Masa Iddah

Masa Iddah
Bab 2


__ADS_3

Setelah sempat tersendat - sendat karena salah satu pekerja ada yang positif covid 19 sehingga pembangunan mushola harus dihentikan dan seluruh pekerja beserta keluarganya harus menjalani tes swab dan karantina, (termasuk keluargaku) akhirnya pembangunan mushola selesai juga, dan akan diserah terimakan dengan pihak sekolah dan masyarakat.


Kata mas Win, serah terima akan dilaksanakan hari Minggu besok secara sederhana, karena masih PPKM. Yang di undang hanya Ibu Kepala Sekolah, Bapak / Ibu Guru, Pak Lurah, Pak RT dan Pak RW. Tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.


Hari ini Sabtu terakhir pembangunan Mushola. Seperti biasa, setiap pagi kusiapkan sarapan buat Mas Win. Tapi kulihat mas Win tidak seperti biasanya, agak pendiam seperti melamun.


"Mas, kenapa?" tanyaku sambil meletakkan secangkir kopi dan pisang goreng.


"Nggak kenapa - kenapa dek, (sambil menarik napas panjang dan menghempaskannya) ..... hari ini gajian terakhir .... besok mau kerja apa ya dek?"


"Sudahlahlah Mas, nggak usah dipikir banget - banget.... sesuk rak yo ono dalan. Gustiallah wis naker rejekine umate. Mugo - mugo pandemi ndang ilang yo mas, ben iso dodol meneh."


"Aamiin... Opo tak melu mas Karyo nukang yo dek, jare sok senen arep nggarap omahe Pak Sugeng. Tapi oleh ora yo karo Bu Yoen."

__ADS_1


"Yo matur Bu Yoen dulu mas, takutnya nanti Bu Yoen marah. Soalnya Bu Yoen kan orangnya disiplin"


"*Ya, coba nanti tak matur. Semoga dibolehkan. Soalnya kalo nggak ada tambahan nanti kayak kemarin, akeh utange."


"He he.... iya ya mas... tapi kita masih ada tabungan kok mas. Yang jatahnya Bagas. Dua bulan ini kan dia bilang nggak usah transfer karena dia udah dapet honor dari Perusahaan tempat dia magang, jadi Alhamdulillaah kita bisa agak bernapas."


"Iya alhamdulillaah. Yo wis tak mangkat... kae Mas Karyo wis teko. Iki kopiku tambahono terus gawekno kopi sak gelas meneh buat Mas Karyo. Nanti tolong dianter ke Mushola sekalian pisang gorengnya yaa... jangan lupa nanti bunga - bunga yang di pot disirami, tandon air wis tak kebaki, halaman sekolah yo wis tak sapu*."


'Nggih Mas, hati - hati."


Aku segera beranjak untuk membereskan pekerjaan rumah. Kulihat Fatimah ( ragilku ) sedang menjemur pakaian.


"Nduk, mpun sarapan?"

__ADS_1


"Mpun buk"


"Ya sudah, ibuk ke sekolahan yaa... hari ini kayaknya agak sibuk soalnya persiapan buat acara serah terima mushola besok."


"Lhoh, emang sudah boleh ngadain acara kumpul - kumpul buk?"


"Sudah ijin Pak Lurah, katanya boleh tapi dibatasi maksimal dua puluh orang. Nggak pake acara makan ditempat, sehingga selama acara masker nggak boleh lepas. Acaranya maksimal satu jam. Jadi snack sama nasi boxnya dibawa pulang masing - masing. O ya, kamu ada tugas sekolah nggak nduk?"


"Kayaknya nggak buk."


"Ya sudah, nanti kalau sudah selesai njemur, langsung bantu ibuk ke sekolahan yaa. Ini ibuk mau bikin kopi dulu buat Bapak sama Pakdhe Karyo."


"Oke, buk, tapi aku mandi dulu ya..."

__ADS_1


"Halah, mandinya nanti wae sekalian habis bersih - bersih sekolahan"


__ADS_2