
Hari ini adalah hari yang ditunggu - tunggu. Selesai sholat malam, sambil menunggu adzan subuh, aku langsung ke dapur untuk memasak sarapan. Menu sederhana... nasi, tempe goreng sama tumis kacang panjang. Aku sengaja masak sedikit karena nanti siang kan sudah dapet nasi bancaan dari Mr. Dave, jadi biar nggak mubadzir.
Alhamdulillaah, sarapan sudah siap, aku segera membangunkan Mas Win dan Fatimah untuk sholat subuh berjamaah dilanjutkan dengan membaca Al Quran sebentar. Memang aku sudah membiasakan anak - anak setiap selesai sholat subuh untuk membaca Al Quran minimal tiga ayat.
Setelah selesai sarapan, aku dan mas Win segera ke sekolah untuk menyelesaikan tugas kami. Aku menyapu halaman dan mas Win membersihkan sisa - sisa material bangunan yang masih berserakan. Lumayan dapet potongan - potongan papan cor yang bisa digunakan untuk kayu bakar. Memang sih, dirumah sudah menggunakan gas, tapi untuk memasak yang membutuhkan waktu lama, seperti memasak nasi, masak air, dan sebagainya, aku memilih menggunakan kayu bakar. Biasa... biar hemat....
Tepat pukul 09.00 WIB tugasku sudah selesai, semua sudah bersih dan rapi. Bapak dan Ibu guru juga sudah mulai berdatangan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kulihat Mr. Dave juga sudah datang dan langsung berbincang dengan Ibu Yoen. Aku dan Mas Win standby di gazebo, barangkali masih dibutuhkan.
Tak lama, Ibu Yoen dan Mr. Dave keluar dan memanggil kami.
"*Bu Tina, ini kan nasi bancaan sudah datang, ada di mobilnya Mr. Dave, jadi tolong Bu Tina bagikan ke warga ya... nanti biar dibantu sama Bu Wanti dan Bu Sum."
__ADS_1
"Njih, siap Buk."
"Dan untuk Pak Win, tolong membantu Mr. Dave untuk memasang lampu hias di mushola yaa, nanti dibantu Pak Karyo juga, tadi sudah di telpon sama Mr. Dave."
"Njih, Buk*."
Akhirnya kami membubarkan diri untuk melaksanakan tugas masing - masing. Kami, (aku, Bu Wanti dan Bu Sum) berbagi tugas. Untuk warga sekitar sekolah, tugasnya Bu Wanti dan Bu Sum. Sedangkan yang agak jauh menjadi tugasku. Aku pulang dulu mengambil sepeda dan bronjong supaya bisa membawa banyak nasi bancaan jadi tidak wira - wiri.
"Bu Tina... Bu Tina! Berhenti dulu Bu." teriak Bu Wanti dan Bu Sum
"Lhoh, ada a**da apa Bu...? tanyaku
__ADS_1
"*Ya Allah ... Bu Tina.... kami muter - muter nyari Njenengan... Ayo saya bonceng naik motor... Pak Win jatuh, sekarang dibawa Mr. Dave ke Puskesmas. Itu sepedanya biar dibawa Bu Sum."
"Walah, nanggung Bu... ini tinggal dua lagi, tempatnya Mbah Mento sama Mbah Waris.... la Mas Win jatuh dari mana to Bu Wanti? Bukannya tadi pasang lampu di Mushola ya*?" tanyaku tenang karena kupikir paling Mas Win cuma terkilir atau luka kecil.
"Bu Tina ki piye to, sana cepet bonceng Bu Wanti ke Puskesmas, yang dua ini biar saya yang selesaikan." Kata Bu Sum sambil menarik sepedaku.
Akhirnya aku sama Bu Wanti berangkat ke Puskesmas. Tapi baru sampai di parkiran, Bu Wanti di telpon supaya segera mengajak aku pulang katanya Mas Win nggak jadi dibawa ke Puskesmas karena kebetulan Dr. Gunadi lewat depan rumah jadi langsung ditangani dirumah.
"Nah... bener kan Bu Wanti... Mas Win hanya luka kecil?"
Bu Wanti diam saja dan langsung mengajakku pulang.
__ADS_1