
Tak terasa sudah hampir satu bulan mas Win pergi. Hari - hari kulalui dengan menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan seperti bersih - bersih sekolah, menjahit dan kadang - kadang membantu Fatimah kalau ada yang minta di ketikkan atau dicetakkan, sementara Fatimah baru mengerjakan tugas sekolahnya. Alhamdulillah... ada hikmahnya sekolah online. Jadi lumayan laris jasa cetak dan ketik.
Bagas sudah mulai kerja dua minggu yang lalu. Sudah dapet kos lumayan dekat, hanya sepuluh menit dari tempat kerja. Setiap mau berangkat kerja pasti telfon minta doa... alhamdulillaah ... jadi kangennya terobati. Tapi pagi ini Bagas belum telfon. Apa mungkin ganti shift ya...
"Masmu belum telfon nduk?"
"Belum buk... ibuk mau telfon?"
"Nggak usah nduk, mungkin masmu ganti shift siang jadi telponnya siang."
"Ya sudah ibuk mau nyapu sekolahan dulu. Kamu ada tugas nduk?"
"Nggak buk, cuma ini tadi Bu Ndari minta diprintke... ni filenya udah dikirim lewat WA."
"Ya sudah... ibuk ke sekolahan ya..."
"Oke buk."
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini bapak dan ibu guru super sibuk. Katanya persiapan akreditasi. Ruangan - ruangan ditata ulang dan dibersihkan. Bahkan kata bu Yoen besok akan ada tukang yang mau membuat tandon air dan tempat cuci tangan. Aku jadi ikut kena imbas pulang sore... Walaupun badan terasa lelah tapi hati senang karena dengan kesibukan ini aku jadi tidak larut dalam kesedihan.
Seperti hari ini, agendanya menata ulang perpustakaan. Kami gotong royong mengeluarkan semua buku, rak, meja, kursi dan lain - lain. Kemudian yang Bapak - bapak mengecat ulang ruangan sementara ibu - ibu membersihkan dan memisahkan buku - buku yang sudah tidak layak serta mencuci rak dan meja. Dan.... alhamdulillaah tepat pukul tiga sore perpustakaan tampil dengan wajah baru... cat baru, karpet baru dan bahkan buku - buku baru (awal pandemi SD kami mendapat bantuan kurang lebih tiga ribu lima ratus buku). Kami benar - benar puas hari ini.
Sebelum pulang, Bu Yoen memanggilku ke kantor.
"Bu Nita, ini honor bulan ini. Saya benar - benar mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan bu Nita membantu kami walaupun dengan honor yang tidak seberapa ini." kata bu Yoen sambil menyerahkan amplop ke tanganku.
"Ya Allah... bu Yoen... saya yang mengucapkan terima kasih karena masih dipercaya untuk membantu di sini. Saya jadi punya kesibukan bu... dan ini saya terima mudah mudahan berkah untuk keluarga saya ya bu..."
"Aamiin... aamiin... aamiiin... ya sudah ayo pulang ... besok insyaallah kita lembur lagi tapi hanya mengerjakan administrasi. Untuk ruangan - ruangan insyaallah kapan - kapan lagi, jadi bu Tina besok setelah menyapu halaman bisa menemani Fatimah di rumah."
"Iya, tapi borongan kok bu, cuma dua orang. Pak Karyo sama Lek Min. Cuma tandon kecil. Oh ya, ini ada sisa nasi box tolong jenengan bawa buat Fatimah. Monggo... saya duluan."
"Nggih bu terima kasih... Monggo.... hati - hati."
Setelah semuanya pulang, aku kunci semua pintu - pintu, lalu segera pulang.
__ADS_1
"Assalaamu'alaikum...Nduk, masmu dah telpon?"
"Sudah dari tadi siang buk."
"Walah... ya sudah yang penting masmu sehat. Ini ada nasi box dari sekolahan, dimakan dulu."
"Nanti saja buk, aku sudah makan tadi. Sekarang ibuk mandi dulu, nanti aku kasih surprise."
"Halah....Emang ibuk anak kecil dikasih surprise."
"Loh, justru orang tua tuh harus sering dikasih surprise buk.... biar hatinya seneng terus awet muda.."
"Bisa saja kamu ini... emang surprisenya apa?"
"Ya kalau dikasih tahu, bukan surprise namanya buk....Ibuk penasaran to..... sabaaar ..... pokoknya ibuk mandi dulu biar wangi, terus sholat asar... baru... nanti dikasih surprisenya...."
"La kamu ini... nggak biasanya kasih surprise segala, ulang tahun ibuk kan masih lama..."
__ADS_1
"Loh... ini luar biasa kok buk...ayo to... ibuk mandi dulu yaa" kata Fatimah sambil pelan - pelan mendorongku ke kamar mandi. Kok aku merasa seperti anak kecil yang susah mandi sehingga harus didorong ke kamar mandi ya.. aku jadi senyum senyum sendiri di kamar mandi... he he... dasar Fatimah...