
indahnya malam tak lagi membuat senyum anak manusia terukir di bibirnya,, senyum itu sirna,, hilang di telan malam. tinggal lah suasana yang mencekam
************************************
kedua tangan shaina terlihat mengepal, wajahnya menjadi pucat,, tubuh nya tiba2 menjadi lemas,, ingin sekali ia lari,, tetapi tenaganya seperti hilang entah kemana.
kael langsung berjalan perlahan mendekati shaina
"kamu,, benarkah itu kamu'",, ucap kael yang mencoba sadar dengan suasana saat itu,
detak jantung nya tak beraturan seperti mau meledak
"stoooopp,,, jangan mendekat" shaina panik, ia menjerit,,dia begitu jijik melihat lelaki yang ada di hadapan nya..
"m ma' ,,,, mau apa kamu,, apa lagi yang kamu inginkan dariku,, pergi kamu, pergiii,,," melihat langkah kael yang perlahan mendekat, shaina pun refleks berjalan mundur dengan kaki yang gemetar,, kaki nya tiba2 lemas, ia pun terjatuh dengan posisi duduk dengan ke dua lututnya,,
sontak beberapa orang di sekitar yang melihat kejadian itu langsung mendekat
"ada apa ini,, apa yang terjadi??? dan seorang wanita membantu shaina berdiri.
"tolong,, tolong aku,, dia penjahat,, aku sangat takut.. dia akan membunuhku.."
orang2 itu langsung menatap kael dengan ekspresi menusuk
"tidak,, bukan seperti itu,, aku hanya ingin berbicara dengan nya,, ada yang ingin ku katakan padanya,, ku mohon percayalah,, aku tidak punya niat jahat.." wajah kael terlihat memelas,, ia terlihat jujur
" aku tidak mau mendengar apapun darimu,,
tolong aku,, aku sangat takut padanya,," shaina memeluk wanita yang ada di sampingnya
"pergilah,, kau sudah mendengar apa yang di katakan wanita ini,, sebelum kami membawamu ke kantor polisi,, lebih baik tinggalkan tempat ini,," ucap salah satu pria untuk melerai kejadian itu
kael pun memilih meninggalkan tempat itu,, ia memacu kendaraan nya dan pergi dengan suasana hati yang berapi api
dia ada disini, aku baru saja melihat nya, apakah ini mimpi,, kael menampar pipinya sendiri,,
"ternyata aku sedang tidak bermimpi, wanita itu masih sama, dia sangat cantik,, rupanya dia memotong rambutnya,, senyumnya sangat manis"
tiba2 kael membanting setir dan berhenti mendadak di pinggir jalan
"SIAL,, dia sangat takut melihatku,, apa yang harus ku lakukan sekarang,, aku harus bisa bertemu lagi dengannya,, akan ku cari tau di mana dia tinggal, AaarrKkkhhh"
kael menjadi emosi dan memukul mukul setir nya sendiri ..
sementara di tempat shaina tinggal,, ia duduk di ranjang milik nya,, mencoba menenangkan fikirannya,, ia meremas kepalanya menjambak rambutnya sendiri
"mengapa dia ada disini,, aku sudah pergi jauh menghindari pria brengsek itu,, tapi,, dengan tidak malunya dia ada di hadapanku dan ingin berbicara, ha ha ha,,," shaina tertawa getir
"apa yang dia inginkan dan apa yang ingin dia katakan,, haruskah aku lapor polisi,, tapi itu sudah lama sekali,, apa polisi akan percaya,, ARKKHhhhhhh" shaina berteriak sendiri dan mengacak acak rambutnya
" sebaik nya aku pergi dari sini, ya, aku harus meninggalkan kota ini,,
"tapi aku harus lari kemana lagi,, aku sangat lelah menghadapi semua ini,, dan bagaimana dengan pekerjaan baruku,, aku sudah sangat lama menantikannya,, aaaaaaa aku bisa gila ,,"
__ADS_1
malam itu shaina tidak bisa tidur,, dia mencoba memejamkan matanya tetapi pikiran nya yang tak tenang membuatnya begadang sampai pagi,, dan tak jauh beda dengan kondisi kael, pria itu terlihat stres, wajahnya begitu kusut,, sungguh malam yang berat bagi mereka berdua
********************************
shaina duduk di depan cermin,, memandangi wajahnya yang terlihat lingkaran hitam di matanya
"baiklah, aku akan kerja lebih keras hari ini,, itu pasti bisa membuatku melupakan wajah breng**knya,, dasar pria mesum,, jika aku sampai bertemu lagi dengannya, aku akan menghajarnya,, ya,, benar,, aku tidak perlu takut,, shaina kau harus bangkit, kau harus bekerja dan menghasilkan banyak uang lalu kau bisa menuntutnya dan menjebloskannya di penjara,, semangat,,
shaina berbicara dengan dirinya sendiri di depan cermin, dia menyemangati dirinya lalu ia berangkat kerja menaiki ojol yang sudah ia pesan
"******************************
"kak shaina,, panggil salah satu karyawan saat shaina baru datang
" ya, ada apa?? tanya shaina"
" ini ada kiriman bunga untuk kkak,,"
"dari siapa???"
" tidak tau kak,, bunga ini sudah ada di meja saat aku datang,, dan tertulis nama kkak di kertas ini,"
shaina pun menerima bunga itu, bunga mawar merah yang sangat cantik dan wangi, dan dia melihat namanya ada di sana,, SHAINA,, tertulis sedikit besar di selembar kertas kecil, juga ada sebuah amplop kecil di sana,, shaina lalu duduk dan mencium bunga itu,,
"dari siapa bunga ini??,, belum pernah aku menerima kiriman bunga,, sangat cantik dan wangi,, membuat hatiku yang sedih menjadi ceria"
tapi tiba tiba shaina melempar bunga itu dan tergeletak di lantai, wajahnya yang tadi ceria, kembali terlihat masam,
"kael"
itu lah yang tertulis di kertas itu,, entah kenapa shaina seperti paham siapa pengirim bunga mawar merah yang membuatnya menjadi gemetar dan takut,,
"kael,, diakah pria itu?,, benar,, itu pasti dari si breng**k itu,, tapi, dari mana dia tau namaku,, dan dia tau aku kerja disini,, sekarang aku harus bagaimana,, ya tuhan,, aku benar2 takut, apa lagi rencamu tuhan,,"
kemudian shaina berdiri ia mengambil bunga itu dan keluar, membuangnya di tempat sampah.
sementara di seberang jalan terlihat seorang pria sedang memperhatikan shaina dari tadi, pria itu hanya berdiri memperhatikan dari jarak yang agak jauh, pria itu adalah kael. mengenakan topi hitam dan setelan kantor, ia mengenakan jas dan celana hitam, setelah melihat shaina masuk kael terlihat berbicara di ujung telfon nya
" terus awasi dia, laporkan semua kegiatannya padaku, jangan sampai dia curiga kalau ada yang mengawasinya." ucap kael sambil terus memandang kafe tempat shaina bekerja,, kael pun berlalu meninggalkan tempat itu
**************************
shaina terus melamun seharian
"kak,,,
" ha,, iya kenapa ,," terlihat ekspresi bingung dan sedikit terkejut dari wajah shaina saat temannya menepuk pundak shaina
"iisss,, dari tadi bengong terus sih kak,, pasti mikirin lusa y,, Ampek segitunya yang mau masuk kerja di perusahaan"
ya ampun, bener,, lusa aku mulai kerja,, jadi blank konsentrasi ku , sampai lupa gara2 si brengs**k sialan itu,, aku gak boleh down, mulai sekarang aku akan melawan rasa takutku, akan ku buktikan pada orang2 sialan itu, aku bukan orang lemah seperti dulu ,, lamunan shaina membuat temannya itu hanya geleng2 kepala
" kak shaina, kak shaina, di ajak ngomong koq malah bengong"
__ADS_1
"hemm,, siapa yang bengong,,"
"y udah kalau gak bengong, ayuk pulang kk, tuh temen temen dah pada nunggu kakak di depan,, mereka mau ngucapin salam perpisahan sama kakak,, kan besok libur, dan Senin kakak dah kerja di kantor
kemudian mereka berkumpul dan saling bercanda, ada juga yang terlihat sedih dan beberapa saling memberi semangat,,
malam semakin larut, mereka pun mengakhiri perpisahan itu dengan kebahagiaan,,
"kak shaina aku duluan y"
"aku juga ya kak,,dah kak shaina"
"daahh" jawab shaina sambil melambaikan tangan nya, mereka pun berpisah satu persatu
"shaina kamu pulang naik apa??" tanya seorang karyawan pria yang sedang duduk di atas motornya yang juga akan pulang
"saya sudah pesen ojol,, bentar lagi juga sampai" jawab shaina
"kalau gitu aku duluan y,,," pria itupun pergi karna rumah mereka memang tidak se arah
ojol pun datang dan mengantar shaina,, melaju dengan kecepatan sedang memecah keramaian jalanan
" terima kasih pak" ucap shaina sambil menyodor kan selembar uang 50 ribu kepada supir ojol
"sungguh melelahkan,
besok libur, jadi harus istirahat penuh supaya tenaga ku penuh saat kerja nanti,,
wahhh aku sungguh sudah tidak sabar"
***********************
sementara di kediaman kael yang tidak terlalu luas, tidak seperti mansion Adipura, rumah itu terlihat manly,, hanya memiliki 1 kamar, dengan ruangan yang luas,, terlihat elegan bernuansa hitam dan putih,, hanya di tempati olehnya,, hanya di pagi hari ada seorang pembantu yang membersihkan rumah nya dan menyiap kan sarapan untuk kael,, setelah itu tidak ada orang selain kael di rumah yang isinya sangat mewah dan manly.
kael sibuk melihat hp nya yang isi nya foto2 shaina selama seharian itu,, orang suruhannya lah yang mengirimkan foto2 shaina.
" hanya melihat fotonya saja bisa membuat ku gila,, hmm" terukir senyum tipis di bibir kael
"shaina" ternyata namamu sangat indah,,
" maaf kan aku,, hanya itu yang ingin ku katakan padamu,,
andai waktu dapat di ulang aku akan tetap melakukannya,,
memberikan luka di hidupmu dan mencintaimu seperti orang gila,, hemm bukankah aku sangat egois shaina,,
maafkan aku yang begitu serakah dan tak tau diri ini,, yang berani merindukanmu,,
kamu boleh membenciku seumur hidupmu,
tapi aku akan mencintaimu seumur hidupku, "
kael pun tertidur setelah mencurahkan semua isi hatinya,, di hadapan foto2 shainala yang ada di hp nya.
__ADS_1