
mobil sport hitam melaju dengan kecepatan sedang memecah keramaian jalanan ,, pria itu sedikit tidak fokus
suasana hati kael saat ini sebenarnya sangat tidak baik,, dia ingat betul malam ini adalah malam yang sama dengan malam dirinya di buang oleh ibu kandung nya,,
tidak ada orang lain yang tau selain dirinya dan tuannya " Adipura",, dan dia tidak pernah menceritakan hal itu pada siapapun,,
******
shaina yang fokus memandang suasana ke luar jendela,, menikmati lalu lalang keramaian di jalan raya yang terlihat padat walau sudah hampir tengah malam,,
pertanyaan itu sesaat terlintas di pikirannya,,
apa lukanya sudah sembuh?? aku bahkan belum bertanya padanya,,
ya ampun,, lalu bagaimana dengan pak Kay,,,,
pikiran nya sesaat risau mengingat ada seseorang yang mungkin menunggunya
pandangan itu kini mengarah pada pria di sampingnya,, pipinya tampak merah merona,, mereka sadari pandangan itu bertemu,, keduanya langsung saling menghindar
entah detakan jantung siapa yang terdengar menggebu
suasana di dalam mobil pun terasa canggung ,
terlihat bingung ingin memulai percakapan dari mana,,
shaina sedikit berpikir
" bagaimana dengan lukamu???"
shaina memulai percakapan,,
" hem,," kael sedikit berpikir sambil terus fokus pada laju mobilnya
" luka yang kemarin sangat terlihat seperti kamu hampir meninggal"
sambil mengarahkan jari telunjuk shaina ke sisi luka yang dia obati kemarin
" sudah lebih baik,, menjawab sedikit lambat
eemm,,," masih terlihat berfikir
"apakah,,, aku datang dalam kondisi mabuk??"
tanya Kael sedikit malu
" sudah tau,, kenapa bertanya" jawab shaina sedikit acuh
" boleh kah,,,, aku bertanya sesuatu??" shaina
" hmm,," hanya jawaban itu yang terdengar dari bibir kael sambil menganggukkan kepalanya dengan pandangan mata fokus ke depan
" kenapa,, orang yang berkuasa seperti kamu,, terlihat seperti hidup untuk orang lain!!"
mata shaina memandang kael
kael menyeritkan senyum di sisi kiri bibirnya
" kamu bisa memahami itu rupanya"
" hanya menebak saja,," ujar shaina
" sepertinya saat ini kamu sudah tidak lagi takut padaku"
ucap kael dengan pandangan mata penuh misteri
shaina langsung mengalihkan pandangannya ke depan meremas sisi kancing jas yang di pakainya,, terlihat takut dengan pertanyaan pria disampingnya
mobil itu mendadak berhenti di sisi jalan
kael pun sadar ada yang salah dengan pertanyaan nya
" maaf,,
" aku,,,
" aku ingin mendapatkan maaf darimu"
dengan kepala sedikit menunduk tanpa keberanian memandang wanita di sampingnya
shaina terus berpikir atas ungkapan kael
sesaat suasananya sangat penuh diam
" aku,,,memaafkan mu,,
bukan sebagai seorang karyawan,,
__ADS_1
atau juga seseorang yang pernah menolong mu,,,, tetapi sebagai diriku sendiri
" hiduplah dengan baik"
berbicara sambil menyapu air mata yang jatuh di pipinya
" dan,, ku anggap semuanya sudah selesai,, jangan datang menemuiku lagi dan hidup lah seakan kita tidak pernah mengenal,,"
" itu adalah satu satunya cara kita bisa hidup tanpa rasa menyesal,," hidup sebagai karyawan dan atasan,,
shaina yang berbicara tanpa Mandang kael,, tetapi pandangan mata lawan bicara nya terus menatap penuh penyesalan
**********"**********
mereka telah sampai di depan rumah shaina,,
pintu mobil terbuka,, shaina pun keluar,,, langsung menutup nya dan berjalan masuk kedalam rumah kecilnya,, tanpa menoleh pada kael yang masih memperhatikan dari balik kaca mobil,,
***********
"aku telah mendapat maaf atas kesalahan yang telah memberi luka pada seorang gadis,,
tapi kenapa hatiku sakit sekali rasanya,
ada apa dengan ini,, mendapat maaf darinya membuat ku tidak memiliki alasan untuk bertemu dengannya,,,"
ARrkkkkkkkkk
emosinya ia lampiaskan pada jalanan yang sunyi dengan kecepatan tinggi
tanpa kael sadari sesosok pria dari tadi mengikuti nya dari arah belakang,,
tidak kalah dengan Kael,, mobil sport milik kay pun melaju dengan kecepatan tinggi,, terlihat seperti sedang mengejar hewan buruan,, tatapan matanya penuh emosi,, terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi di tengah jalanan sepi,,
Kay yang sengaja tidak beranjak dari lingkungan rumah shaina,, melihat dari awal shaina turun dari mobil kael dan menyaksikan gadis itu masuk dalam keadaan baik baik saja,,
pria penuh emosi itu langsung menyalip mobil sport di depan nya,,,, melaju tepat dan menghalangi laju mobil kael,, kael yang sadar ada seseorang yang sengaja mencari gara2 dengan nya pun langsung menginjak pedal gas dan menyalip mobil sport yang memiliki merek dan bentuk yang sama dengan miliknya,, kini posisi mereka berbalik,, kael kembali memimpin posisi saat itu ,, Kay yang tidak mau kalah berusaha menyalip mobil kael,,tetap saling mempertahan kan posisi,, kini ke dua mobil itu melaju kencang dengan posisi sejajar,, saling adu kecepatan,,
kedua pria itu menghentikan mobilnya di jalanan yang gelap dan sepi,, kael yang tidak tau siapa yang telah mencari gara2 dengannya langsung keluar dari dalam mobilnya dengan ekspresi santai,,, tetapi berbeda dengan ekspresi menusuk Kay,, pria yang memiliki postur tubuh dan tinggi badan yang hampir sama dengan Kael terlihat begitu penuh amarah,, pria itu langsung menghampiri kael dengan langkah lebar,, dan
BUkkk,,,,,
satu pukulan keras di pipi kanan kael,,
pria itu hampir tersungkur,, terlihat kael menyentuh sudut bibirnya,, yang terluka dengan sedikit darah,, senyum penuh arti terukir di salah satu sisi bibir kael
" aku disini bukan sebagai bawahan mu,, aku disini sebagai laki laki yang akan menghabisi mu,,"
masih dengan ekspresi marah
sekali lagi Kay mengayunkan kepalan tangannya ke arah kael,,
langsung dihindari oleh nya,, dan
BUKkkk,,,,
kini pipi kanan Kay yang menerima pukulan dari pria yang paling berkuasa di STARGROUP itu,,
" hemm,,aku suka keberanian mu" ucap kael
masih saling menatap antara mereka dengan ekspresi nya masing-masing,, dengan jarak yang cukup dekat
" dia milikku,, dari awal,, dan sampai akhir dia milikku,, "
jelas Kael dengan penuh keyakinan
terdengar tawa khas dari bibir kay
"ha ha ha"
" kau pikir,, karena dirimu orang berkuasa,, kau bisa melebel seorang gadis seperti sebuah barang"
emosi tak terbendung dari dua orang dewasa yang berakhir dengan perkelahian
entah seperti apa mereka mengakhiri malam penuh emosi dan perasaan yang ingin memiliki satu wanita yang sama
******************************
pukul 8 pagi
para karyawan yang melihat kedatangan kael,, menundukkan kepalanya dan langsung pergi setelah bosnya itu berlalu
terlihat berbisik bisik dan saling memberi informasi nya masing-masing,,
kehadiran kael pagi itu mendapat respon negatif,, bagaimana tidak,, terdapat luka lebam den sedikit biru di wajah pria tampan yang juga dingin
Kim yang mendampingi kael dan para staf eksekutif lainnya ,, hanya diam dan sesekali menunduk dan berbisik pelan pada rekan di sampingnya,, padahal kael ada di sana saat itu,, dan ia sadar dengan situasinya,, tetapi dia terlihat acuh,,
__ADS_1
dari mulai penyiksaan,, penindasan bahkan pembunuhan,, seperti itulah gosipnya
*****
shaina pun terlihat menunggu kedatangan seseorang di meja kerja nya,,
kedatangan Kay pun membuat seluruh karyawan di ruang marketing terheran dengan kondisi wajah atasannya,,
pria itu datang dengan wajah lebam dan terdapat luka ringan di keningnya,, langsung memasuki ruang kerja,,
para karyawan bertanya tanya,, selama bekerja di bawah pimpinan Kay,, belum pernah mereka melihat bosnya datang dengan wajah penuh luka
shaina yang merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Kay,, langsung menghampirinya ke ruangan tertutup itu
tok tok tok
,,,,,,,,
masuk,, langsung terdengar suara dari dalam
pintu terbuka,, langkah kaki shaina terus berjalan tepat di sisi meja kerja kay,, pria itu duduk sambil membolak balik dokumen dihadapannya,, ada luka lebam disana,, mata shaina bertanya tanya
" ada yang ingin saya sam........"
" shaina" suara itu langsung memotong ucapan shaina yang belum selesai dengan kata-kata nya
"maaf,, sebenarnya tadi malam saya tidak bisa hadir memenuhi ajakan saya sendiri,,"
Kay bangkit dari tempat duduknya dan kini memandang shaina
" ada kecelakaan kecil saat saya menuju rumahmu" maaf tidak menepati janji yang sudah membuat kamu menunggu"
sepertinya Kay tidak ingin kehilangan rasa gentle ya dihadapan shaina
"kecelakaan pak,,?? tanya shaina
" apakah bapak baik baik saja??"
" seperti yang kamu lihat,, saya sangat sehat"
terlihat melawak dengan mengangkat otot lengannya,, yang tidak terlalu terlihat dari balik jasnya
"syukurlah" ucap shaina yang terlihat lega
" sebenarnya,, tadi malam saya juga tidak di rumah,, karna ada sedikit masalah,," jelas shaina
" masalah?? ucap kael,, berpura pura tidak tau dengan siapa shaina malam itu
" apa ada seseorang yang menyakitimu?? nada bertanya
" Hem,,," sedikit berfikir
" tidak terlalu penting,, saya sudah menyelesaikan nya,,"
jelas shaina
" o ya,, shaina!!!"
" lusa kamu ikut saya,, kita akan memeriksa pabrik yang ada di Bandung"
jelas Kay
" Bandung pak,,?? ekspresi wajah yang bingung
" ya, Bandung,,
" ini tugas yang penting,, pabrik itu memiliki pengaruh besar bagi perusahaan,," jelas Kael,
" baik pak,, akan saya siapkan segala keperluan yang ada,,"
wanita itu pun langsung melangkah pergi dari situ,,
di ruang kerja shaina,, para sahabatnya sudah menunggu dengan rasa penasaran
melihat shaina keluar dari ruang kerja bosnya,, para wanita itu langsung menghampiri
" shaina,, apa yang sebenarnya terjadi sama bos?? tanya lira,, dan pita yang fokus mendengar jawaban
" apaan sih kalian,, kenapa tanya ke saya,," ujar shaina
" ihhhh shaina,, kita serius nih,, kamu kan baru dari ruang bos,,"
shaina menghela nafas agak panjang
" itu,, tadi pak Kay ngasih tau,, saya harus ikut dia ke Bandung,, meninjau pabrik di sana"
kedua wanita itu pun langsung terkejut
__ADS_1
"whaaatttttt,," keduanya kompak kaget