
" bagus shaina,, kamu melakukan hal yang benar,, kamu tidak perlu takut lagi pada pria itu,,
tapi,, mengapa tatapan matanya terlihat sangat tulus" ,,,
ucap shaina yang sedang memandang dirinya sendiri di cermin besar, tepat nya di sebuah toilet wanita itu,, sesekali dia merapikan penampilan nya,, memastikan matanya tidak lagi sembab karena menangis
beberapa orang di kantor memandang shaina dengan tatapan bertanya tanya,, mungkin itu karna sikap kael pada nya,,
shaina yang masih bingung dengan suasana hatinya saat itu,, tidak terlalu memperdulikan sikap karyawan yang dari tadi menatapnya dengan prasangka miring,,
tidak jauh beda dengan Kay,, pria itu masih penuh pertanyaan pada gadis yang dia anggap pintar itu,,
setelah semua yang di alami shaina,, gadis itu pun memilih kembali ke ruangannya,,
*************************
shaina yang baru datang pun langsung di sambut dengan beberapa pertanyaan dari teman teman nya,,
" shaina,, kamu di suruh ke ruangan bos,, bos udah nungguin tuh dari tadi,," ucap pita sahabatnya
" eh,, ngomong ngomong,, ada masalah apa sih,, koq ekspresi si bos keliatan emosi,,"
"iya, bener na,, apa kamu berbuat salah sama pak Kay,, atau jangan jangan kamu mengacaukan rapat penting tadi??? gak biasa biasanya pak Kay,, muka ny serius banget
kata kata sahabatnya itu membuat shaina tambah gelisa,,
" memangnya,, pak Kay keliatan emosi y?? tanya shaina
" emmm,,, dikit sihhh""
shaina pun berjalan memasuki ruangan Kay,,
tok tok tok terdengar suara ketukan pintu di ruang manejer
" masuk" jawab seseorang dari dalam ruangan
" permisi pak,, bapak memanggil saya"
"duduklah,, ada yang ingin saya bicarakan"
mereka pun duduk di sebuah sofa yang lumayan nyaman,, tetapi tidak semewah yang ada di ruangan kael,,
walau sedikit canggung shaina mencoba rileks dan terlihat tidak cemas saat duduk di hadapan bosnya itu,, Kay pun memulai percakapan
" saya tidak tau apa hubungan kamu dengan Presdir perusahaan ini,, tapi saya harap kamu tidak mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi,, saya tidak ingin hal ini mempengaruhi kinerja divisi saya,,"
shaina hanya terdiam dan menunduk,, dia mengerti apa yang dimaksud Kay,,
" bersikaplah seperti biasa,, anggap saja tidak terjadi apapun di ruangan ini,, saya tidak ingin ada berita miring di lingkungan saya"
" baik pak,,, maaf jika membuat bapak menjadi tidak nyaman,,," ucap shaina masih dengan menunduk
" hmm,,, kamu boleh keluar,,"
shaina pun berdiri dan ingin meninggalkan ruangan itu
" tunggu shaina,," panggilan itu pun langsung menghentikan langkahnya
" ada satu lagi yang ingin saya sampaikan,,
ucap Kay
" jika terjadi sesuatu yang pribadi padamu dan kamu membutuhkan pertolongan saya,, kamu tidak perlu sungkan untuk menghubungi saya,,"
__ADS_1
dan saya tidak ada maksud lain,, hanya ingin berniat baik, tidak hanya padamu,, semua pegawai di divisi ini pun melakukan hal yang sama"
shaina pun menganggukkan kepalanya dan berkata
" terima kasih pak"
kemudian ia meninggalkan ruangan itu,,,
***********************************
hari yang melelahkan bagi shaina pun berlalu, kini ia sudah berada di rumahnya,, menikmati waktu yang tenang,, rumah itu terlihat minimalis,, tapi sangat rapi dan feminim,, hanya ada satu kamar dan ruang tamu yang tidak terlalu besar,, semua barang tertata rapi, shaina memiliki dapur yang kecil dan bersih,, di tempat itu lah shaina menghabiskan waktu luang ny untuk membuat makanan,, karna memasak adalah keahlian shaina dari ia masih kecil,,,
hari sudah petang,, tepat nya pukul delapan malam,, shaina yang tidak sadar telah ketiduran dari sore hari pun sedikit terkejut melihat jam yang terpajang di dinding
dia kemudian terduduk dan terdiam,, mencoba mengumpulkan kesadarannya,,
KRrrrkkk kRrrrkk
terdengar suara dari perut shaina,, ia pun langsung mengusap usap perutnya,,
" aku sangat lapar,,," gumam wanita itu
ia pun berjalan ke dapur memeriksa persediaan makanan di sana, kemudian membuka kulkas satu pintu miliknya, tetapi sepertinya shaina lupa bahwa dia kehabisan bahan makanan di kulkas itu,
" sebaiknya aku keluar mencari makanan,, di warung terdekat,, lagi pula. masih jam 8,,
shaina pun berjalan keluar,, dengan mengenakan baju tidur berwarna biru muda,, terlihat sangat ramai suasana di jalanan itu,, tidak jauh dari tempat tinggal nya,, banyak berjejer tenda tenda pedagang makanan di pinggir jalan,, dia pun menentukan pilihannya,, sebuah warung tenda sederhana penjual sate Padang langganannya,, terlihat beberapa antrian disana,, wanita itu pun ikut mengantri dengan rapi,,
tiba tiba terdengar suara seorang pria memanggil namanya,,
"shaina"
wanita itu pun langsung menoleh ke asal suara yang memanggil namanya
" memang nya cuma kamu yang boleh makan disini,,"
ucap Kay yang terlihat Rama,, sangat berbeda dengan sifat ny saat berada di kantor,,
" bukan begitu maksud saya pak,, saya hanya kaget saja bisa bertemu bapak disini"
" kebetulan saya sedang makan disini dengan teman teman saya,, kamu sering makan disini,,???" tanya Kay
" ya beberapa kali sih pak,, saat saya malas masak di rumah,, saya biasa beli makanan disini,," jawab shaina
" memang nya rumah kamu di sekitar sini,,??
" emm,, iya pak,, tidak terlalu jauh dari sini,,"
saat mereka asik mengobrol, pemilik warung itu pun memanggil nama shaina, karna pesanannya sudah siap,,
" mbak,, ini pesanan nya sudah selesai,," ucap wanita muda yang bekerja di tempat itu
" oh,, iya,, ini uangnya,, terima kasih ya" shaina pun langsung memberikan uang 10 ribuan sebanyak dua lembar
" kalau begitu saya pamit pulang pak" shaina pun langsung melangkah pergi,,
tetapi tiba tiba Kay menghampiri langkah shaina
" shaina,, masuk lah, saya akan mengantar mu sampi rumah,," ucap Kay yang berada di dalam mobilnya sambil melihat shaina yang berjalan menenteng makanan ny itu
" tidak usah repot repot pak,, rumah saya tidak jauh, hanya berjalan beberapa menit saja pak,, tolak shaina
pria itu pun langsung keluar dan membuka pintu mobilnya,, sedikit memaksa shaina agar mau di antar olehnya,,
__ADS_1
" masuk lah,, aku akan mengantarmu"
shaina pun terlihat sedikit ragu
" tapi pak,, saya...."
belum sempat menyelesaikan kata kata nya,, pria itu pun menarik tangan shaina dan membuat nya masuk ke dalam mobil sport itu,
Kay pun langsung menutup pintu dan berputar lalu masuk dan duduk di kursi kemudi
" pakai lah siftbell itu,, agar kamu tidak celaka nantinya,, kamu tenang saja,, saya bukan pria mesum,,
dari tadi saya perhatikan kan sepertinya kamu menatap ragu pada diri saya,,"
jelas Kay membuat shaina panik dan merasa bersalah
" tidak,, bukan seperti itu pak,, saya hanya merasa merepotkan bapak,, lagi pula tadi bapak bilang sedang bersama teman teman bapak,, saya jadi merasa tidak enak,,"
jelas shaina mencairkan suasana yang sedikit tegang
" sudahlah,, kalau begitu tunjukan saja arah menuju rumahmu,, ucap Kay sambil tersenyum
merekapun melaju dengan kecepatan sedang ,, hanya dalam beberapa menit mereka pun sudah tiba tepat nya di depan rumah shaina,,"
" terima kasih pak,, maaf merepotkan" ucap shaina yang langsung keluar dari mobil Kay,,
Kay pun hanya menganggukkan kepalanya,, dan langsung pergi,,
dan tanpa shaina sadari,, ada sebuah mobil yang terparkir tidak terlalu jauh dari rumahnya,, tepat di depan rumah shaina pun sudah berdiri seorang pria yang menunggunya beberapa waktu lalu,, pria itu adalah kael,, terlihat mengepalkan tangannya dengan ekspresi menusuk,, sungguh sebuah ekspresi seseorang yang terlihat baru menangkap basah pasangan nya sedang berselingkuh.
shaina pun berjalan mendekat tanpa rasa takut,,
" ada perlu apa anda ke rumah saya pak,,??" tanya shaina dengan nada kesal
tapi pria itu sepertinya sedang mabuk,, dia berjalan mendekat dengan tubuh khas orang yang sedang mabuk,, tidak seimbang dan hampir terjatuh
" kamu,,, ya,, kamu,,," berbicara sambil menunjuk wajah shaina dengan jari nya,, terlihat wajahnya sedikit merah karena pengaruh alkohol,,, penampilannya juga sangat berantakan,, seperti seseorang yang habis berkelahi
tubuh pria itu pun langsung ambruk tepat di pelukan shaina,, dan spontan shaina menahannya,, kini kepala kael berada di pundak shaina,,
shaina yang terlalu kecil pun tidak sanggup menahan tubuh besar kael,, mereka pun terjatuh di lantai,, dengan posisi terduduk,, sambil terus shaina menahan berat tubuh pria itu,
seketika mata shaina membulat sempurna,, sangat terkejut sampai sampai membuatnya sangat panik,, kini tangan nya di penuhi darah,
ia kemudian mencari cari dari mana asalnya darah segar itu,, shaina pun langsung membuka sedikit jas hitam kael,, dan benar saja,, kemeja putih milih pria itu pun di penuhi darah dan terus saja mengalir,, membuat shaina begitu panik dan berteriak
" tolong to..." seketika suara shaina langsung berhenti karna jari telunjuk kael menyentuh bibirnya
" diamlah,,, tidak boleh ada yang tau bahwa saya sedang terluka,,"jelas Kael sedikit pelan menahan rasa sakit
" apa maksudmu,,, kita harus ke rumah sakit,, ada darah keluar dari perut mu,,,
ya ampun bagaimana ini,, darah ini terus saja keluar,," shaina terlihat sangat panik dengan ke adaan saat itu sambil terus menahan perut kael agar tidak terus mengeluarkan darah,,
" apa kamu bisa menolongku,," ucapan kael itu pun membuat shaina bingung dan takut
" saya harus bagaimana,, hiks hiks,, saya bukan dokter,,"
wanita itu terlalu panik hingga membuatnya menangis
" kamu hanya perlu mengganti perban saya" masih dengan suara terbatah
wajah kael pun tampak pucat,, karna kehilangan banyak darah
__ADS_1