Masa Iddah

Masa Iddah
Bab 3


__ADS_3

Akhirnya pekerjaanku bersih - bersih sekolah sudah selesai. Tinggal menunggu intruksi selanjutnya dari Bu Yoen. Kulihat dikantor Bapak dan Ibu guru masih rapat. Mungkin membahas acara serah terima mushola besok.


Biasanya kalau rapat, aku dimintai tolong untuk membuat teh panas, katanya teh buatanku lebih mantap daripada buatan mas Win, tapi semenjak pandemi covid 19, Bapak dan Ibu guru lebih senang membawa bekal sendiri - sendiri. Kebanyakan mereka membawa infuse water, untuk menjaga imun katanya... Yah lumayan mengurangi pekerjaanku, he he.....


'*Ayo pulang wae nduk, masak dulu, itu Bapak dan Ibu guru masih rapat, kayaknya masih lama. Nanti kalau kita diperlukan, pasti di telpon."


"Nggih. Mau masak apa buk?"


"Sayur lodeh wae ya nduk, tadi Ibuk sudah metik kacang panjang sama terong. Tolong nanti kamu petik cabe merah sama cabe ijo ya..."


"Siiaaapp Ibukku sayaang*.."


"He he he.... kamu ini...."


Begitulah Fatimah, dia anak perempuan satu - satunya tapi alhamdulillaah tidak manja. Tidak minta yang neko - neko. Selalu mengerti kondisi orang tuanya. Bahkan dia yang rajin menanam sayur - sayuran di pot, seperti terong, kangkung, bayam, cabe, tomat, kelor dan kacang panjang.

__ADS_1


"Bu Tina! Tunggu sebentar Bu!" teriak Pak No (Wali kelas satu)


"*Njih Pak? Wonten dawuh?"


"Niku, jenengan di timbali Bu Yoen."


"O, njih Pak, siap!"


"Wadhuh nduk, Ibuk dipanggil, kamu pulang duluan yaa... jangan lupa masak... he he..."


"Iyaa... Ibuk tenang saja... terima beres pokoknya... he.. he..." jawab Fatimah sambil berlari pulang*.


Acara akan dimulai pukul 11.00 WIB dengan pidato singkat dari Mr. Dave, lalu ucapan terima kasih dari pihak sekolah dan masyarakat (diwakili Ibu Kepala Sekolah) kemudian di akhiri dengan doa oleh Bapak Kepala Desa dan dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah.


Seluruh tamu undangan sudah diberi pengertian supaya datang tepat waktu karena acaranya juga akan dimulai tepat waktu. Tidak boleh molor seperti kebiasaan orang - orang desaku he he....

__ADS_1


Nah, tugasku besok hanya menyiapkan ember cuci tangan dan membersihkan halaman sekolah yang sekaligus halaman mushola lebih pagi. Karena, memang di musim hujan begini butuh waktu ekstra untuk membersihkan halaman dengan tiga pohon mangga yang besar - besar. Setiap hari tidak kurang dari dua karung daun - daun mangga berguguran yang harus dibersihkan.


Sedangkan untuk Bapak dan Ibu guru bertugas membersihkan mushola sekaligus mengatur letak sajadah supaya tetap social distancing dan juga menata meja kursi di halaman mushola.


Untuk konsumsi katanya sudah dipesankan oleh Mr. Dave dari rumah makan terkenal di kota. Tidak hanya konsumsi untuk undangan saja tapi juga ada nasi berkat atau di desa kami sering disebut nasi bancaan untuk tiga puluh kepala keluarga yang ada di RT kami, ditambah sebelas orang Bapak dan Ibu Guru, istilahnya untuk sekedar tasyakuran.


"*Sudah jelas ya Bu Tina?"


"Njih buk, insyaallah siap melaksanakan tugas."


"Memang acara besok itu benar - benar dibuat sesederhana dan sesingkat mungkin dengan protocol kesehatan yang seketat mungkin. Mudah - mudahan acara besok berjalan lancar, sehat semua seperti yang kita harapkan."


"Aamiin.... kalau sudah tidak ada tugas untuk saya hari ini, saya permisi pulang Bu Yoen.... mau mandi... dari pagi belum mandi..."


" Monggo... Sebelumnya terima kasih lho Bu Tina sudah membantu..."

__ADS_1


"Sami - sami buk, saya hanya punya tenaga ... Monggo... Assalamu alaikum..."


"Wa alaikumussalaam warohmatullahi wabarokaatuh*"


__ADS_2