
satu bulan telah berlalu,, shaina berencana meninggalkan kota itu,, dengan segala kenangan manis dan pahit yang ada di sana,
hari ini shaina memutuskan kembali ke panti asuhan untuk menjenguk ibu yg telah mengasuh nya dan anak2 yg sudah dia anggap sebagai adik,, sementara Minggu depan adalah acara pesta pernikahan Ami sahabat baik nya,, dia memutuskan pinda ke kota X setelah resepsi pernikahan ami,, ia akan menghadiri resepsi pernikahan Ami sekaligus berpamitan pada sahabat nya itu,, ia tidak mau menceritakan rencana nya pergi ,, ia takut sahabat nya akan sangat sedih, sementara sebentar lagi adalah hari kebahagiaannya,,
******************************
pagi itu shaina menuju halte bus
shaina duduk di di kursi sebuah bus,, dia menuju panti asuhan tempat ia menghabiskan masa kecilnya,, kepalanya bersandar pada dinding kaca bus itu,, ia begitu menikmati pemandangan yang ia lewati sambil mendengarkan musik yang terpasang di telinganya..
kecantikannya tidak berkurang sedikitpun gadis itu tetap memancarkan aura kecantikannya ,, rambut panjang nya ia biarkan tergerai tertiup angin yg masuk dari sela2 jendela kaca tersebut.
bus itu pun berhenti tepat di depan bangunan berlantai dua,,
ya,, itu adalah panti asuhan tempat yang paling ia rindukan,, tempat ia dan juga Ami di besarkan.
dari kejauhan tampak seorang wanita paruh baya dan beberapa anak panti sedang menyapu halaman yg lumayan luas.
"buk ira,, panggilan shaina membuat wanita itu menoleh
"shainala,, kenapa lama sekali kamu baru datang",, wanita itu pun langsung memeluk shaina
"ya buk,, akhir2 ini shaina sangat sibuk jadi baru sempat mampir,, maaf y buk.
"sudah2 ayo masuk,, y ampun kenapa oleh2 mu banyak sekali membuatmu repot saja nak.
mereka pun berjalan masuk sambil berbincang2 kecil..
"apa kamu akan menginap nak?? tanya buk ira
" tidak buk,shaina akan pulang sore nanti ,, sebenarnya kedatanganku disini ingin meminta ijin buk,,
"ada apa shaina,, ijin bagaimana??? ibuk tidak mengerti nak."
shaina pun menjelaskan pada wanita yg sangat ia sayangi itu,
"sebenarnya setelah resepsi pernikahan Mia,, shaina berencana untuk pindah ke luar kota buk, shaina mendapat pekerjaan yang lumayan disana."
"tapi kenapa sangat tiba2 nak.
"apa kamu sudah berbicara pada pada Ami? ibuk yakin dia tidak akan setuju nak.
__ADS_1
" shaina akan bicara padanya setelah resepsi ny selesai buk, ibuk do'akan shaina y semoga shaina mendapat apa yang shaina inginkan di sana."
pagi itu mereka ngobrol panjang lebar,, sambil mengenang masa lalu
**************************************
1 Minggu kemudian
hari ini adalah resepsi pernikahan Ami , ia begitu cantik dengan gaun putih memiliki ekor yang panjang dan sangat indah,, shaina tampak meneteskan air mata,, itu adalah air mata kebahagiaan,, ia begitu bahagia melihat sahabatnya telah menjadi seorang istri. ia berjanji pada dirinya sendiri di tempat tinggal baru nya nanti ia akan menemukan kebahagiaan nya,,
setelah resepsi selesai shaina hanya menitipkan sebuah surat pada Ami,, ia begitu tidak sanggup mengatakan nya pada Ami , ia takut melihat Ami menangis di hari bahagianya.
malam itu ia langsung berangkat menuju kota X,, persiapan sudah ia lakukan sebelumnya, kini dia berada di sebuah bis yg cukup besar,, menghabiskan malam di sebuah kendaraan yang memecah kota.. meninggalkan semua kenangan yang indah dan juga kenangan yang buruk.
*******************************
di dalam ruangan, sebuah rumah, tidak.. tepat nya sebuah istana,, tempat itu begitu besar dan megah,, tampak beberapa orang berkuasa sedang berbincang bincang di sana
mereka adalah Brahmantyo dan Adipura di sana juga ada "kael" dan beberapa pengawal, pria itu memenuhi undangan Brahmantyo untuk membahas bisnis yg sudah lama mereka jalan kan,
"bagaimana dengan gadis itu"
"dia sudah pergi dari kota ini Bram, aku menyuruh orang untuk mengikutinya selama ini,, tapi sepertinya dia tidak membahayakan, jadi aku memutuskan melepaskannya.
benarkan kael"
"iya tuan" kael yg sedikit bingung hanya menjawab ya,, dia yg tidak tau bahwa Adipura telah menyelidiki gadis itu tanpa memberitahunya.
"putriku sangat berterimakasih pada kalian,, kini dia sudah bahagia hidup bersama suaminya Dafa. semoga bisnis kita berjalan terus menanjak sama seperti pertemanan kita.
" HA HA HA HA,, tentu saja bram. kamu tau aku memiliki kael, dia orang yg sangat bisa di andalkan." percakapan mereka pun terus berlanjut,, tampak kael tidak mengeluarkan 1 suara pun.
******************************
tubuh seorang pria berdiri di bawah shower dengan air yang membasahi tubuh nya
pergi kemana dia, apa dia baik baik saja, kenapa sampai sekarang hati ku masih begitu sakit saat mengingatnya ,, aku sungguh tidak bisa menghilangkan wajah nya dari fikiran ku,, wajahnya terus muncul di setiap mimpiku. sebenarnya apa yg terjadi padaku?
pertanyaan2 tersebut tidak pernah hilang dari fikiran kael selama ini.
ia bahkan sering mengunjungi ruangan itu,, benar.. ruangan dimana ia menghancurkan masa depan gadis itu, ia tidak pernah tidur nyenyak selama ini,, wajah gadis itu membuat hidupnya begitu tak tenang. entah kenapa kamar itu begitu berarti baginya,, ia tidak mengijinkan siapapun memasuki kamar itu,,
__ADS_1
kael menyibukkan hari harinya dengan semua perintah yang di berikan tuan nya,, ia menghabisi orang yang harus di habisi,, itu adalah pekerjaannya,, dunia yang penuh kekerasan dan darah,, tapi ia tidak pernah merasa lelah, baginya semakin lelah dirinya maka Sakin nyenyak tidurnya, membuat nya sejenak bisa melupakan wajah gadis itu.
*********************************
sementara berada di tempat yang jauh seorang gadis memulai hidup ny yg baru dengan kembali bekerja di sebuah kafe pekerjaan yang sangat ia kuasai,, ,, ia juga sudah melamar pekerjaan di beberapa perusahaan, tetapi belum ada panggilan untuk dirinya. tetapi itu tidak membuat nya terlalu berfikir rumit, dia hanya menikmati hari hari nya, penuh dengan senyuman, ia tidak ingin menunjukkan sedikit pun luka pada orang2 di sekitar nya sekarang..
*******************************
trrrtttt trrrttttt trrrtttt
getaran ponsel membangunkan tidur shaina
"y, ada ap mi,, pagi2 sekali kamu sudah menghubungiku,, ucap shaina menjawab panggilan video yang masuk pagi2 sekali,, bahkan wajah shaina masih sangat berantakan rambut nya begitu acak acakan
" ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถselamat ulang tahun,, ๐๐๐ถ๐ถ๐ถ๐ต๐ต๐ตselamat ulang tahun,, selamat ulang tahun shaina,, semoga panjang umur,,,,,,
nyanyian Ami membuat shaina langsung sadar dari ngantuk nya,,
"wahh,, kamu tetap saja ingat ya,, aku bahkan tidak ingat hari ini ulang tahunku,,
celoteh shaina pada sahabat nya itu,
bagi seorang anak yg di besarkan di panti asuhan hari ulang tahun adalah hal yang membahagiakan sekaligus menyedihkan,, karna di hari itu juga lah dia di tinggalkan oleh orang yang telah melahirkan nya,,
" hei,, umur mu sudah 25 tahun,, kapan kamu akan menikah,, apa mau jadi perawan tua,, ejek Ami kepada sahabatnya,,
"dasar sombong,, mentang2 udah nikah kerjaan nya ngejek terus ya,, o ya di mana Mimi,,
Mimi adalah anak dari Ami dan suaminya,, Mimi kini berusia 1 tahun, dia adalah anak perempuan yang lucu dan menggemaskan
"dia masih tidur sama papa nya tu,, mereka berdua sangat mirip,, susah bangun pagi, jawab Ami di balik layar ponsel shaina..
"shaina"
"ya"
"kamu harus bahagia ya, "
"pasti"
awalnya Ami begitu kecewa dengan keputusan shaina karna meninggalkan nya, tapi lama kelamaan dia memahaminya, ia paham sahabatnya itu ingin meraih kebahagiaan tanpa mengingat lagi masa lalu yg menyakitkan.
__ADS_1