Masih Sama

Masih Sama
akhir pekan


__ADS_3

akhir pekan ini kael hanya sibuk mengurus kepindahan Adipura di Jakarta,, karna perawatan di rumah sakit di Jakarta,, membuat tuan besar itu tinggal di rumah mewah miliknya di ibu kota,,


para pelayan dan pengawalan super komplit pun langsung bersiap,


rumah mewah itu tertutup tembok pagar yang sangat tinggi,, dengan ke amankan super canggih,, terdapat cctv di setiap sudut ruangan,, puluhan pengawal berbadan kekar itu pun langsung bersiap di gerbang depan,, dan tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam sana


************


beberapa mobil berwarna hitam terlihat dari luar,, mereka adalah rombongan Adipura dan para pengawalnya,, termasuk kael,, mobil mobil itu memasuki rumah mewah dengan halaman yang sangat luas,,,


mereka berhenti tepat di depan rumah mewah bernuansa putih yang terlihat luar biasa,,


beberapa pengawal langsung keluar dari dalam mobil untuk menjaga keamanan Adipura ,,,


kael terlihat mengeluarkan kursi roda,, dengan Adi pura yang langsung duduk dan berlalu memasuki ruangan yang cukup besar dan lebih dari itu,,


*****


kini mereka sudah berada di ruang pribadi Adipura,,, tempat ia akan istirahat memulihkan kondisi tubuh pria yang akrab dipanggil tuan,, dengan usia yang terbilang tidak muda,,


kael pun membantu tuan nya itu untuk duduk di tempat tidur yang cukup besar,,


" kael,,,"


panggil Adipura


" ya tuan"


" sudah kamu bereskan semua dokumen itu"


" tentu tuan,, semua sudah aman,, bahkan polisi tidak akan menemukan satu kesalahan pun dalam bisnis tuan"


jawab kael yang terus berdiri dan menunduk


" singkirkan semua tikus yang bisa menghancurkan Bisnisku,,


masih dengan ekspresi santai dan dingin


" sudah saya lakukan tuan"


kael langsung melangkahkan kaki nya dan beranjak pergi,,


**************************


sementara sore itu shaina hanya ber malas malasan di rumahnya,, duduk dan menonton tv,, dengan pikirannya yang melayang


"apa yang sedang orang itu lakukan sekarang?


apakah dia baik baik saja?,,


dan dari mana dia mendapatkan luka seperti itu?


aku juga sempat melihat beberapa bekas luka di dada dan perutnya,, "


" tunggu,,, kenapa aku harus menghawatir kan orang itu"


shaina malah berbicara Dan menjawab diri nya sendiri


saat dia sibuk dengan fikiran yang melayang,, ponselnya pun berbunyi,, ada pesan yang masuk,,


pesan itu dari Kay


" shaina,, apa malam ini kamu ada acara"


 


" tidak pak,, ada apa pak??"


 


" kalau begitu,, akan saya jemput jam 7"

__ADS_1


 


" maksud bapak,,,"


" pak Kay,,, ada apa ini??"



" pak,, kenapa tidak membalas"


 


shaina terlihat bingung dengan isi pesan bos ny,,


" sebenarnya ada apa ini?? kenapa pak kay tiba-tiba ingin menjemputku,??


shaina langsung menghubungi Kay saat itu juga,, tetapi nomor nya tidak bisa hubungi,,,


*******************************


waktu menunjukkan hampir pukul tujuh,,


shaina yang masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan,, memutuskan bersiap siap,, menunggu Kay datang,,,


ia berpenampilan rapi mengenakan kaus santai berwarna merah,,, tidak terlihat mewah tetapi juga sangat cantik dan seksi,, karna membentuk lekuk tubuhnya dengan celana jeans hitam yang agak ketat,, dia merias wajahnya setipis mungkin,, dengan lipstik merah muda yang terlihat lembut di bibir kecilnya,,,


wanita itu memandang ponselnya menunggu pesan dari seseorang yang akan menjemputnya,,, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar,,,


tok tok tok


tok tok tok


shaina yang sadar Kay sudah datang pun langsung menghampiri pintu dan membukanya,,


terlihat seorang pria berdiri membelakangi dirinya,,,


tanpa berpikir panjang wanita itu pun langsung memberi pertanyaan


" sebenar nya kita akan kemana pak??"


mata shaina membulat sempurna,, terkejut dengan sosok yang ada di hadapannya,,, bibirnya sedikit terbuka ,, seakan tidak percaya orang yang ada di hadapan nya adalah kael,,


" siapa yang kamu maksud??,, kamu sudah ada janji dengan orang lain,,,??


siapa orang itu??"


pertanyaan2 itu langsung menghujani shaina dengan ekspresi menusuk,,


" itu tidak ada urusannya dengan anda,, saya tidak pernah mengundang anda ke rumah saya"


jawab shaina dengan ekspresi santai


" haruskah aku membunuh orang yang telah membuatmu menunggu,,


ucap kael dengan tatapan nya mendekat ke wajah shaina,,


shaina menelan saliva nya dengan sekuat tenaga,, seakan ada kerikil mengganjal di tenggorokan nya,,, ucapan kael terdengar tidak main-main membuatnya merasa harus menghindari situasi itu,,


ia bergegas menutup pintu,, tetapi di tahan oleh kael,, kekuatan pria dengan tubuh atletisnya tentu saja tidak sebanding dengan tubuh kecil shaina


pintu itu pun terbuka,, tangan shaina langsung di raih oleh kael,, dan membawanya pergi dari situ


" lepas,, apa yang kau lakukan,,"


teriak shaina sambil terus mengikuti langkah lebar kael,,


pria itu membawa shaina masuk ke dalam mobilnya,, dan melaju dengan kecepatan tinggi,,


suasana di dalam mobil itu pun terasa panas,, terlihat emosi dari keduanya,, shaina terus menatap ke arah kael dengan tatapan yang begitu marah,, tetapi pria itu tidak perduli dan terus melajukan mobilnya,,,


***************************

__ADS_1


sementara pria bernama Kay,, sudah berdiri rapi di depan rumah shaina,, dia terlihat tampan mengenakan stelan kasual kemeja berwarna putih celana hitam dan sangat wangi,, beberapa kali dia mengetuk pintu itu tetapi tidak ada tanda-tanda orang di dalam nya,, ia pun terus menghubungi shaina,, dan mendengar suara hp berbunyi di ruangan itu,,


Kay yang penasaran mencoba membuka pintu,, dan dia yang sedikit kaget karena pintu itu terbuka dan tidak terkunci,,


" shaina,,, shaina,,, apa kamu di dalam??,,"


terdengar Kay memanggil sambil terus melanjutkan langkahnya,, ia kemudian kembali menghubungi hp shaina,, dan benar saja,, suara ponsel itu terdengar dari dalam sebuah tas selempang kecil milik shaina,,


*************************


saat ini kael membawa shaina ke sebuah pantai,, tidak terlalu jauh dari tempat shaina tinggal,, menempuh waktu 20 menit dengan kecepatan tinggi,,


mobilnya berhenti tepat di bibir pantai,, berjarak sekitar sepuluh meter dari desir ombak


kael terlihat keluar dari dalam mobilnya,, membiarkan wanita itu tetap disana,, suasana hati shaina yang masih bingung dengan kejadian itu,, membuatnya hanya ingin berada di dalam mobil sambil melihat tubuh kael yang bersandar disisi depan mobil hitam itu,,


kael terus menatap ke arah lautan dengan ombak yang tenang,, menikmati keindahan pantai,, angin yang berhembus kencang menggoyang kan rambut pria itu,,


shaina yg sudah cukup lama berada di dalam pun kini ikut keluar,, menghampiri pria yang sedang memegang sebatang rokok dengan korek api di tangan kanannya,,


shaina refleks merebut rokok itu dari tangan kael dan melemparkannya ke bibir pantai


kael yang masih bingung dengan kejadian itu langsung memandang wanita di sampingnya


" apakah kamu sangat menghawatirkan ku??"


pertanyaan itu membuat shaina sedikit malu,, matanya mengarah ke kanan dan ke kiri menghindari situasi saat itu,


" aku,, aku hanya tidak suka dengan asap rokok"


jelas shaina masih dengan menghindari tatapan tajam kael,,


mereka hanya bersandar di sisi depan mobil hitam itu,, sambil terus menatap ke arah lautan,,,, angin yang berhembus kencang membuat rambut shaina sedikit berantakan,, ia merapikan nya beberapa kali karena sesekali rambut itu menutup wajahnya,,


" mengapa membawaku ke tempat ini??"


ucap shaina memulai percakapan


" aku sendiri bahkan tidak tau,, hanya saja,, mengikuti kata hati ku"


jawab kael sambil memandangi wajah shaina dari arah samping yang terlihat tertiup angin


" tempat ini sangat indah,, sudah lama aku tinggal disini tetapi tidak tau ada tempat seperti ini"


jelas shaina sambil menyimpulan kedua tangannya terlihat mengelus lengannya sendiri karena udara dingin,,


kael yang sadar akan hal itu pun langsung membuka jas hitam miliknya,, pria itu selalu memakai setelan yang sama setiap hari,, bukan karna tidak memiliki pakaian lain,, tetapi seluruh isi lemari kael diisi dengan model baju yang sama,, sama sekali tidak memiliki pakaian santai,, hanya satu pemberian shaina,, itupun dia menyimpannya dengan hati hati,, seperti menyimpan sebuah berlian,,


wanita cantik itu sedikit terkejut saat kael memakaikan jas miliknya ke bahu kecilnya itu,,


shaina tidak berkata apa-apa,, hanya terus memakainya,,


" dua tahun lalu,, mengapa kamu tega berbuat itu padaku???,,"


shaina memberanikan diri bertanya pada kael,, pertanyaan shaina membuat pria itu sekejap mematung,,


" itu,,, bagian dari pekerjaan ku"


jawaban kael membuat shaina terkejut


" apa,, bagaimana mungkin hal itu di sebut pekerjaan,,"


tapi sepertinya,, orang-orang kaya seperti kalian,, melakukan itu,, hanya untuk kesenangan di saat bosan,,"


tatapan mata kael terlihat penuh arti saat menatap wajah shaina,, keduanya saling memandang dengan angin yang menerpa wajah mereka


suasana itu membuat keadaan seakan waktu terasa berhenti berputar,,


tangan pria itu mengarah ke wajah shaina yang tertutup rambut karna angin pantai yang berhembus kencang,, merapikan sedikit rambut lembut wanita itu


shaina yang sadar dengan situasinya pun langsung memalingkan wajahnya,,

__ADS_1


" aku ingin kembali,, ini sudah sangat malam,,"


ucap shaina,,


__ADS_2