Mr. Dave, terus ditanya mau kemana? Terus kita cerita deh kalo mau beli laptop sama printer. Eeh... Mr. Dave bilang .... "Ya sudah ayo aku antar, aku tahu tempat yang murah tapi nggak murahan." Naah gitu buk.... akhirnya kita dianter Mr Dave. Bahkan dijajakke juga buk..."
"Iya.. Bagas tahu lah buk, tapi Mr. Dave kan bukan orang jawa.... orang luar negeri .... jadi apa adanya... nggak ada basa basi. Bahkan nanti malam Bagas sama Yoga mau diajari nyopir buk...."
"Nyopir?..... buat apaa le... la mobil aja kita nggak punya...."
"Loh bisa nyopir itu kan tidak harus punya mobil buk... siapa tahu bisa menambah nilai plus pas kita melamar kerja nanti"
"Yo wis lah sak karepmu le.... mandi sana... sudah mau maghrib ini"
__ADS_1
"Iya deh ibukku sayaaang.... Bagas mandi dulu ya.... pokoknya ibuk tidak usah banyak pikiran... insyaallah Bagas tahu mana yang baik dan mana yang jelek. Oh ya.... di kardus yang coklat itu ada kejutan buat ibuk..."
"Kejutan apa lagi? Tadi kamu pulang bareng Mr. Dave saja sudah membuat ibuk terkejut"
"Buka saja buk... mudah - mudahan ibuk suka ya..." kata Bagas sambil berlalu ke kamar mandi.
"Nduk... opo to yang di kardus coklat itu?"
"Ibuk buka sendiri to.... kata mas Bagas itu khusus buat ibuk."
"Halah... kalian ini kalau ngerjain ibuk kok kompak."
"Bukan ngerjain buk.... tapi ngasih surprise."
"Yaudah bawa sini biar ibuk buka."
"Oke buk..... silahkaan....."
"Kok ibuk deg - degan ya... eh.... ngomong - ngomong mas Yoga kemana to nduk?"
"Ada buk... itu di kamar lagi siap - siap ke mushola mau adzan. Ayo to buk di buka... aku juga mau tahu."
__ADS_1
"Iya... ambil gunting sana..."
Akhirnya kubuka kejutan dari anak - anak.... ternyata isinya mesin jahit yang jauh lebih baik dari yang kubayangkan karena bisa untuk obras dan itik... Aku heran ... mereka tadi hanya membawa uang delapan juta, tapi kenapa bisa dapet laptop bagus, printer yang bisa untuk foto kopi, mesin jahit, speaker, flash disk dan printilan - printilan lain yang aku tidak tahu namanya. Waah... anak - anak hutang penjelasan padaku...