
waktu menunjukkan pukul 7 malam,, shaina yang masih berada di kantor saat yang lainya sudah kembali ke rumah masing-masing,, tugas padat shaina sedikit lagi hampir selesai,, dia memutuskan menyelesaikan nya sebelum jam 8 malam,,
semua pekerjaan nya selesai tepat pukul 19:30,, wanita itu pun membereskan mejanya,, meregangkan kepalanya kekanan dan ke kiri, menyatukan kedua jari jari tangan nya,, meregangkannya di atas kepala,, sungguh merasa lega,, dia bisa tidur nyenyak malam ini karna banyak tugas sudah diatasi
***
" aku akan pulang,, mandi dan langsung tidur di ranjang ku yang paling nyaman,,,
wahhhh membayangkannya saja sudah membuatku senang"
berbicara sendiri di depan sebuah lift sambil memainkan ponselnya
Ting,,,,,
pintu lift terbuka,, langsung masuk tanpa melihat siapa orang di dalamnya,, lift terus berjalan ke lantai paling bawah,,masih fokus pada ponsel genggam di tangan kanan shaina dengan tas jinjing di tangan kirinya
" kamu lembur??"
suara pria
shaina yang sadar ada yang bertanya dan langsung sadar siapa pemilik suara itu,,
" benar pak" menjawab datar dengan penuh hormat pada atasan
kenapa aku tidak sadar ada kael di sampingku batin shaina
shaina yang melihat dari pantulan kaca,, memperhatikan sedikit luka di sudut bibir kael,, namun tidak berani bertanya
apa dia berkelahi lagi,, dasar keras kepala,, dia sama sekali tidak memikirkan kesehatannya sendiri,,,
biarlah,,, untuk apa aku memikirkan orang ini
dalam fikiran shaina,, tidak bisa ditutupi,, perasaan shaina sebenarnya khawatir
Ting,,,,,
pintu lift terbuka,, shaina lebih dulu keluar,, tidak lupa memberi hormat pada atasannya itu,,
***
wanita itu kini berdiri di depan gedung kantor menunggu taksi yang tak kunjung melintas dengan cuaca yang sangat mendung,, hujan deras pun seketika membasahi halaman kantor STARGROUP,, dia memundurkan langkahnya dengan hils berwarna putih yang hampir basah terkena air hujan yang turun di hadapan nya,, tanah yang tadinya kering kini telah terisi oleh butiran-butiran air dari langit
sebuah mobil berhenti tepat di depan shaina,
milik siapa lagi kalau bukan kael,, sebenarnya shaina sadar dengan kehadiran seorang pria yang akhir-akhir ini begitu sulit jika disebut sebuah kebetulan karena selalu di sampingnya,,,
beberapa kali terdengar bunyi klakson dari dalam mobil,, shaina tidak menggubrisnya,, tapi pria itu sangat kukuh dan tidak beranjak dari sana
pintu terbuka,, pria itu berlari keluar menghampiri wanita cantik nan putih yang terlihat seperti seorang bidadari,,
bahu dan rambut kael sedikit basah
" tidak ada taksi yang akan melintas disaat hujan seperti ini" jelas Kael menawarkan tumpangan
shaina masih diam dan berfikir,,
sebenarnya ia sadar,, bahwa ucapan atasannya itu sangat benar,,, hari sudah semakin larut dan hujan semakin deras dengan kilat yang menyambar,,,
" akan ku antar" ucap kael
" hanya membantu sebagai atasan dan karyawan" jelasnya
wanita itu mengangguk,, mereka kemudian berlari kecil menuju mobil yang terguyur hujan,,, dan duduk di kursi masing-masing,
__ADS_1
rambut pendek shaina nampak basah,, kael pun mengambil handuk kecil berwarna putih dari laci mobilnya, memberikannya pada wanita disampingnya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu,,,
jalanan sangat ramai,,, dan terjadi kemacetan
****
kael diam diam memperhatikan shaina yang sedang mengeringkan rambut basahnya yang terlihat sangat sexi di mata pria penuh misteri itu,,, shaina yang sadar akan hal itu merasa tidak nyaman dan langsung menghentikan aktivitasnya,, ia kemudian meletakkan handuk itu di ujung rok pendek berwarna hitam,, menutupnya karena sedikit terbuka di bagian paha
" sepertinya ada kecelakaan di depan" ucap kael mencairkan suasana yang sedikit canggung dengan hujan deras yang masih mengguyur ibu kota
shaina hanya mengangguk
" bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini??" masih memberi pertanyaan
" hmmm,,, sama seperti biasanya,, tidak ada yang berbeda"
shaina yang juga diam diam memperhatikan bibir kael yang terluka,, di sadari oleh pemiliknya,,
" kenapa???"
" ini hanya luka kecil,,," jelas Kael yang seakan tau wanita di sampingnya nampak jelas penasaran
wanita itu langsung memalingkan pandangan nya,, yang telah di sadari oleh pemilik luka itu
bagaimana dia bisa tau,,????
gumam shaina dalam hati
JeeDduuuaarrrrrrr
tiba tiba,, suara Sambaran petir yang sangat keras membuat shaina sangat terkejut dan langsung memeluk bahu samping milik kael,, wajahnya bersembunyi di balik bahu pria yang kini merasa dadanya akan meledak,, suasana hati kael sangat tidak karuan,, pipinya merona karena shaina berada sangat dekat dengan nya,,
shaina yang sadar dengan situasi sedikit intim langsung memundurkan dirinya di posisi semula,,
" kamu tidak apa-apa???,," tanya Kael
" hanya terkejut" jelas shaina
" maaf merepotkan"
setelah semua situasi yang sangat canggung,, kini keadaan jalan raya mulai normal,, kendaraan sudah mulai bergerak mengurai kemacetan,,, antrian mengular itu pun kini sudah tidak terlihat lagi
***
mereka tiba di perumahan yang kini sudah terendam banjir,,,
shaina turun dari mobil walau cuaca masih gerimis lebat,,,
dia begitu syok dengan apa yang terjadi di hadapannya,,, kael yang masih di tempat pun langsung menghampiri shaina,, menyaksikan perumahan daerah tempat tinggal shaina kini terendam air setinggi hampir satu meter,, beberapa warga terlihat keluar dari tempat itu,, mencari tempat yang lebih aman
" bagaimana keadaan disana???" tanya Kael pada seorang pria paruh baya
" sungai meluap,, dan air naik,, jadi kami harus mengungsi,," jelasnya,, terlihat terburu-buru membawa beberapa barang,,
"apakah tidak mungkin untuk tinggal di sana malam ini pak!??" ujar shaina
" wahhhh sangat tidak mungkin neng,, lebih lagi ada himbauan dari dinas setempat,, bahwa air akan terus naik,," jelasnya
" sebaiknya neng mah ngungsi ketempat yang aman" ucap pria paruh baya itu dan langsung pergi
shaina terlihat bingung,, sementara hari sudah malam dan kini tubuh nya basah kuyup,,
tak jauh beda dengan Kael,, pria itu juga terlihat basah kuyup
__ADS_1
" ikut lah denganku" ucap kael yang khawatir melihat keadaan shaina,, tubuh wanita itu mulai menggigil karena dingin
*bagaimana ini,, apa aku menerima tawarannya saja,,
tapi bagaimana mungkin,,,
bagaimana jika menginap di rumah pita atau lira,,,
tapi di mana mereka tinggal,, ini juga sangat larut dan hujan nya juga bertambah deras
****************
shaina memutuskan untuk menerima tawaran itu,,, mobil kael berhenti tepat di garasi sebuah bangunan dua lantai yang sangat mewah,,,
mereka telah tiba di rumah milik Presdir STARGROUP,, " kael Suga Ardana"
kael dan shaina sama sama keluar dari dalam mobil,, dengan keadaan keduanya basah kuyup,,
BIP BIP,,
terdengar bunyi alarm mobil kael,, pria itu lalu berjalan dengan shaina mengikuti dari belakang,,,
shaina yang terlihat kagum dengan segala isi rumah itu,, mencoba tidak bereaksi berlebihan,,, ia juga melihat beberapa botol minuman keras di sebuah ruang tamu yang tidak terlalu besar,,
dadanya berdebar kencang,,, entah itu rasa takut atau perasaan yang lain,, dia bahkan bingung dengan suasana saat itu
sebenarnya orang seperti apa dia itu??
terlihat kasar dari luar,, tetapi tatapannya begitu sedih dan kesepian
" naiklah" ucapan kael membuyarkan lamunannya
shaina masih mematung
apa maksudnya
wanita itu hanya mengikuti langkah pria di hadapannya menuju lantai dua,,
satu persatu anak tangga di lalui,,, mereka pun tiba di depan sebuah pintu kamar,,
" aku hanya memiliki satu kamar" ucap kael
mata shaina langsung membulat sempurna
mendengar ucapan pria itu
" tenang saja,, aku bukan predator" sedikit bergurau
" aku akan masuk lebih dulu mengambil pakaian lalu membersihkan diri di lantai bawah,,, kamu bisa tidur dan membersihkan diri di kamar ini,,,"
" kunci lah pintunya jika kamu khawatir" jelas Kael yang berlalu setelah mengambil perlengkapan pakaian dan selimut,,,
*****
shaina kini duduk di ranjang big size milik kael,,, memperhatikan sekeliling,, terlihat rapi,, tetapi tidak ada satu foto pun terpajang di kamar yang ukurannya sama dengan luas tempat tinggal shaina
melihat jam sudah hampir pukul sebelas malam,,, ia pun langsung membersihkan diri di kamar mandi dengan nuansa putih,, tersusun rapi peralatan mandi pria di sana,, shaina pun melepas semua pakaian nya yang sudah basah kuyup,, membasuh dirinya dengan air hangat,, semua lelahnya seakan pergi melayang,,, tubuh itu kini hanya di balut handuk putih,,,,
memeriksa lemari pakaian dengan model yang sama semua,,,
" bagaimana bisa seseorang memiliki pakaian yang sama persis sebanyak ini,,," ucap shaina yang masih memilih pakaian di lemari yang juga big size milik kael
shaina mengambil salah satu kemeja putih milik kael,,, dia terpaksa memakainya karena tidak sempat membawa baju ganti,,
__ADS_1
tanpa pakaian dalam,, shaina mengancing satu persatu baju itu,,, terlihat longgar di badannya,, namun sangat sexi dan menggoda,, tubuh nya yang langsing dan kulitnya yang putih kini hanya terbungkus kemeja pria bernama kael