Masih Sama

Masih Sama
dia pergi


__ADS_3

hari itu shaina memutus kan untuk tidak bekerja,, dia hanya berdiam diri di kamar nya,, masih membayangkan kejadian menyakitkan malam itu ia berusaha tidak menangis,, dia begitu lelah menangis, di kamar itu shaina termenung menunggu panggilan dari seseorang yg ia cintai,, tetapi panggilan itu tidak kunjung datang bahkan nomor Dafa menjadi tidak aktif,, ia begitu ingin menjelaskan semua pada Dafa dan akan menerima semua keputusa pria itu,, tapi entah kemana pria yang kemarin sangat menghawatirkan nya itu


tok tok tok,, tok tok tok,,


terdengar suara pintu di ketukvdari luar...


" shaina, apa kau di dalam, shaina, ini aku Ami,,


Ami adalah sahabat baik shaina, mereka sama2 di besarkan di panti asuhan, wajah Ami sangat khawatir,, tidak pernah sahabat nya itu tidak masuk kerja bahkan saat sakit sekalipun,,


shaina yang mendengar ada seorang tamu pun langsung berjalan dan membuka pintu


"shaina apa kamu sakit, kenapa tidak bekerja ??,, pertanyaan Ami tidak di jawab oleh shaina,, gadis itu langsung memeluk ami, sahabat baik nya, dia menangis di pelukan Ami,,


Ami pun sangat kaget ,,


" kamu kenapa?? apa yang terjadi? apa Dafa menyakitimu? kenapa kamu menangis?? shaina jawab aku shaina,,, tidak biasanya kamu seperti ini,,,


Ami lalu menuntun shaina menuju kedalam.


merekapun duduk di sofa dan masih saling berpelukan,, sesekali Ami mengusap air mata sahabatnya itu,


" ceritakan pada ku shaina,, aku akan mendengarkan sayang,,"


tampak shaina menghela nafas dan mengambil nafas panjang, tlmatanya terlihat begitu sembab


" apa yang harus kulakukan mi?? aku sudah hancur,, masa depan ku hancur mi",, shaina mencoba menjelaskan pada ami


"apa maksudmu, siapa yang menghancurkamu?,, apa yang sebenarnya terjadi shaina?,, apa kamu hamil ? apa Dafa menghamilimu?,, aku akan menemui Dafa dan menyuruh nya menikahimu,, tampak Ami begitu emosi da ingin pergi menemui Dafa,, shaina pun langsung menarik lengan Ami membuat nya kembali duduk di sofa itu,,


"tidak,, bukan itu,,


perlahan shaina pun menjelaskan semuanya kepada sahabat nya itu,, sambil sesegukan shaina tetap menjelaskan kejadian yg menimpa dirinya,,


mata Ami pun berkaca kaca , dan air mata itu pun terus mengalir tidak bisa berhenti,, kini mereka berdua pun menangis dan saling memeluk,,

__ADS_1


hiks hiks hiks,,


suara tangisan mereka berdua memenuhi ruangan itu


"gadis bodoh,, mengapa itu bisa terjadi padamu,," tampak Ami menepuk nepuk punggung shaina,, air mata mereka pun tidak bisa berhenti


"ayo kita ke kantor polisi, kita jebloskan mereka ke penjara,, teriak Ami sambil menarik lengan shaina,,


"percuma mi, tidak ada gunanya,, sepertinya mereka orang berkuasa,,


"aku tidak peduli, kau tidak boleh menyerah shaina,, mereka harus mendapat hukuman nya",, perlahan hati shaina pun luluh dan mengikuti nasihat sahabatnya.


***********************


kini shaina dan Ami sudah berada di sebuah kantor polisi,, mereka pun mengadukan apa yang terjadi kepada polisi yang ada di hadapan nya itu,,


"baik lah, kami akan mengusut kasus ini,, apa kalian memiliki bukti dan saksi??? apa saudara mengalami luka fisik,, jika benar,, silahkan melakukan visum ,, itu berguna sebagai alat bukti" tampak ami dan shaina saling memandang


walaupun benar ia diperkosa, tetapi mereka tidak melukai tubuh shaina,, dan shaina juga tidak mau jika harus di visum pada daerah kewanitaannya


" apa maksud anda pak, bukankah korban ini adalah bukti yang nyata",, Ami mencoba membela diri


petugas polisi itu pun mempersilah kan Ami dan shaina untuk pergi...


mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut


**************


kini kedua sahabat itu,, sedang berada di sebuah bangku taman yang agak panjang


" kamu tenang aj shaina,, sekarang kita hanya harus mendapatkan seorang saksi" Ami mencoba menyemangati sahabatnya itu,,


" sudah lah mi, aku juga tidak berharap banyak saat mendatangi kantor polisi,, sekarang aku tidak butuh apa2,, aku hanya butuh kamu tetap di samping ku,"


Ami langsung memberikan sebuah pelukan penyemangat untuk sahabat baik nya itu..

__ADS_1


"Ami,, apa kamu mendengar kabar mas Dafa hari ini??,, dari tadi pagi aku tidak bisa menghubunginya,, padahal kemarin dia begitu menghawatirkan ku,,


namun wajah Ami terlihat begitu gelisah dan tampak bingung


"itu,, anu,, sebenarnya ,,, tadi pagi saat aku menuju ke rumahmu, aku tidak sengaja melihat Dafa, dan,,,emm dia sedang bersama seorang wanita,, ta' tapi kamu jangan berburuk sangka dulu,, mungkin saja itu sahabatnya,, Ami terlihat begitu gugup menjelaskan pada shaina


Ami masih mengingat jelas kejadian pagi tadi dia tidak sengaja melihat Dafa bersama seorang wanita, tapi mereka terlihat begitu mesra,, seperti seorang kekasih,, wanita yang bersama Dafa itu terus bergelayut manja di lengan Dafa,, tapi Ami tidak berani menjelaskan semua nya kepada shaina,, dia paham betul sahabat nya itu sedang dalam keadaan terpuruk dan trauma.


" ya sudah,, nanti aku akan menghubunginya lagi, mungkin dia sedang sibuk,, oh ya,, bisakah kamu menginap di rumah ku malam ini mi,, aku masih takut di rumah sendirian,,"


pinta shaina kepada sahabat nya itu


"tentu saja sayang ku,, tanpa kamu meminta pun aku akan menginap di rumah mu malam ini,,


"o ya shaina,, kamu pasti belum makan kan dari tadi pagi,, ayo kita cari makan,, aku sudah lapar,, ucap Ami


"tapi sepertinya aku tidak lapar,, aku tidak berselera makan,,jawaban shaina itu membuat Ami menjadi cemberut


"apa maksudmu, apa kamu mau mati kelaparan, apa kamu tidak butuh tenaga untuk membalas pria brengsek itu ha,, tingkah lucu Ami yg mengepalkan tangan nya dan bertingkah seperti petinju itu membuat shaina tertawa kecil


"shaina,, terus lah tersenyum seperti itu,, hati ku begitu sakit melihat sahabat ku menangis",


ucap Ami kepada shaina


"baik lah,, aku akan mencoba tersenyum kembali, demi sahabat ku tercinta,, ayo kita mencari makan,, aku akan makan banyak dan menghajar pria brengsek itu.


shaina pun mencoba mengumpulkan tenaga nya kembali berusaha bangkit untuk melanjutkan hidupnya


"kamu mau makan apa?? tanya Ami


"apa saja, kamu yang pilih,,"


"okeeee,,,,"


********************************

__ADS_1


hari demi hari di lalui gadis itu dengan hati yang masih sakit ,, yang membuat ia tambah bersedih adalah orang yg di cintai nya itu tidak pernah lagi menghubunginya ia bahkan sudah mendatangi rumah Dafa ,, tetapi rumah itu kosong seperti tidak berpenghuni,, rumah itu lumayan besar,, Dafa ada lah orang yang lumayan sukses.. orang sekitar berkata bahwa penghuni rumah itu sudah pindah,, dan tidak tau pindah kemana


shaina begitu putus asa, ia seperti tidak punya tujuan,, sementara dalam waktu dekat Ami sahabat nya itu akan melangsungkan pernikahan,, ia seperti tidak punya siapa2 lagi di dunia ini..


__ADS_2