Masih Sama

Masih Sama
air mata


__ADS_3

pekerjaan shaina di Bandung sudah selesai,,, kebahagiaan sangat jelas terukir di wajah kay,, bagaimana pun juga dia sengaja mengatur ini semua agar bisa bersama shaina,,, mereka menikmati makan siang yang sudah terlewatkan, saat ini tepatnya pukul tiga sore,, kay memesan tempat di sebuah restoran outdoor pinggir pantai,,


cuaca tidak terik saat itu,, angin berhembus ringan,,, terlihat anak anak yang berlari berkejaran bersama orang tua mereka di pinggir pantai,, sungguh membuat shaina iri,,, dia tidak sadar,, dari tadi tatapan Kay tak pernah lepas dari wajahnya,,, mengabsen setiap inci bibir mata dan hidung mancung yang mempesona


" kenapa memandangku seperti itu pak,, apa ada sesuatu di wajahku??"


Kay tersenyum tunduk


" ya,,,"


" di mana pak,,," shaina menjelajahi wajahnya sendiri


Kay malah tertawa kecil,,


" tidak tidak,, aku hanya bercanda"


" apaan sih bapak,, gak lucu!!"


" ya maaf,,, sudah jangan cemberut" masih tertawa kecil


setelah menunggu cukup lama,,, pesanan mereka pun datang,, menikmati kuliner laut,, dengan pemandangan alam yang sangat indah,,,


shaina sudah sangat lapar,, dia langsung menyantap hidangan yang lezat menggugah selera,,, di sela sela makan nya,, shaina teringat sesuatu


" sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu pada bapak!!"


" ada apa?? kata kan saja"


" saya tidak ikut pulang bersama bapak sore ini,, saya ada sedikit keperluan di sini!!,,"


"keperluan??,, kalau boleh tau keperluan seperti apa shaina,, mungkin saya bisa bisa membantu!!,," tawar Kay


" emmm,,,,


tidak usah pak,, nanti malah merepotkan bapak!!,,


saya hanya sedang mencari seseorang,, sebenarnya saya juga tidak yakin apa kah orang yang saya cari ada disini atau tidak,,"


" kalau begitu saya akan mengantarmu mencari orang itu, saya tidak bisa meninggalkanmu sendiri di sini,,"


"tapi pak!!"


" sudah lah habis kan saja makanannya,, setelah itu kita langsung ke tempat yang kamu maksud"


" baiklah,,,"


******


waktu menunjukkan hampir pukul empat sore,, mereka pun bergegas pergi setelah selesai menyantap semua hidangan tadi,,


di saat mereka akan melangkah pergi dari tempat itu,, ponsel Kay berbunyi,, dan dia pun buru buru mengangkatnya setelah melihat nama yang tertera,, " mama"


" halo ma,,, ada apa???"


" Kay,, kamu cepat pulang,, Rena datang dan bikin ulah lagi Kay,, kamu harus cepat,, dia mengancam akan bunuh diri kalau kamu tidak kembali malam ini,,!!!"


terlihat bingung di wajah kay


" mama tenang aja,, aku akan pulang secepatnya"


shaina yang melihat percakapan itu,, paham ada situasi yang mendesak menimpa Kay


" shaina,, saya benar-benar minta maaf,, saya tidak bisa menepati janji dan harus segera kembali ke Jakarta,, ada masalah keluarga yang harus segera diatasi,,!"


" saya tidak apa-apa pak,, bapak tidak perlu menghawatirkan saya,, semoga permasalahan bapak dapat segera di atasi"


" kalau begitu saya pergi dulu shaina,, kamu berhati hati lah,,"

__ADS_1


pria itu berjalan sedikit berlari menuju tempat parkir mobil nya,,


" pak,,, " teriak shaina dan pria itu menoleh


" hati hati"


Kay tersenyum dan menganggukkan kepalanya


mobil pun melaju kencang meninggalkan kan shaina yang masih berdiri di tempat itu sampai bayangan mobil Kay tak terlihat lagi,,


dengan bermodalkan alamat yang dulu Dafa berikan,, shaina menaiki sebuah taksi dan menuju tempat kerja Dafa dahulu,, sebuah pabrik baja terbesar di kota Bandung,, hanya membutuhkan 30 menit dari tempat shaina saat ini,,


tampak kegelisahan di wajahnya,, dia berkali kali meremas tangan nya yang berkeringat,, menormalkan detak jantungnya,, begitu banyak pertanyaan yang sudah memenuhi otaknya selama ini,, mengapa kekasih yang begitu mencintainya pergi seperti senja yang hilang di telan malam,,


**********


usia nya tak lagi muda,,, tetapi kharisma dan ketampanannya nya tak pernah luntur,,,


Adipura sudah sangat sehat saat ini,,, kabar tentang kedekatan kael pada seorang wanita sedikit mengusik dirinya,,, hanya saja dia membiarkan nya kali ini,,, memberi kael sedikit waktu untuk bersenang senang sejenak,,,


untuk merayakan kepulihan nya,, Adipura mengundang beberapa kolega di mansionnya,


hanya orang-orang penting dan berpengaruh yang nampak hadir di pesta kalangan atas dengan di dampingi bodyguard nya masing-masing,, nampak nya Adipura sengaja mengundang dua orang yang kini terlihat sangat akrab dengannya,,, putri dan menantu Bramantyo,, Iren yang hadir mengenakan dress hijau,, sangat cantik dengan di dampingi suaminya yang kini sudah menjabat sebagai CEO di salah satu hotel terbesar di Jakarta,,


" paman,, apa kabar???,," ucap Iren manja pada Adipura yang sudah ia anggap seperti ayah nya


" tentu saja baik,, dimana ayahmu,, paman tidak melihatnya dari tadi??"


" ayah berada di Jepang paman,,, dia ingin Iren menyampaikan permohonan maaf nya langsung,, karena tidak bisa hadir hari ini,, kalau ayah sudah kembali,, beliau pasti langsung kemari paman,,"


" o iya paman,,perkenalkan,, ini Dafa suami Iren"


" saya Dafa om" memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya,,


" oo jadi kamu Dafa,, pria yang membuat anakku Iren begitu tergila-gila,, hahaha,,, pantas saja,, kamu sangat tampan rupanya" "tidak perlu sungkan padaku,, bila perlu sesuatu kamu langsung saja hubungi paman"


" apa kael belum tiba??" tanya Adipura pada salah satu orang nya,,


" sudah tuan,, bos baru turun dari mobilnya"


" suruh dia langsung menemui ku!!"


tak lama kael datang dan menghampiri dengan tanpa ekspresi,, seperti biasanya,,


" kael,, kemari lah,, aku akan memperkenalkan mu pada seseorang"


" mereka adalah putri dan menantu Bramantyo,, menunjuk Iren dan dafa


kael hanya menundukkan kepalanya tanda saling menghormati,, hal itu juga di lakukan oleh Dafa,,


saat mata kael bertemu dengan tatapan Dafa,, dia teringat dengan wajah di sebuah foto yang terpajang di rumah shaina,,


apa hubungan orang ini dengan shaina,, aku tidak mungkin salah orang,, ya,, mereka adalah orang yang sama


"kau harus lebih akrab dengannya kael,, dialah yang saat ini memegang hotel X di Jakarta,, mungkin saja,, suatu saat nanti kalian akan bekerja sama,,


bukankah begitu Dafa??" ucap Adipura


" hmm,, tentu saja paman,," jawab Dafa yang sedikit terkejut,, karena risih dengan tatapan kael padanya


****


kael beegegas menuju ruangan sepi saat ponselnya bergetar,,


" ada apa??"


" pria itu kembali ke Jakarta seorang diri bos,, nona shaina masih di Bandung saat ini"

__ADS_1


" kamu lacak keberadaannya"


langsung mematikan ponselnya dan melangkah pergi dari mansion Adipura


walaupun begitu ramai orang di ruangan itu,, tetapi Adipura memperhatikan kael dengan langkah ny yang terburu-buru


ada apa dengannya??


sambil terus berbincang pada para tamunya


********


waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam,,, wajahnya nampak lelah,,, kekecewaan terlihat di mata indahnya,,, orang yang ia cari sudah lama tidak terlihat lagi di tempat kerjanya dulu,, mereka bahkan tidak tau kabar terbaru Dafa,,


cuaca dingin tak sedingin hatinya saat ini,, suasana yang begitu sepi tak dapat membuat seorang wanita takut,, terduduk di sebuah halte bus di pinggir jalan raya,, yang mulai sunyi dari kendaraan yang melintas,, tatapannya yang kosong seperti lautan luas tanpa daratan,,, tak bisa di pungkiri di hatinya masih tersisa cinta untuk Dafa,,


**


sebuah mobil sport hitam berhenti tepat di depan halte shaina berada,,


lamunannya pun terhenti saat seseorang menghampirinya,, berjalan dengan langkah lebar,, tatapan elang tanpa ekspresi tidak mengeluarkan satu kata pun,,,


shaina masih terpaku dan tidak percaya dengan seseorang yang saat ini ada di hadapannya,,


kael langsung menghampiri shaina dan menarik tangannya,, membawa nya masuk kedalam mobil,,, dan melaju dengan kecepatan tinggi,,,,


tatapan elang itu membuat shaina takut,,


" ada apa denganmu??"


" apa yang kamu lakukan,, ini membuatku takut,,, bagaimana jika menabrak seseorang yang melintas"


tidak ada jawaban dari bibir kael,, shaina meremas sifbell di dadanya dengan kuat,,, mobil itu melaju kencang sekali membuat wanita itu gemetar


**


sittttttt,,,,,rtrrttttrrtttt


terdengar suara ban mobil yang berhenti dalam kecepatan tinggi,,,, mobil itu berhenti di jalanan yang sangat sunyi dan gelap,,, shaina pun membuka matanya,, melihat keadaannya yang masih baik-baik saja,, menarik nafas panjang dan menatap pria di sampingnya


" kau mau membunuhku??" teriak snaina


" aku sama sekali tidak mengerti siapa dirimu dan apa maksudmu,,, tapi berhentilah mengusik hidupku,,, dan untuk ciuman itu,, anggap saja itu kesalahan"


shaina mencoba membuka pintu dan ingin pergi dari pria di samping nya,, tetapi pintu mobil itu terkunci


" buka,,, aku mau turun!!!!!,," teriak shaina marah


" apa sangat sulit menerima cinta ku!!"


" aku hampir mati karena merindukanmu,, "


tatapan mereka pun bertemu,,, dengan arti masing-masing


sekejap suasana itu begitu hening,,,


melihat isi hati terdalam dalam tatapan dua insan


" kael,,, dengarkan aku,,," shaina memberanikan diri,, berbicara dengan hati hati


" aku memaafkan mu,,, kau tidak perlu membalas nya dengan apapun,,, semua rasa cinta yang kamu maksud adalah rasa penyesalan dan rasa bersalah kael,,, kau harus bisa menghilangkannya,, mulailah hidupmu yang baru,, cari lah wanita yang benar-benar kau cintai,, jangan biarkan rasa bersalah ini menghancurkan hidupmu sendiri,, "


dengan lemah lembut shaina berkata,, bahkan air mata nya hampir terjatuh,,,


" jadi,, kau menghindari ku akhir akhir ini,, karena menganggap,, semua yang ku lakukan selama ini karena penyesalan,,,


jujur saja,, rasa penyesalan terus menghantui hidupku,, tetapi aku tidak bodoh menganggap cintaku sebagai rasa kasihan,, tatap aku shaina,, apakah mataku tampak berbohong,,"

__ADS_1


mata elang itupun berkaca kaca


__ADS_2