
Selesai subuh, seperti biasa aku dan Fatimah memasak sarapan. Masih memanfaatkan hasil kebun. Masak pecel, goreng kerupuk sama goreng gereh. Sementara Bagas sama Yoga menyapu halaman mushola sekaligus halaman sekolah. Karena hujan semalam, daun mangga yang rontok luar biasa banyak.
"Nanti jadi ke makam le?"
"Insyaallah jadi buk, tapi kata mas Bagas, agak siangan soalnya kalau sekarang masih becek."
"Ya sudah, ayo sarapan dulu. Mas Bagas dipanggil."
"Mas Bagas masih ngobrol sama Mr. Dave di mushola kok buk."
"Lhoh ada Mr. Dave? Tadi perasaan pas subuh nggak ada."
"Barusan datengnya buk."
"Oh... eh le... ingetin mas Bagas soal tadi malem sekalian kamu bawa uangnya."
"Paling mas Bagas sudah ngomong buk, sudahlah buk jangan dipikirkan, biar diurusi mas Bagas. Sekarang sarapan duluan aja buk, aku dah laper."
__ADS_1
"Kamu ini le... gini ini aja, ibuk siapkan sarapannya dulu ... terus kamu bawa ke mushola... ajak Mr. Dave sarapan juga..."
"Okelah kalau begitu..."
"Buk.... ada WA dari bu kepala, katanya nanti jam sembilan, beliau mau nemui ibuk." teriak Fatimah dari dapur.
"Walah.. jawaben nduk kalau ibuk saja nanti yang menemui bu Kepala."
"nggih buk"
"Ini Ga sarapannya... bawa ke mushola, terus nanti setelah sarapan mas Bagas langsung suruh pulang mindahin data yang ada di laptop sekolah soalnya bu kepala tadi telpon mau ketemu ibuk... pasti laptopnya mau dipake."
"Halah le..."
Jam sembilan aku ke sekolah untuk menemui bu Kepala sekolah sekalian mengembalikan laptop.
"Assalamualaikum..."
__ADS_1
"Waalaikumussalam warohmatullah... Alhamdulillaah... masuk buk Tina. Sebenarnya saya yang mau ke rumah jenengan... tapi alhamdulillaah bu Tina malah mau ke Sekolah. Bagaimana kabar bu Tina dan anak - anak?"
"Alhamdulillaah semua sehat bu dan yah... sudah lebih tenang. Mohon doanya saja bu... kami bisa melewati musibah ini. Oh ya... ini laptop yang dulu dibawa mas Win bu..."
"Loh... apa sudah di cek barangkali ada dokumen pribadi pak Win.."
"Sudah bu, baru selesai dipindah Bagas ini tadi terus saya bawa kesini."
"Owalah... sebenarnya tidak usah tergesa - gesa nggak apa - apa bu... begini... bu Tina... saya tadi mau menemui jenengan itu bukan masalah laptop,
tapi saya mau mengucapkan terima kasih sudah mau bersih - bersih halaman tadi pagi. Kebetulan tadi pagi habis subuh saya sengaja sepedaan sama bapak lewat sini. Bayangan saya halaman sekolah pasti sangat kotor karena hujan angin semalam. Tapi pas saya sampe sini kok sudah bersih... masyaallah... terima kasih lho bu Tina..."
"Walah... itu yang nyapu anak - anak kok bu..."
"Woalah... tolong sampaikan terima kasih saya sama anak - anak nggih... emm.. begini bu Tina... terus terang sebenarnya sepeninggal pak Win ini saya bingung... sekolahan tidak ada yang bersih - bersih, mau ngangkat WB penjaga tidak diijinkan oleh Dinas sementara bapak ibu guru tugasnya semakin rumit dengan berbagai macam aplikasi, sehingga kemarin kita rapat dan hasilnya kami mau menawarkan... barangkali bu Tina tidak keberatan... saya ingin bu Tina tetap bekerja seperti kemarin... hanya saja untuk honor memang tidak bisa seperti pak Win yang UMR, sekolah hanya sanggup memberi lima ratus ribu perbulanya... Gimana bu Tina? Yah .. untuk ruang - ruang tidak harus setiap hari dibersihkan hanya halaman sekolah yang setiap hari butuh sentuhan ... "
"Insyaallah bu Yoen.... tapi saya harus musyawarah dulu sama anak anak gimana baiknya."
__ADS_1
"Alhamdulillaah... semoga anak - anak tidak keberatan ya bu Tina .. "
"Iya bu, kalau begitu saya permisi dulu."