
untuk teman2 semua author mohon maaf atas kesalahan dalam pembuatan novel ini di karenakan episode 1 adalah untuk judul yang berbeda jadi teman2 semua langsung aj baca eps yang 2,,berhubung eps 1 tidak dapat di hapus author mohon teman2 memakluminya
**********************************************
sementara itu di dalam sebuah ruangan yang tidak terlalu terang,, seorang gadis terbaring di atas sebuah ranjang dengan posisi tangan dan kaki terikat dalam ke adaan tidak sadar,
"sudah ku bereskan tuan,, kael tampak sedang berbicara lewat telephon
"ada satu lagi tugas untuk mu kael"
"apa itu tuan" dengan ekspresi serius kael mendengarkan perintah tuan nya itu
.............
"tuan,,, apa maksud mu tuan,, aku tidak bisa melakukan nya,, wajah kael tampak panik
"apa kau membantah ku,, jawab Adipura dengan suara tenang tapi dingin di balik telephone nya "apa kau tau kael nyawa Bimo teman baik mu ada di tangan ku,, apa kau tau Bimo telah menjual informasi pada kelompok mafia X,, bukankah kau sudah tau apa resiko bagi penghianat,, kau pasti lebih paham kael,, apa kau mau aku memecahkan kepalanya,,,
tutt Tuttt Tuutt.....
Adi pura langsung memutus sambungan telephon,,
tampak kael sangat panik dan bingung
" kenapa dia tidak menyuruhku saja membunuh gadis itu,, membunuh nya lebih mudah dari pada harus memperkosanya,,
AAHHhhhrrrkkk SIAL
kael begitu marah,, dia memukul tembok yang ada di dekat nya hingga tangan nya terluka
"ini di luar rencanaku ,, kenapa jadi seperti ini tapi bagaimana dengan Bimo AHHrrkkkkk Sial
mengapa dia begitu bodoh mengapa harus aku yang membayar kecerobohan nya,,
kael paham betul sifat tuan nya itu kata2 nya tidak akan pernah ia cabut..
sementara di dalam sebuah kamar shaina mulai membuka matanya perlahan,, dia mencoba mengumpulkan kesadaran nya kembali dan mengingat ingat apa yang sebenar nya terjadi,, mengapa ia bisa sampai di tempat yang asing.
" dimana aku,, dan kenapa tangan dan kaki ku terikat,, mereka membawaku ke tempat ini apa yang mereka ingin kan dariku,,
shaina mencoba melepas kan ikatan tangan nya, tapi begitu susah untuk di lepas,, sementara kakinya di ikat menjadi 1,, membuat nya tidak bisa berjalan,,,
__ADS_1
cekleeekk....
terdengar suara pintu terbuka,, shaina sontak kaget dan melihat ke arah pintu tersebut,,
tampak seorang pria masuk ke kamar itu,, ya dia adalah kael, ia memutuskan menjaln kan perintah tuannya
"mau apa kamu,, si siapa kamu,, aku tidak mengenal mu,, apa salah ku pada kalian,, shaina berkata sedikit terbata karna rasa takut ny
" lepaskaaan akuu ,, aku mau pergi dari siniii,,
teriak shaina
tampak kael tetap meneruskan langkahnya mendekati gadis itu,, kael tidak mengucapkan satu kata pun,,
shaina begitu gemetar,, shaina memundurkan tubuhnya menjauhi kael yg terus mendekati nya dengan wajah yg dingin tanpa ekspresi
"tenang lah,, aku tidak akan membunuh mu,, kau cukup memberikan tubuh mu,
kata2 kael membuat shaina tambah gemetar dan berkeringat,, ia begitu putus asa dan menangis, shaina menangis sekuat kuatnya
"aku mohon tuan,, lepaskan aku tuann,, aku berjanji tidak akan melaporkan mu kepolisi jika kamu membebaskan ku" dengan suara sesegukan shaina berusaha mendapat belas kasih pria tersebut,,
aku tidak bisa melepaskan mu nona,, nyawa teman ku dalam bahaya,, aku sungguh ingin melepaskan mu tetapi nyawa mu juga pasti akan dalam bahaya,, aku paham betul sifat tuan ku dia bisa membunuh kalian berdua,, aku akan menanggung rasa bersalah ini seumur hidup ku,, maafkan aku,,
terdengar lirih suara hati kael mencoba menghilang kan rasa bersalah nya
perlahan kael mengarah kan tangan nya menyentuh rambut shaina,, shaina sangat terkejut dan memundurkan dirinya
"apa mau mu,, lepaskan aku breng**k,, dasar baji***n,, kau binatang,, shaina meronta ronta mencoba pergi dari situ,, tapi apalah daya karna tangan dan kakinya terikat membuat dia terjatuh dilantai
perlahan kael mendekatinya,, shaina berusaha memundurkan dirinya ,, tapi kalah cepat dengan kael,, kael menyentuh kaki shaina yang terikat,, dan melepaskan ikatan tersebut ia juga melepaskan ikatan tangan nya,, shaina tampak bingung,,
apa dia melepaskan ku,, dia melepaskan ikatan ku,, aku harus lari sekarang.. dalam hati shaina*,,*
tatapan mata shaina mengarah ke pintu kamar tersebut,, dia bersiap siap untuk lari,,
shaina berlari ke pintu kamar tersebut dan berusaha membukanya,, tapi apa daya pintu itu terkunci,, kael sudah mengunci pintunya tadi,,
TOOlooonggg TOLooonggg,,, shaina terus berteriak sambil menggedor pintu tersebut dan tetap berusaha membukanya
Toolooongg,, aku mohon siapapun tolong aku
__ADS_1
aaahhhhhh,, lepass, lepaskan aku
kael membopong tubuh shaina dengan paksa dan dengan sedikit kasar kael menjatuhkan tubuh shaina di ranjang itu
shaina begitu pucat tubuh nya begitu gemetar dan lemas,, kini posisi kael berada diatas shaina bertumpu dengan kedua lutut ny dan kael langsung melepas bajunya sendiri,, kini kael bertelanjang dada,, tampak shaina terus menangis sesegukan,, dan terus memohon agar melepaskan nya,,
kael ******* bibir shaina dengan lembut,, tangan kiri kael menggenggam kuat kedua tangan shaina di atas kepala gadis itu,, shaina terus menangis dan menggelengkan kepalanya,, kini shaina sudah lemas dia bahkan tidak punya tenaga untuk melawan,, sementara tangan kanan kael tampak menggenggam dagu shaina ,, kael terus ******* bibir shaina,, perlahan ciuman itu berubah menjadi kasar,, kini kael tampak bernapsu dengan tubuh mulus shaina,, bibir kael kini menyusuri leher jenjang gadis itu,, dia bahkan membuat beberapa tanda di sana,, kissmarks tersebut meninggalkan tanda merah di leher shaina,, shaina terus menangis dan berusaha meronta,, tapi percuma, dengan tubuh besar kael menimpanya dia tidak bisa apa2 selain menangis,,
kini perlahan kael meraba perut shaina,, tangan nya masuk dari balik baju shaina,, kael pun membuka satu persatu kancing baju gadis itu,, kini tubuh shaina terlihat jelas hanya bra hitam itulah yang menutupi payudara shaina,, tubuh nya begitu indah,, perut nya yg langsing dan kulit nya yang putih membuat kael kehilangan rasa bersalah nya,, kael tampak begitu bernafsu ia pun melepaskan tangan gadis itu dan fokus menyusuri setiap inci tubuh gadis tersebut ,,
shaina terus meronta,, ia melawan dan memukul kael dengan ke dua tangan nya,
aku mohon,, lepaskan aku,, hiks hiks hiks
gadis itu terus memohon dan meronta
, tapi sungguh bukan lawan yang sebanding,, kael terus menyusuri tubuh shaina,, kini kael melepas bra shaina dengan paksa,, tangan shaina pun reflek menutup dadanya,,
kael tampak memandangi ke dua gunung kembar tersebut,, itu begitu indah,, kael belum pernah menyentuh nya seumur hidup nya,, ini juga yang pertama bagi pria itu,,,. kael melepas tangan shaina dari dadanya sendiri,, kael pun ******* pu***g shaina,, gadis itu terus menangis dan memukul2 kepala kael,, tapi kael tidak perduli,, dia terus ******* payudara shaina ,, sambil sesekali meremas nya,,,
air mata terus tercucur dari mata shainala,, ia tidak menyangka hidup nya akan sangat hancur,, ia bahkan sudah merencanakan sebuah pernikahan dengan kekasih nya,, dia sudah tidak tau bagaimana dia akan menghadapi orang yang dicintainya itu,,
kael yang begitu bernafsu terus menggerayangi tubuh shaina,, kini kael melepas seluruh pakaian shaina,, dan juga seluruh pakaian nya ,, kini mereka berdua tidak memakai sehelai benang pun,, perlahan kael menghujamkan miliknya kedalam milik shaina
"sakit,, itu sangat sakit" lirih gadis itu sambil memukul tubuh kael,, dia terus menangis walau air mata ny sudah kering,,
kenapa sangat sulit,, kenapa begitu ketat dalam hati kael berkata
kael pun ******* bibir shaina dengan lembut dan kembali menghujamkan miliknya,, sepertinya kali ini kael berhasil masuk kedalam milik shaina, kini kael memaju mundurkan milik nya,, sambil terus ******* bibir shaina,, walaupun gadis itu terus memberontak,, kini kael melepas ciuman nya,, ia fokus menikmati kenikmatan yang membuat nya lupa sesaat akan rasa bersalah nya,, pria itu terus mengerang wajah nya di penuhi ekspresi nafsu yang tersalurkan,,
sementara gadis itu terus menahan sakit dan perih yg luar biasa
"ahhh emmm oohh emmm,, SIAL rasa ini membuat ku gila mengapa ini begitu nikmat dan sakit,, mengapa begitu ketat,, ahh ahh ahh ,, sepertinya aku sudah mau keluar
kael memaju mundurkan miliknya lebih cepat,
sepertinya ia sudah tidak bisa menahan ny lagi,, dan benar saja kael memuntahkan semua kenikmatan itu kedalam milik gadis itu
AAAhhHhhhh
tubuh nya begitu lemas, nafas nya sampai tersengal senggal,, keringat mengalir di tubuh pria itu,, kini mereka berada pada posisi di atas dan dibawah,, kael seperti sudah tidak punya tenaga untuk bangkit dari tubuh gadis itu,,,
__ADS_1