Masih Sama

Masih Sama
sayang


__ADS_3

mata elang yang tajam,,kini berubah sayu dan berkaca kaca,,, begitu jujur dan sangat tulus,,


hati shaina bergetar,, semua yang di ucapkan terlihat nyata,, terdengar tanpa keraguan,,


" aku sungguh tidak tau harus berbuat apa!! aku bahkan tidak tau dengan isi hatiku sendiri,," ucap shaina menunduk


tangan shaina diraih nya,, di genggam penuh kehangatan,, wanita itu tampak tidak menolak,,


" apa kau tidak nencintai ku?? lihat dan jawab aku!!"


shaina hanya terdiam,, air matanya tak tertahan lagi


di hapus nya air mata yang membasahi pipi shaina,, di pandangnya mata coklat yang membuat pria itu tergila gila


" ku harap perasaanmu sama dengan yang kurasakan selama ini,,"


"jangan pernah menghindari ku lagi,, aku hampir mati karena mu"


langsung memeluk shaina dengan erat,, tangis wanita itu pun pecah,,,, hiks hiks hiks,,


" maaf kan aku,, aku terlalu takut dengan perasaanku sendiri hiks hiks hiks"


berkata sambil menangis


kini pandangan mereka bersitatap


di raihnya pipi shaina dengan ke dua tangannya


" lain kali,, katakan semua yang menjadi pertanyaan di hatimu,, aku akan menjawab semuanya,,, jangan menghindari ku lagi,,"


shaina mengangguk,, dengan posisi wajah masih dalam dekapan tangan kael


" dan satu lagi"


" apa???"


" jangan pergi bersama pria itu lagi,, atau aku benar-benar menghabisinya"


" Hemmm,," shaina tersenyum malas,,


" tapi itu bagian pekerjaanku"


" kalau begitu pecat saja aku agar aku menganggur dan mati kelaparan"


kael tertawa mendengar jawaban shaina,,,


" aku tidak akan membiarkan kekasihku kelaparan,, apa kau sudah makan???"


shaina menggeleng


" belum,,, tapi aku tidak lapar"


" pakailah sabuk mu,, kita tidak mungkin pulang ke Jakarta,, ini sudah sangat larut"


**


mobil itu pun melaju sedikit kencang,,,


" lalu kita mau kemana kael??"


" apartemen"


tatapan shaina penuh curiga,,, menatap kael penuh pertanyaan


" kenapa menatapku seperti itu,, kalau tidak mau kita bisa menginap di hotel!!"


" ho hotel,,, tidak tidak,,, ke apartemen saja,," ucap shaina kesal,, kael hanya tertawa tanpa suara


****


mereka tiba di sebuah apartemen mewah,,, kael membuka pintu dengan kartu pintar,,


" siapa yang tinggal disini kael??"


" tempat ini jarang di tempati,, hanya sesekali saat ada tugas penting di Bandung,,


masuklah,,"


ruangan satu kamar tanpa pembatas dinding yang di dominasi warna abu-abu,, senada dengan furniture di tempat itu,, dengan suasana yang temaram,, tersusun rapi tanpa debu sedikitpun


" wah tempat seluas ini,, kenapa tidak di sewakan saja" gumam shaina


" orang kaya benar benar boros"


" kamu berbicara dengan siapa??"


" emm,,, tidak ada!!"


"duduk lah,,, aku akan menyiap kan air untuk mandi,, dan memesan makanan!!"


shaina duduk,, dan memperhatikan tempat di sekelilingnya,,


dimana kael?? menghilang tiba-tiba,, seperti setan saja!!


" ya ampun tubuhku terasa seperti habis berkelahi,, aku sangat lelah"

__ADS_1


meregangkan tubuhnya di sofa dan bergumam sendiri


tiba tiba terdengar bel pintu berbunyi,,, shaina membukanya karena memang tidak terkunci


" siapa??"


" saya mengantar pesanan anda nona!!"


" pesanan?"


" ya,, bukankah tadi seseorang dari kamar ini memesan makanan dan pakaian!!"


kael pun berdiri di belakang shaina,, membuat wanita itu terkejut


" sayang,, itu pesanan ku?


sayang!! apa maksud perkataannya,, tiba tiba memanggilku seperti itu,, membuatku malu saja


" terimakasih,, kamu boleh pergi"


ucap kael mengambil semua pesanannya dan membawanya masuk


" sayang,, kamu mandilah,, ini pakaian untukmu,, maaf jika nanti ukurannya tidak sesuai denganmu"


shaina mematung menatap kael tajam


" kenapa memanggilku seperti itu??"


" seperti apa??"


"ya itu,, yang kamu ucapkan tadi!!"


shaina menunduk malu


" sayang' begitu,,, tentu saja aku akan memanggilmu seperti itu,, kau adalah pacarku mulai saat ini!!"


shaina langsung mengambil papper bag dari tangan kael,, menghindari tatapan kael yang membuat pipinya merona seperti kepiting rebus saat kael tunduk mendekatkan wajahnya pada shaina


" aku akan mandi!!,, tapi,, di mana kamar mandinya??"


kael mengarahkan pandangannya di ruang dekat tempat tidur yang terlihat karna tanpa pembatas


sungguh sifatnya aneh sekali,, kenapa tiba-tiba menjadi berubah seperti ini,, biasanya dia tetap dingin dan lebih banyak diam,,


berjalan ke arah kamar mandi,, membuka pintu dan terpanah dengan semua isinya


terdapat bedup yang sudah terisi air hangat,, sebuah kaca besar dengan perlengkapan mandi pria tersusun panjang,, dia pun langsung melepas semua pakaian nya dan membaringkan dirinya di bak air hangat,,


" wahhhhh,,, ini hangat"


" ya ampun aku hampir tertidur"


shaina pun segera beranjak dan membasuh dirinya dengan shower,,, dia pun memutuskan memakai salah satu shampo milik kael,,,


" hmmm,,, ini wangi sekali"


" pria ini benar benar pintar memilih shampo,,"


pintu terbuka dengan shaina yang sudah memakai pakaian yang pas di tubuhnya,, sebuah piyama satin sleepwear celana panjang warna silk velvet sangat manis dengan warna kulitnya yang putih,


kael yang tiba-tiba sudah berdiri di balik pintu membuat shaina terkejut


" se sejak kapan kamu disini kael???"


bertanya gugup,, dengan tatapan kael mengabsen setiap inci tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki


" tentu saja sejak tadi,, aku ingin mandi tapi sepertinya kamu begitu betah di dalam,,,


tersenyum sinis di salah satu sisi bibirnya,,


shaina pun buru-buru meninggalkan kael disana


wahh,, ada apa dengan tatapannya,, membuat jantungku hampir copot,,


tapi kenapa aku suka sekali dengan senyumnya ,, sangat jarang dia tersenyum seperti tadi,,, ahhhh entahlah


berjalan cepat,, menuju meja makan,, terdapat papper bag berisi makanan yang belum di susun,, shaina pun menyusunnya


***


*kenapa semua pakaian terlihat indah saat dia memakainya,,, membuatku takut saja,,,


dia benar-benar milikku sekarang,, aku tidak akan pernah membiarkan orang lain bersama dengannya,, Dafa benar benar memanfaatkan pekerjaannya untuk mendekati shaina,,,


tapi kenapa dia tidak kembali ke Jakarta dan memilih tinggal di Bandung??*


berpikir sendiri di depan kaca besar kamar mandi,,


***


shaina sudah menyiapkan semuanya,, dua piring spaghetti carbonara terhidang di meja,, menunggu kael untuk makan bersama,,,


rambut nya masih menetes,, kael berjalan sambil menggosok rambutnya dengan handuk putih ditangannya,,, ini adalah kali ke dua shaina melihat kael memakai kaos santai,, dengan otot lengan yang terpampang jelas,,


shaina terlihat menikmati pemandangan di hadapannya

__ADS_1


" sayang,, kenapa belum makan"


shaina terkejut


" hmm,,, iya,, tentu saja aku menunggumu,, aku adalah tamu di sini,, tidak sopan menghabiskan makanan duluan saat pemilik nya belum makan!!"


kael tersenyum,, dan duduk di salah satu kursi dengan hidangan di hadapannya,,


" kenapa harus menunggu ku,, kamu bisa memakannya duluan,, kamu pasti sangat lapar!!"


" tidak apa,,"


mereka pun menghabiskan makanannya,, lalu shaina merapikan piring membawanya ke dapur untuk mencucinya,,


***


shaina melihat kael duduk di sofa sambil menonton tv


" sayang kemarilah" menunjuk sisi kosong di sampingnya


ia kemudian duduk di samping kael dengan jarak yang membuat pria itu merapat


" sayang rambutmu wangi sekali,,," berkata sambil menciumi rambut pendek shaina


" aku memakai shampo di kamar mandi,,"


" benarkah,, tapi kenapa tidak wangi di kepalaku"


sambil terus menciumi rambut shaina,, membuat wanita itu tidak fokus menonton tv


" entah lah,,, mungkin tidak cocok untuk mu,,"


berkata sedikit mengejek,, membuat kael menatap penuh arti


" jangan menatapku seperti itu,, " sambil mencubit pinggang kael


" kamu,, berani menyentuhku,,,"


ucap kael seperti ingin memakan wanita yang membuatnya gemas


" tentu saja,,, untuk apa aku takut hmm,,"


" benarkah,,, kamu tidak takut padaku"


" benar,, kenapa,? kamu ingin membunuh ku"


ucap shaina dengan tatapan tajam dan membuat kael tertawa lepas


" sayang kenapa kamu tidak kembali ke Jakarta,, apa yang membuatmu tinggal??"


" hanya,, mencari seseorang!!"


" siapa?"


" bukan siapa-siapa,, hanya teman lama"


terpaksa berbohong


diraihnya tangan shaina dan menggenggam erat,, diciumnya punggung tangan shaina,, wanita itu terus memperhatikan tingkah kekasihnya yang berubah kekanak Kanakan ,,


" sayang,, mulai sekarang beri tahu aku jika kamu membutuhkan sesuatu,, aku pasti akan menemukannya untukmu,, apa kamu mau aku mencari temanmu sayang,,"


berkata sambil merangkul punggung shaina,,,


" tidak perlu,,, aku tidak akan mencarinya lagi mulai sekarang,, lagi pula itu sudah lama sekali,, mungkin dia sudah pergi sangat jauh"


" kael,, apa kamu tidak mengantuk?? aku lelah dan ingin tidur"


" benarkah,,, kalau begitu ayo kita tidur!!"


" apa maksudmu,,, aku akan tidur di ranjang dan kamu tidur di sini saja"


kata kata shaina membuat kael tidak bersemangat,,, lalu berbaring di pangkuan shaina


" kamu tega sekali sayang,, membiarkanku kedinginan di sofa kecil ini" cemberut seperti bocah


" tidak usah beralasan,, kamu bukan anak kecil kael,, sudah tidurlah,, besok kita harus kembali ke Jakarta,," ucap shaina sambil menepuk nepuk lengan bocah besarnya


dengan tidak rela kael menghikhlaskan shaina tidur di ranjang besar itu seorang diri,,


senyum kael begitu lebar saat melihat shaina kembali menghampirinya,,,


" sayang kenapa kembali?? ranjang itu pasti terlalu besar untukmu,, benarkan"


" aku hanya mengantar bantal dan selimut untukmu kael,,, semoga tidur mu nyenyak,, good night"


kael pun langsung menjatuhkan dirinya di sofa dengan wajah cemberut,,,


***


shaina membolak balikkan tubuh nya sendiri di ranjang big size bernuansa putih


" sangat nyaman,,, kira kira berapa harganya ya??,,, wahhh pasti gaji ku setahun tidak akan cukup untuk membelinya"


mereka pun tertidur di tempatnya masing-masing,, setelah aktifitas seharian yang melelahkan

__ADS_1


__ADS_2