
keadaan Adipura yang semakin membaik,, berdampak pada tugas dan penanganan perusahaan,,, setelah mendengar laporan dari salah satu orang terpercaya Adipura,, bahwa saat ini kael dekat dengan salah satu wanita,, dan wanita itu adalah wanita yang sangat ingin di habisi oleh putri Bramantyo
" Irena amira Bramantyo"
kurang lebih dua tahun lalu,, " Iren" wanita itu biasa di sapa,,,putri semata wayangnya menangis tersedu-sedu di pangkuan Bramantyo,, seorang pebisnis sukses di bidang perhotelan dan memiliki koneksi yang kuat dalam dunia mafia,,, keinginannya untuk mendapatkan seorang pria bernama Dafa terus terhalangi karena seorang wanita bernama " shainala" ,, rasa cinta Dafa kepada shaina membuat wanita cantik dan kaya itu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya,,,
*****************************
flash back
kecantikan wanita bernama shaina membuat seorang pria yang terbilang sukses di usia muda bernama "Dafa Dirgantara" mencintai gadis itu sepenuh hati,, shaina sangat beruntung saat itu,, Dafa mencintai dirinya tanpa memandang status dan masa lalu tanpa syarat,,, karena kesibukan mereka di saat memutuskan untuk menikah,, membuat kedua sejoli itu hanya bertemu beberapa kali dalam sebulan,,, semua kisah itu berawal saat Dafa memulai proyek nya di kota Bandung ,, dia menghabiskan separuh waktunya di kota itu,, dan kembali setiap akhir pekan untuk menemui kekasihnya,,, terkadang dia juga pergi ke Kalimantan untuk bertemu keluarga besar nya,,,, saat Dafa berada di Bandung,, dia tidak sengaja bertemu dengan Iren putri Bramantyo,, Iren adalah teman semasa dia kuliah saat di Kanada,, mereka bertemu kembali setelah 5 tahun,,, meski tidak terlalu akrab tetapi diam diam Iren sering memperhatikan Dafa di kampus nya dulu,, Dafa yang terbilang Rama pada semua orang,, menganggap perhatian Iren pada dirinya saat itu hanyalah hal biasa,, sama seperti teman teman nya yang lain,,, saat Dafa mengurus proyeknya di Bandung,, terlalu sering dan bisa di anggap suatu hal yang tentu bukan sebuah kebetulan,,
pertemuan demi pertemuan yang di sengaja oleh Iren dan di anggap suatu kebetulan oleh Dafa,, wanita itu semakin intens mendekati Dafa dengan hal hal yang membuat Dafa tidak bisa menolaknya,, selama waktu berlangsung Dafa mulai menyadari bahwa perhatian Iren lebih dari sekedar teman,, pria itu pun mulai menghindar,, tetapi sepertinya hal itu sia sia,, Iren terus saja menempel seperti parasit dan membuat Dafa menjadi risih,,,
Dafa yang terus menghindar membuat Iren begitu frustasi,, dia bahkan rela menunggu di depan pabrik tempat Dafa bekerja,, malam itu Dafa lembur hingga tengah malam,, wanita keras kepala itu pun bersikeras menunggu nya di halaman depan sebuah pabrik besar,, sulitnya menemui Dafa akhir akhir ini,, membuat pribadinya yang keras dan harus mendapatkan keinginannya terus menerus mengusik kehidupan Dafa,,,
waktu menunjukkan pukul 11 malam,, Dafa terlihat lelah setelah mengurus semua pekerjaannya,, karena besok pagi pagi sekali,, dia akan kembali ke tempat tinggalnya,, sebuah kota yg yang dirindukan nya dengan ada wanita yang begitu ia cintai,,,
langkah kaki Dafa terhenti melihat seorang wanita cantik di hadapannya,, Iren sudah menunggunya sejak tadi
" kenapa menungguku??" ucap Dafa
wanita itu terlihat meneteskan air mata dan langsung memeluk pria di hadapannya,,
" apa aku tidak cantik,, sehingga kau tidak mau menerima cintaku??" jelas wanita itu sembari menangis di dada bidang Dafa"
pria itu pun perlahan melepas pelukan erat yang wanita yang begitu mengaguminya
" lihat lah aku" ucap Dafa saat Iren masih menunduk dan menangis
" carilah pria yang mencintaimu dengan tulus,, aku tidak pantas untukmu,, aku tidak mencintaimu" jelas Dafa dengan lembut
" tapi kita belum memulainya,, bagaimana kau bisa mengatakan tidak mencintaiku jika kita belum memulai hubungan"
masih dengan air mata yang mengalir
" Iren,, dengarkan aku,, hubungan bisa di mulai jika kita memiliki rasa yang sama,, tetapi aku tidak memiliki rasa itu"
" tapi kenapa??? jelaskan padaku,,," teriak Iren
" dengar Iren,, aku sudah memiliki seorang kekasih,, seorang wanita yang sangat ku cintai,, dan sebentar lagi kami akan menikah,," ucapan itu sontak membuat Iren begitu marah dalam diamnya,, membuat wanita itu terlihat mengepalkan ke dua tangan putih nan mungilnya,,
" siapa dia" ucap Iren emosi
" siapa wanita itu Dafa,,, jawab aku,,,,," Iren begitu emosi karena tidak mendapat jawaban,, dan Dafa meninggalkannya di tempat itu begitu saja,,
" dafaaaaaaa,,,,,," berhenti,,, aku bilang berhenti,," berteriak penuh amarah melihat Dafa melaju dengan mobilnya,, meninggalkannya seorang diri
lihat saja Dafa,, aku akan membunuh wanita itu,,,. tidak ada yang bisa menghalangi keinginanku,,
ancam Iren dalam hati,, kedua tangannya mengepal memperlihatkan urat urat di tangan putihnya
__ADS_1
*******
hari itu Dafa kembali tanpa memberi kabar shaina,,, bermaksud memberi kejutan pada wanita yang begitu ia rindukan,,,
di sebuah kafe tempat shaina bekerja,, pria tampan telah menunggunya dengan sebuah bunga di tangan kanannya,, terlihat para karyawan sudah berhamburan keluar karena pekerjaan sudah selesai dan akan kembali kerumah masing masing,, sesosok wanita cantik pun muncul dengan tas selempang kecil di bahunya,, terlihat lelah dan sedikit lesu,, begitu dia melangkahkan kakinya keluar matanya langsung berbinar,, bagaimana tidak,, pria yang begitu ia sayangi menunggunya dengan senyum khasnya yang terbilang manis,,,
" mas Dafa" ucap shaina sambil berlari kecil dan langsung memeluknya,,
Dafa terdiam dan pipinya memerah,, baru kali ini selama mereka berpacaran mendapatkan sebuah pelukan dari wanita cantik kesayangannya,,
"kenapa tidak mengabari ku mas??" tanya shaina sambil melepas pelukan singkat yang membuat jantung Dafa tak karuan
" hmmm,," Dafa terlihat grogi
" aku ingin memberimu kejutan,," jelas Dafa sembari memberikan sebuah bucket bunga kesukaan shaina,,
" apakah kamu sangat merindukanku???" tanya Dafa sambil mencubit lembut hidung mancung shaina,,
" mas Dafa,, apa sih,,? sambil mencubit perut samping Dafa dengan ekspresi yang malu malu
" ayo,, mas antar pulang,," tawar nya
" emmm,,," terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" aku naik motor mas"
" ya udah,, mas ngikutin kamu dari belakang lagian udah malam,,"
*****
" diminum mas" ucap shaina sambil meletakkan segelas kopi panas,, dan duduk di samping Dafa,, terlihat fresh dan segar sehabis mandi
" jam berapa mas sampai sini,, koq gak ngabarin,,??"
" sekitar jam 10 pagi lah,, itu pun dah ngebut,, biar bisa cepat ketemu kamu" jelas Dafa
" dasar gombal" terukir senyum di bibir shaina
" o ya mas,, Ami 2 bulan lagi resepsinya,, mas bisa Dateng kan??
" bisa,, sebenernya tugas mas di Bandung udah selesai dan gak perlu bolak balik lagi,,"
" beneran mas,, ???" tanya shaina
" iya bener,, kamu gak percaya,," ujar Dafa
" besok kamu gak libur???
" emm,, enggak mas,, besok malah lembur,, ada yang buat pesta ultah di kafe mas,, jadi pasti pulang malem" jelas shaina
" aku libur hari Minggu mas,,"
__ADS_1
"y udah,, Minggu kita jalan y,,??"
" gimana kalau ke panti,,, kita kan udah lama gak jenguk buk Ira,,,"
" iy mas,,"
Dafa pun kembali ke kediamannya setelah berbincang bincang dengan shaina
**************************
hari itu,, tepat nya hari Rabu,, pekerjaan shaina begitu menumpuk,, sehingga membuatnya lembur sampai larut malam,,
***
sebuah hal tidak terduga pun menimpa Dafa, pria itu kini berada di hadapan orang orang yang sangat asing,mereka adalah orang orang suruhan adipura, para pria bertubuh besar itu membawanya di sebuah gudang di pinggir kota,,, Dafa merasa bingung,, tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya,, dan dia juga tidak kehilangan barang apapun,,
" kalian mau apa??" tanya Dafa tanpa rasa takut,, menantang dengan pukulan nya yang membuat orang dengan tampang preman itu hampir tersungkur,, Dafa terus memukul para preman di hadapannya
tidak ada perlawanan disana,,
keluar lah seorang pria paruh baya, dengan setelan khas seorang konglomerat,, seorang pria dengan banyak cincin berlian di jarinya,,dia adalah Bramantyo,, ayah Iren,, wanita yang begitu ingin mendapatkan cinta Dafa,,
pria itu berdiri tepat dihadapannya
" jadi kamu yang bernama Dafa" ucap Bramantyo sambil memperhatikan pria yang membuat putrinya menangis tersedu-sedu,, dari ujung kaki sampai ujung rambut,, begitu intens pandangan Bramantyo
" berani sekali kamu membuat putri ku menangis" ucap Bramantyo sambil menepuk nepuk pipi Dafa sedikit keras,, khas seorang pria,,
entah mengapa,, hanya dengan ucapan itu,, Dafa langsung mengerti siapa wanita yang di maksudkan,,
Dafa hanya terdiam,,dan terus menatap Bramantyo,, tetapi tidak menunjukkan rasa takut sama sekali,,
" aku akan memberimu satu kesempatan,, menikahlah dengan putriku Iren,, "
terserit senyum sinis di salah satu sudut bibir Dafa,,
" untuk apa aku menikahinya,,,"
" apa tidak ada laki laki lain yang mau menikah dengannya"
jawaban Dafa dengan nada menantang,,, membuat Bramantyo begitu emosi,, dan langsung melayang kan satu pukulan di pipi Dafa,,
tetapi pria itu malah tertawa,, dan mengusap darah yang keluar di sudut bibirnya,,
Bramantyo mengambil sebuah foto dari sakunya dan melemparkannya kelantai,,,
Dafa begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya
" apa wanita ini yang kamu cintai"
ucap Bramantyo dengan nada mengancam
__ADS_1
Dafa yang langsung emosi melihat foto shaina yang telah tercecer di lantai,,,
" apa mau mu brengsek" begitu emosi hingga hampir menghajar Bramantyo,, tetapi langsung di cegah para preman bertubuh kekar yang kini sudah memegang paksa tubuhnya begitu erat