Masih Sama

Masih Sama
ciuman itu


__ADS_3

masih dengan model pakaian yang sama,, kemeja putih dan celana hitam yang di pakai kael,, terlihat pas membentuk dada bidangnya,,, dengan rambut yang masih sedekit menetes dia berjalan keluar dari kamar mandi lantai bawah miliknya, sambil menenteng handuk putih ditangan dengan pandangan mata tertuju pada lantai dua


sangat berbeda dengan penampilan shaina,, baju itu hampir menenggelamkan tubuhnya,, menutup sampai setengah paha shaina,, bahkan kedua tangannya hampir tidak terlihat,,


****


memandang dirinya di cermin dalam ruang ganti milik kael,, memiringkan tubuhnya kekanakan Dan kekiri,, memastikan baju itu tak tembus pandang,,, dia khawatir payudara nya akan nampak membentuk dari luar,,


" sepertinya aman,,, aku sangat haus,,"


gumam shaina,,, meratapi dirinya belum makan dan minum sejak tadi siang,,, terdengar bunyi khas orang lapar dari perut ratanya


" sepertinya sudah tidak ada suara dari lantai bawah,,,, mungkin dia sudah tidur"


terdengar pelan suara pintu terbuka,, wanita itu membukanya dengan perlahan agar tidak membuat suara,,, memastikan area sekitar,, terlihat sangat sunyi,,,,


dia pun berjalan menuruni anak tangga satu persatu tanpa memakai alas kaki,,, meminimalisir adanya suara,,, ia pun berjalan menjinjit dengan hati hati


shaina terus menuruni anak tangga,, dan sampailah di lantai satu,,, memperhatikan sekeliling,, tidak ada tanda-tanda kael di sana,


berjalan menuju ruang yang dia bahkan tidak tau ruangan apa itu,,, matanya pun menemukan apa yang di cari,,, sebuah kulkas dua pintu berada di sudut ruang dapur yang terlihat bak hotel bintang lima,,,


dia pun segera menghampiri dan membuka pintu kulkas dengan ekspresi menahan suara,,


tersusun botol air mineral di pintu kulkasnya,, shaina meraih satu,, membukanya dan langsung menenggak seperti orang kehausan,,,


uhuk uhuk uhuk,,,


shaina yang tersedak air minum,,, begitu terkejut karena tiba-tiba listrik padam,,, suasana pun gelap gulita,, dia memperhatikan sekeliling,, tidak ada sedikitpun cahaya di sana,, sekejap diam menunggu kemungkinan listrik hidup kembali,,


dengan masih menggenggam botol minum air mineral di tangannya,, dia berjalan pelan meraba benda sekitar untuk menemukan jalan ke ruang tengah,, dengan hujan dan petir yang masih terus terdengar,, menambah suasana horor di rumah itu,,, pikirannya pun mulai panik,,,


mengapa suasana nya menjadi begitu seram*,,, aku harus apa sekarang,,, apa aku harus memanggilnya,, aaaaaaaaaa,,* mengapa listrik padam di saat seperti ini sih,, teriak dalam hati


dada shaina berdetak hebat,,,samar samar terdengar suara langkah kaki mendekat,,


" p,,,pak"


" pak kael" ucap shaina gugup karena takut


tidak ada jawaban,,,, langkah itu semakin mendekat dan semakin dekat,,, membuat shaina memundurkan langkahnya,,,


" siapa di sana" teriak shaina sambil mengacungkan botol minum ditangannya ,, mencoba mengancam dengan benda itu,,,


" siapa kamu"


masih terus memundurkan langkahnya,, dengan tergesa-gesa dia pun menabrak sesuatu dan terjatuh di atas tubuh seseorang,,


cahaya dari ponsel kael menyilaukan kan pandangan shaina yang kini posisinya memeluk Dada bidang nya,,,


" kamu tidak apa-apa???" tanya Kael masih di posisi yang sama,,

__ADS_1


suara itu pun menyadarkan shaina untuk segera beranjak dari posisi nya saat itu


shaina pun berdiri dan merapikan penampilan nya yang sedikit berantakan,, kael yang sudah berdiri di sampingnya nampak jelas memperhatikan penampilan wanita cantik yang ada di hadapannya,, pria itu tampak menelan kuat salivanya sendiri karena takut tidak bisa mengendalikan diri karena melihat tubuh shaina yang begitu menggoda nafsunya


dengan ekspresi masih ketakutan shaina pun berada di dekat kael


" ta' tadi,,, seperti ada sesuatu pak,," jelasnya gugup,, apakah rumah ini berhantu???


melihat wajah shaina yang ketakutan membuat kael begitu bahagia dan menganggapnya lucu


" sepertinya begitu" jawaban santai kael pun di anggap serius oleh shaina


tentu saja itu membuat shaina tidak berani jauh jauh dari pria itu


" sebenar nya saya haus,, dan maaf sudah menumpahkan air dan membuat lantai menjadi basah,,," jelas shaina sedikit lambat


" tapi pak,,, benarkah rumah ini berhantu??"


kael hanya menaikkan kedua pundaknya,, lalu berjalan ke salah satu ruangan memegang ponsel sebagai pencahayaan di sana dengan shaina yang terus mengikutinya dari belakang,


****


ternyata kael berjalan menuju ruang kerja pribadi,, ruangan yang tidak terlalu besar,, sangat simpel,, terdapat meja kerja dengan segala hal berhubungan dengan kantor terlihat menumpuk di atas meja terpajang lemari kaca besar di penuhi banyak buku,,


shaina hanya berjalan jalan santai memperhatikan setiap sudut ruangan,,, dengan Kael yang duduk dan mencoba memeriksa beberapa dokumen dengan pencahayaan seadanya,,,


pria itu tampak tidak berkonsentrasi dengan adanya sosok wanita di ruangan pribadi miliknya,,,pandangan mata nya pun selalu mengarah pada shaina dari ujung rambut sampai ujung kaki,, semua itu tak lepas dari pengawasannya


kenapa dia memandangku seperti itu,, batin shaina yang langsung memperhatikan penampilannya sendiri


" sudah memakai pakaian bapak tanpa ijin,," jelas nya yang melihat kael memperhatikan penampilan dirinya,, membuat nya merasa malu


" saya tidak sempat membawa pakaian ganti tadi,,jadi.......


" aku yang seharusnya meminta maaf" kael langsung memotong ucapan shaina


" aku tidak memikirkan sejauh itu"


" dan satu lagi" ucap kael


" panggil saja nama ku saat di rumah,, sebutan bapak,, menurut ku sangat aneh disini"


shaina masih diam tersipu malu memandang kesana kemari menghindari tatapan kael


" kenapa baju itu begitu besar di tubuh mu"


" apa kamu jarang makan hingga badan mu kecil begitu!!!"


ejek Kael pada shaina tanpa tertawa


shaina hanya sedikit memanyunkan bibirnya karena merasa ada yang mengejeknya,,

__ADS_1


ia pun berjalan dan menyandarkan punggungnya di sofa berwarna hitam dan sangat empuk,,,


" saya akan pergi tidur jika listrik sudah,,,,"


shaina spontan menghentikan ucapannya karena kael tiba tiba sudah duduk di sampingnya,, matanya pun membulat dan jantungnya berdetak kencang,,,


rasa gugup juga terlihat di wajah pria tegap itu,,, mengumpulkan keberanian memulai percakapan,, dengan suasana yang hanya di terangi oleh ponsel milik kael


" aku ingin mengatakan sesuatu" ucap nya,,


dengan pandangan mata keduanya yang kini bersitatap,,


shaina hanya diam mematung dan mengangguk kan kepalanya,, dengan jarak yang dekat antara mereka


" aku tidak mau mendapat maaf darimu,, jika harus bersikap seperti orang asing"


masih dengan pandangan yang bertemu


" tidak bisakah aku menganggap mu sebagai orang yang istimewa,, dan terus berada disisi ku,"


raut wajah kael sangat tulus dengan mata yang berkaca kaca,,,


degupan jantung ke duanya memenuhi suara di ruangan itu,,


shaina yang seakan terbius dengan suasana mereka,, membuat jantungnya begitu tak karuan


ada apa denganku,,, mengapa pipiku menjadi panas


suara hati shaina,,,


kael menarik satu tangan shaina yang sama sekali tidak terlihat karena kemeja yang menutupi jari jari lentik itu,, mengarahkan ke dada kael,, meletakkan tangan kecil itu disana,, mencoba memberi tau ke adaan hatinya yang menggebu,,


posisi mereka begitu dekat,, jari jari shaina merasakan degup jantung kael yang tidak ingin di lepas kan oleh pria itu walau shaina berusaha menariknya,,,


kael perlahan meraih dagu shaina,,, mendekatkan wajah dengan sedikit memiringkan kepalanya kemudian mendaratkan ciuman lembut di bibir kecil itu dengan mata yang terpejam,,


shaina yang bingung,, mengapa dirinya tidak menolak ciuman lembut yang kini membuatnya ikut memejamkan mata,,


membuatnya merasakan rasa yang berbeda,,


ciuman singkat yang membuat ke duanya kini saling diam dan memandang,,


kael yang merasa tidak ada penolakan dari wanita di hadapannya,, kembali meraih leher jenjang shaina dan memberikan ciuman lebih dalam,,


nyanyian romantis seakan mengiringi adegan yang membuat semua orang akan iri jika melihatnya ,,waktu pun seakan berhenti berputar


kael terus memberi ciuman yang semakin dalam dan sedikit kasar,, sesekali ia menggigit lembut bibir shaina,, menelusuri semua kelembutan wanita cantik itu,, menyalurkan semua kenikmatan yang ia pendam selama ini,,, terus memberi ciuman untuk waktu yang lama,,, perlahan tangan kael turun dan meraba kancing baju milik shaina,, shaina yang merasa tidak bisa melakukan hal lebih jauh langsung melepas ciuman itu,, dan membuat keduanya kompak diam seribu bahasa


kael tersenyum tipis,,, belum pernah sekalipun pria itu terlihat tersenyum selama ini,,, sungguh sesuatu yang langkah,, pipi shaina kini merah merona seperti tomat,,


tiba tiba saja Kael menyandarkan kepalanya di bahu shaina

__ADS_1


" biar kan aku seperti ini,, sebentar saja" ucap kael dengan wajah yang bersembunyi di bahu kecil shaina


tanpa mereka sadari,,, malam berlalu dengan mimpinya masing-masing


__ADS_2