
Dafa Dirgantara,, seorang pria muda sukses yang mencintai shaina dengan tulus
Irena amira Bramantyo,, wanita cantik kaya raya,, putri tunggal dari bos besar di bisnis perhotelan,, yang selalu mendapatkan semua keinginan nya dengan hal keji sekalipun
*******************************************
kael yang kini sedang menunggu perintah dari tuannya Adipura,, menunggu di pintu sebuah kamar dengan shaina di dalamnya,, Adipura memerintahkan untuk membunuh wanita itu jika waktunya sudah pas,, itu adalah sebuah pekerjaan biasa bagi orang-orang seperti kael,,
*********
sementara tatapan penuh emosi begitu terlihat di wajah Dafa,, ingin sekali tangannya menghabisi pria paruh baya yang telah berani mengusik kekasih nya,,,
tetapi cengkraman para pria besar itu membuat Dafa tak bisa bergerak lagi,,
Bramantyo yang duduk santai di sebuah kursi dengan sebatang rokok di tangannya,,, begitu rileks seperti tidak ada hal penting yang sedang terjadi,,,
" kamu tau nak,,," ucapnya santai sambil menghisap rokok di tangan kirinya,,,
" semua keputusan ada di tangan mu"
" nyawa gadis itu,, tergantung pada keputusanmu"
" kamu pikir aku bodoh,, dan percaya dengan kata kata mu"
" cuiihhh" dengan emosi Dafa meludahi lantai di sana
" lepaskan tangannya" ucap Adipura
" kamu bisa menghubungi dia,, jika kekasihmu itu mengangkat panggilan atau membalas pesan mu,, maka aku akan membebaskan mu saat ini juga"
" tapi,,,
" jika tidak ada kabar dari gadis itu,, maka!!,,, aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi pada nyawanya"
terdengar suara Adipura tidak main-main dengan ucapan nya
Dafa pun langsung terburu-buru mengambil ponsel dari saku jasnya,,, mencoba menghubungi shaina dengan cemas dan gemetaran,,,, berkali kali dia menghubunginya namun tidak ada jawaban sama sekali,,, dia pun menulis beberapa pesan pada shaina dengan jari jari nya yang terlihat tidak stabil karena sangat khawatir,,,
masih berusaha menghubungi shaina dan mengirim beberapa pesan,,,,
melihat Dafa begitu kukuh menghubungi shaina,,, membuat Bramantyo tersenyum sinis,,,
" tunjukkan padanya" ucap Bramantyo
seorang pria besar pun memberi kan sebuah ponsel pada Dafa
seketika ekspresi Dafa sangat membeku ,,, kakinya begitu lemas,,,
terdapat foto shaina dalam keadaan pingsan dengan tangan dan kaki terikat,,
" ku beri waktu sepuluh detik,,,
ku harap keputusanmu tidak salah,,
dan membuat nyawa seorang gadis melayang,,"
ancam Bramantyo
"10"
"9"
pria paruh baya itu memulai hitungannya satu persatu
"8"
"7"
dengan santai hitungan itu keluar dari bibir tuanya,, padahal ia begitu jelas melihat mata berkaca-kaca dengan air mata yang hampir jatuh dari wajah dafa
"6"
"5"
" 4"
__ADS_1
"3"
kemenangan itu pun berada di pihak Bramantyo,,
melihat Dafa berlutut di hadapannya dengan mencengkeram ponsel ditangannya sekuat tenaga dan air mata yang sudah tidak lagi bisa tertahan,,
" bebaskan dia tuan"
begitu memelas dan berlutut sambil tersedu-sedu,,,
memohon dengan sangat,, semua keberanian yang tadi menggebu-gebu, hilang di telan suasana yang kini terjadi,,
tidak mudah ia mengambil keputusan itu,, tetapi nyawa shaina lebih penting baginya,,
Bramantyo yang begitu menyayangi putrinya Iren,, selalu memberi apapun yang putrinya inginkan,, terlalu memanjakan nya adalah hal yang biasa bagi Bramantyo,, hal hal di luar kendali selalu ia lakukan untuk memenuhi keinginan anak semata wayangnya,,
**
Bramantyo berbicara dengan seseorang di ujung ponselnya,, berbincang sambil tertawa,,, siapa lagi lawan bicaranya kalau bukan sahabat karibnya sejak masih muda,, orang itu adalah Adipura,,
lumayan lama mereka berbincang
" beri saja sedikit hukuman pada gadis itu kawan,,,!!,, tidak perlu membunuhnya,, aku harus menepati janji sebagai seorang pria sejati,, bukan,,,!!!" hahaha
terdengar begitu menjijikan
seperti itu lah percakapan terakhir Bramantyo sebelum menutup sambungan ponsel ditangannya,,,
itulah awal mula penderitaan shaina,, Dafa dan juga Kael,,
**********************
STARGROUP
setelah kejadian menginap di rumah kael,, hati shaina menjadi risau dan gelisah,, dia tidak yakin dengan perasaan nya sendiri,, ciuman itu membuat shaina selalu menghindari kael,, begitu tidak ingin bertemu dengan pria yang sempat membuat hatinya tak karuan,,,
" kamu udah menyiapkan semuanya kan shaina???" tanya lira tanpa di dengar shaina yang masih melamun saat masih pagi di meja kerja nya
" hei,,," cokek lira di pipi shaina yang masih bengong
" hemm,, ya,, apa???" jawab asal karena bingung,, dan masih terkejut
" kamu ya,,, aku dah disini dari tadi,, tapi kamu gak sadar ya,, dasar ceweknya bos,,"
" apaan sih,, siapa juga yang jadi pacar nya bos,,," shaina mengelak
" cie,,, lagi mikirin bos ni ya,,, "
" enggak liraaaa,,,,,," jawab dengan nada panjang
" eh aku boleh tanya sesuatu gak?? " ucap shaina pelan,, dan dianggukkan oleh lira
" ....kaloq menurut kamu ni ya,, cuma perumpamaan ni ya,, jangan di anggap serius"
emmm,,,
sekejap berfikir
" jika seseorang pernah nyakitin kamu,, di masa lalu,,
" berkata maaf dan menyesal dan sekarang orang itu bilang menyukai kamu dan ingin kamu berada di sisinya,,,"
" kira kira apa yang akan kamu lakuin???"
lira menggaruk keningnya yang tidak gatal sambil memikirkan jawaban di otaknya,,
" kalau menurut aku sih ya,, jika orang itu benar benar menyesal dan minta maaf dengan tulus,, yaaa terima aja,, mungkin dia bener bener cinta tanpa ada..….."
" omong kosong" suara keras pita yang diam diam mendengarkan percakapan ke dua wanita itu langsung memotong kata kata lira,,,
" jangan percaya,,,"
" belum tentu,,, kita harus bisa membedakan dulu"
mana rasa cinta dan mana rasa kasihan,,,
" bisa jadi,, rasa yang di maksud adalah sebuah penyesalan dan rasa kasihan yang membuat orang itu tidak bisa membedakannya dengan rasa cinta yang tulus"
ujar pita,,, penjelasannya membuat suasana hati shaina begitu buruk,,
__ADS_1
" sok tau kamu ya ta" saut lira,,
" emangnya ini kisah cinta siapa sih,,??? drama banget"
tanya pita pada wanita yang kini seperti sudah mendapatkan sebuah jawaban yang membuatnya sadar dengan situasi saat ini
" i,, itu,, ada,, temen aku di kampung" shaina mengelak
" ssstttt,,,,,, bos dateng" bisik pita pelan,, terlihat Kay datang dan menghampiri mereka
" kita berangkat setengah jam lagi,, kamu siapkan semuanya,, ucapnya pada shaina dan ketiga wanita itu membalasnya dengan menundukkan kepala tanda hormat,, Kay pun langsung masuk keruangannya,,
**********
harapan kael seakan tidak berjalan seperti yang ia bayangkan,, pengakuan cinta yang sebelumnya di terima oleh shaina,, mendapat tanggapan yang berbanding terbalik,, seharian di kantor,,, pandangan kael tidak menemukan sosok shaina,,,
sampai sampai,, siang itu kael sengaja mendatangi kantin perusahaan,, karna biasanya shaina dan ke dua sahabatnya selalu menghabiskan waktu istirahat di sana,,,,
keadaan kantin menjadi dingin dan membeku bak kutub Utara,,, aktifitas makan dan santai para karyawan STARGROUP,, langsung terbius membisu dan mematung karena kedatangan kael yang tiba-tiba,,,
pria itu sengaja berjalan melewati area kantin,, Kim dan staf khususnya berjalan mengikuti kael,,, semua orang itu berhenti karena pria itu terlihat sibuk mencari sosok yang mereka tidak tau siapa yang di maksud kael,,, mata nya mencari cari di setiap meja yang di penuhi pegawai nya,,,
sebenarnya sembunyi dimana dia???
apa aku berbuat kesalahan,,, sehingga dia terus menghindar dariku??
terus bertanya-tanya di fikiran nya,,, dan kini matanya menemukan ke dua sosok sahabat shaina,, sedang duduk menikmati makan siang mereka
kael yang berjalan menghampiri lira dan pita,, membuat kedua wanita itu ketakutan,,,
" ta,,, kenapa bos besar berjalan ke arah kita ya???,," bisik lira pada teman di sampingnya ,,
kedua wanita itu menelan saliva nya sekuat tenaga,, bak bongkahan batu mengganjal di tenggorokan mereka,,,
" ta',, pita,,, kok kamu malah bengong sih,,," terlihat lira mencubit lengan pita yang masih melongo,,,
" Aww,,, sakit,,,
" aku juga gak tau ,,, atau mungkin kita bakal di pecat hari ini juga,,,, mati aku,,, Presdir benar benar kemari
gumam kedua wanita itu mengeluarkan suara tanpa bibir yang bergerak,,,
pita dan lira langsung berdiri dan menunduk hormat saat kael hampir sampai di meja mereka,, termasuk seluruh karyawan di tempat itu,,,
terus menunduk dengan tangan gemetar,, seperti melihat malaikat pencabut nyawa datang menghampiri mereka,,,
kael hanya berjalan santai dan duduk di salah satu kursi tempat lira dan pita kini berada,,
melihat hal itu para karyawan di dekatnya pun langsung mengangkat makanan mereka masing-masing dan pindah ke tempat yang paling aman,,,
" duduklah" ucap kael,,,,
kedua wanita itu masih berdiri dan mematung tidak berani mengangkat kepala
" duduk" ucapan kedua kael pun membuat mereka panik dan duduk dengan perut yang terasa mulas,, jantung yang mau meledak,, tubuh ke dua wanita itupun terasa panas dingin,,,,
" dimana wanita itu" tanya Kael,,, lira dan pita tidak mengerti dengan pertanyaan kael,,, mereka berdua pun saling memandang,, dengan ekspresi bingung
" kenapa tidak menjawab" ucap kael sedikit lantang,,,
ke dua wanita itu langsung terkejut,, bingung mau menjawab apa,,
" Mak,, maksud bapak,,, wa,, wanita yang mana???" dengan tergagap,, pita berani mengajukan pertanyaan,, masih tidak berani menatap
" shaina,,,, di mana dia???" aku tidak melihat nya seharian ini!!,,, " jelas Kael yang sadar dengan kekhawatiran di wajah ke dua wanita di hadapannya
" shaina" kedua wanita itu kompak menjawab dengan spontan dan langsung terdiam sejenak
" sa',,, shaina keluar kota pak,,,, dia ada tugas ke bandung,," jawab pita,, terlihat lira hanya terdiam tidak berani menjawab
" ke Bandung" ucap kael
" ya pak,,, dia berangkat pagi tadi,,, dengan pak Kay,,,, pak!!,," menjawab sedikit lambat
Buammm,,,,,,, lira dan pita terkejut bukan main,, kepalan tangan kael begitu keras menggebrak meja dengan ekspresi marah,,
kael yang langsung bangkit dan meninggalkan meja itu,, masih membuat seluruh karyawan di sana panik termasuk lira dan pita,,, mereka begitu bingung dengan tingkah dan maksud dari Presdir STARGROUP
terlihat langkah kaki lebar dari kael dan para staffnya,, berjalan begitu cepat meninggalkan tempat itu
__ADS_1
suasana hati kael sangat terlihat tidak baik,, Kim paham betul dengan situasinya saat ini,,
"cari tau di mana posisi mereka" ucap kael ketus tanpa mengarah pada Kim,, sambil terus berjalan menuju lift,,,