
Dengan deraian air mata kulepas anak - anak pergi menggapai cita - cita. Kutitipkan dan kupasrahkan ke Mr. Dave. Tadi sebenarnya ditawari untuk ikut mengantar karena mobilnya juga masih muat.... tapi aku menolak. Aku takut tidak kuat. Ini saja masih sedih padahal sudah dua jam yang lalu mereka pergi.
"Buk... nangisnya sudah belum?"
"Kamu ini nduk... emang kamu nggak sedih apa ditinggal mas - masmu...."
"Ya sedih buk... tapi sekarang kan sudah canggih nanti kalau kangen bisa video call."
"Lha sekarang aja ibuk sudah kangen nduk..."
"Ibuk mau video call?"
"Nggak lah nduk... nanti malah ibuk nangis lagi... nanti sore atau besok insyaallah ibuk udah kuat."
"Ya sudah... sekarang ayo sarapan buk... udah laper ini... tadi belum sempet sarapan..."
"Bukannya tadi kamu sudah sarapan sama masmu?"
"Tadi baru disuapi dua suapan sama mas Bagas... malah terus berangkat..."
"Lagian kamu ini sudah besar minta disuapi..."
"Orang mas Bagas sendiri tadi buk, yang nawarin nyuapin... kan momen langka buk he... he..."
"Ya sudah ayo sarapan... tapi makan sendiri...!"
__ADS_1
"Iya ... iya... ibuku sayaaang.... Eh ... ibuk nggak ke sekolah hari ini?
"Nggak, ibuk sudah ijin sama bu Yoen. Kamu sendiri nggak ada tugas sekolah nduk?"
"Ada sih buk.... tapi nanti aja aku kerjain... cuma sedikit kok. O ya buk.. tadi mbokdhe Kasni nanya kalau permak daster bisa nggak... katanya bagian ketiak pada sobek... kalau bisa nanti sore mau dianter kesini."
"Loh kapan mbokdhe Kasni kesini, kok nggak bilang ke ibuk?"
"Tadi... pas ibuk nangis nangis..."
"Walaah... yo wis bilang ke mbokdhe Kasni... insyaallah bisa... sekalian kamu ambil saja daster yang mau di permak..."
"Iya...iya... semangat banget ibuk ini..."
"Eeeh... ini pasien pertama... jadi harus semangat... semoga nanti segera ada pasien - pasien selanjutnya ... jadi uangnya bisa untuk sekolah kamu nduk...."
"Ya kan cuman istilah nduk... sudah sana berangkat..."
"Iya buk...."
Alhamdulillaah... permak selesai... walaupun cuma empat daster, harus tetap disyukuri. Satu daster lima ribu rupiah jadi empat daster dua puluh ribu rupiah... lumayan .... awal yang baik... mudah - mudahan usaha jasa permakku nanti bisa semakin dikenal walaupun hanya dari mulut ke ke mulut.
"Buk.... mas Bagas telpon...!"
"Eh... mana... Halo... Assalaamu'alaikum le... gimana... sudah sampai?"
__ADS_1
"Alhamdulillaah buk.. ini Yoga sudah masuk ruang karantina."
"Loh sudah bawa surat keterangan negatif kok masih dikarantina le?"
"Ya prosedurnya begitu buk... harus di ikuti... cuman satu minggu kok buk.."
"La ini kamu mau langsung ke Gresik?"
"Nggak buk...sebenarnya tadi aku mau langsung naik bis ke Gresik tapi nggak boleh sama Mr. Dave... suruh nunggu sampai Mr. Dave selesai meeting...katanya nanti mau dianter. Ni aku lagi tiduran di hotel... Ibuk lihat ya... aku ganti video call dulu... niih... di hotel Grand Sur*a ada kolam renangnya... kamarnya bagus... seumur umur baru kali ini aku masuk hotel buk..."
"Ssssttt... le ojo ngisin - ngisini to... kamu ini koyo cah ndeso..."
"Loh emang aku cah ndeso buk... ha ha ha..."
"Lakok sewa kamar segala ki apa mau nginep?"
"Sebenarnya nggak nginep buk, cuman kata Mr. Dave supaya lebih nyaman bisa bersih - bersih sebelum meeting. Sudah ya buk... aku mau mandi dulu... kayaknya meetingnya dah mau selesai soalnya kata Mr. Dave maksimal meetingnya dua jam."
"Meetingnya ya di hotel itu le?"
"Iya buk ..."
"Yaudah mandi sana.... baik baik menjaga diri yo le..."
"Oke buk... ibuk doain Bagas terus ya... nanti kalau sudah sampai Gresik Bagas telpon lagi... Assalaamu 'alaikum...
__ADS_1
"Wa'alaikumussalaam warohmatullaahi wabarokaatuh"