
hampir satu Minggu kael tidak hadir di kantor,, semua sudah di handle oleh Kim, asistantnya karna sepertinya urusan di luar kantor lebih rumit dari pada dugaannya,, kael yang harus turun tangan langsung di lapangan tidak bisa menghindari perkelahian dan pembunuhan yang melibatkan lebih dari satu kelompok mafia itu,, kael yang mendapat luka tusuk di perut sebelah kiri nya itu pun harus di rawat di rumah nya,, dengan dokter pribadi keluarga Adipura itu,, dia tidak pernah mau di rawat di rumah sakit,, sepertinya bukan tidak mau tetapi lebih ke arah keamanan pribadi tuan Adipura,, karna banyaknya kejahatan dan usaha ilegal yang melibatkan banyak penjahat kelas kakap itu, membuat resiko tinggi bagi para anggotanya jika harus di rawat di rumah sakit,,
*******************
" kael,, kamu benar anak nakal,, pantas saja ibumu meninggalkan mu"
ucap dokter yang menangani luka kael,, dengan nada bercanda di barengi sedikit tawa
kael pun juga terlihat tertawa pelan sambil tersenyum
" bisa bisanya kamu tertawa di saat seperti ini,, kamu pikir nyawamu ada sembilan,,..
dengar kael,, sudah dua kali kamu terluka di tempat yang sama,, ini tidak boleh terjadi untuk yang ke tiga kalinya,, nyawamu menjadi taruhan nya kael,,"
peringatan itu di ucapkan dokter Bryan yang khawatir pada kondisi kael,, dokter yang berusia hampir 40 tahun itu sudah mengenal kael dengan baik,, ia paham dengan sifat keras kael yang tidak memperdulikan keselamatannya sendiri,,
" tenang saja dok,, hari ini aku akan istirahat,, aku bisa ke kantor besok." jelas Kael
" apa maksudmu,, apa kamu sudah gila,, kamu harus istirahat setidaknya satu Minggu kael,, jika terjadi sesuatu padamu nanti,, aku sudah tidak mau tau,, kau benar benar seperti Adipura,, aku sudah muak padanya dan sekarang muncul satu lagi,, ahhh entahlah,, kalian yang terluka tetapi aku yang stres,,
" sudah lah dok,, aku baik baik saja,, aku bisa sembuh lebih cepat dari pada dugaan mu,,"
dokter Bryan hanya menggeleng geleng kan kepalanya mendengar penjelasan kael yang tidak masuk akal baginya
" dasar anak ayam,, tidak pernah berfikir sebelum berbuat,,,
ucap dokter Bryan sambil tersenyum sinis tanda peringatan
" cari lah istri kael,, agar dia bisa merawatmu di saat seperti ini"
" aku akan membawanya di hadapan mu dalam waktu dekat dok,,"
" ucapan mu membuat ku ingin buang angin,, sangat tidak masuk akal,,,
kalau begitu aku pergi, banyak pasien manusia di rumah sakit yang sudah menungguku,, "
jelas dokter Bryan sedikit menyinggung
" hmmm,, terima kasih dok,,
*************************************
sementara suasana di kantor tidak jauh beda dengan hari hari sebelumnya,, Mery masih terus menindas shaina,, shaina yang merasa dirinya junior di tempat itu pun tidak berani untuk melawan,,
terlihat perbincangan ke tiga wanita itu di kantin,, sambil menikmati waktu istirahat mereka,,
" shaina,, sepertinya sekarang pak Kay sering memuji Mery, padahal kan semua itu hasil kerja kamu,,
" tau tuh shaina,,, kalau kamu terus diem,, kita yang bakal ngomong Ama pak Kay tentang kecurangan Mery,, tuh nek lampir,, kalau di puji dikit,, makin ngelunjak..
__ADS_1
terlihat shaina hanya mengaduk aduk makanan nya terlihat tidak berselera
" terus saya harus bagaimana Ra,,?? misalnya kalau saya lapor pak kay,, yah kalau pak kay percaya,, kalau gak percaya gimana,, bisa bisa saya makin di tindas sama buk Mery,, dan pak kay akan memandang saya sebagai karyawan dengan citra yang buruk,,""
tanpa mereka sadari ada seorang pria duduk menikmati makan siang nya sambil mendengar kan percakapan mereka,, pria itu adalah Kay,, bos divisi marketing, Kay tampak begitu intens mendengarkan percakapan ke tiga wanita itu
****************************
kringg kringg kringg
terdengar bunyi telephon di meja kerja Mery
Mery pun langsung mengangkatnya
" Mery,, masuk ke ruangan saya"
ucap Kay singkat langsung menutup teleponnya,,
Mery pun melangkah masuk keruangam Kay dengan ekspresi gembira,,
" ya pak,, ada yang bisa saya bantu" ucap Mery sambill berdiri di samping meja kerja kay
" mulai besok tugas kamu saya pindahkan di lapangan,, kamu harus menghandle semua proses penjualan dari mulai gudang sampai distribusi lapangan,"
Mery terlihat sangat terkejut dengan perintah bosnya itu
" ta' tapi pak,, bagaimana dengan pekerjaan saya yang ada di sini,, dan bukankah ada pegawai baru di sini pak,, tidakkah sebaiknya dia yang di tugaskan di lapangan untuk menambahkan pengalaman kerja nya pak,," jelas Mery yang terlihat panik
ucap Kay dengan tatapan dingin dan mengancam
" ta' tapi pak,,,,,,,"
" pergilah,, saya masih banyak pekerjaan,," terlihat Kay meneruskan pekerjaannya tanpa melihat ke arah Mery
Mery pun meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang mau meledak
tiba tiba
BraaKkK,,,,
terlihat Mery menggebrak meja shaina,, seluruh karyawan di ruangan itu pun kaget dan spontan menatap kearah Mery,, tidak terkecuali dengan shaina,, wanita itu terlihat bingung,, karna merasa tidak melakukan kesalahan
" berani loe ya ngadu Ama bos,, dasar cewek udik,, kalau bukan karena sekarang kita ada di kantor,, udah abis loe gue gampar,,"
ucap Mery dengan emosi tingkat dewa dengan wajah nya yang memerah menahan untuk tidak menampar shaina
" liat aja ntar,, kalau gue ketemu Ama loe di luar,, gua abisin loe,,"
shaina masih terlihat bingung dan tidak mengerti dengan suasana saat itu
__ADS_1
" apa maksud buk Mery,, saya tidak mengerti buk,, saya tidak pernah mengadu apapun pada pak Kay,,"
jelas shaina
" alaahhh,, dasar sok polos,,
ehh denger ya para karyawan yang terhormat,, ati ati Ama ni cewek yang sok baik,, padahal hatinya busuk"
ucap Mery sedikit lantang,, sehingga seluruh orang di ruangan itu mendengarnya,, termasuk pita dan lira,, tapi ke dua sahabat shaina itu malah tertawa kecil,, mereka sepertinya mengerti apa yang terjadi pada Mery,, kedua wanita itu terus menyumpahi Mery dengan suara pelan
******************************
jam sudah menunjukkan pukul 4 sore,, menandakan jam pulang kantor,, terlihat para karyawan STARGROUP mulai meninggalkan kantor,, tidak terkecuali shaina dan teman teman satu divisinya,, mereka terlihat menyusun barang barang dan merapikan nya,, kemudian lira dan pita menghampiri shaina dan berbincang
" shaina,, akhirnya tuh nek lampir out juga dari sini,,. tapi yang aku bingung,, siapa y yang ngadu sama pak Kay,,,???
" saya juga bingung ta,, saya gak pernah ngadu sama pak Kay,,
atau jangan jangan,, kamu y Ra,,??",, ucap shaina
" enak aja,, mana pernah aku ngadu kalau gak ada yang nyuruh,,
saat mereka asyik berbincang,, Kay tampak menghampiri meja shaina ,, Kay kemudian meletakkan beberapa dokumen di meja shaina
" kamu persiapkan semua dokumen ini,, besok kamu ikut saya rapat,, dan saya tidak mau ada kesalahan,"
" baik pak,, ucap shaina lambat,, karna masih belum sadar dengan ucapan bosnya itu
Kay pun berlalu meninggalkan ruangan itu
shaina pita dan lira pun masih terlihat mematung,, mereka sama sama bingung dengan kejadian barusan
" ya ampun shaina,, beruntung banget kamu masih anak baru,, tapi udah di kasih tugas penting,, kita aja belum pernah di ajak meeting Ama bos,, ya kan ta,
" yup betul betul betul,,, kamu gak boleh nyia nyia in kesempatan ini shaina,, ucap ke dua sahabat nya itu menyemangati shaina,, dengan sedikit iri
" apa saya bisa y,, y ampun kenapa saya jadi grogi,, coba liat tangan saya sampai gemetar,,"
shaina pun memperlihatkan tangan nya yang gemetar itu pada lira dan pita
kedua sahabat nya pun tertawa terbahak bahak melihat kekonyolan shaina
" tenang aja,, kamu pasti bisa,," ucap pita menyemangati shaina
*********************************
sesampainya dirumah,, shaina langsung mengguyur tubuhnya dengar air dingin,, menghilangkan rasa lelah nya dan rasa groginya ,, setelah itu dia memakai baju santai,, ia pun mulai mempersiapkan seluruh keperluan rapat..
hari sudah larut,, tepat nya pukul 12 malam,, tetapi shaina masih fokus pada tugas yang di berikan Kay,, dia terus mempelajarinya dengan teliti,, sesekali dia meregangkan otot ototnya dan bersandar di meja kerja miliknya,, shaina tidak mau ada sedikit pun kesalahan,,
__ADS_1
apalagi dia teringat ucapan lira dan pita,, bahwa Presdir STARGROUP akan hadir di rapat itu,, hal itu membuatnya harus sangat teliti agar tidak membuat bosnya " Kay" kecewa