Masih Sama

Masih Sama
bertemu lagi


__ADS_3

keadaan STARGROUP terlihat kembali mencekam,, para petinggi perusahaan masih ingat dengan keadaan rapat terakhir, Presdir baru itu begitu tidak suka dengan hasil kerja yang di bahas pada rapat itu, kehadiran kael di dalam rapat membuat para petinggi tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya .


pasalnya,, baru 10 hari tepatnya kael menjabat sebagai Presdir di STARGROUP,, sudah 7 pimpinan yang di copot jabatannya dengan tidak hormat,,


****************************


sementara di divisi marketing terlihat tenang, tanpa kekhawatiran,, sepertinya Kay adalah salah satu karyawan yang bisa di andalkan di perusahaan itu


" bawa semua dokumen yang sudah kamu persiapkan,, ikuti saya,, kita ke ruang rapat sekarang."


perintah Kay pada shaina,, yang langsung mengikutinya


merekapun berjalan menuju lift


pintu lift terbuka dan langsung di masuki oleh Kay dan shaina,, hanya ada mereka berdua di sana,, tanpa ada satu kata pun yang terucap,, hanya suara tombol lift yang terdengar,, shaina berdiri tepat di belakang Kay,, ia tidak berani berdiri di sampingnya,,


shaina yang saat itu mengenakan stelan celana panjang hitam,, dan kemeja cream,, sangat pas di tubuhnya yang langsing dan membawa beberapa dokumen terlihat cocok jika orang menganggapnya sebagai sekretaris


*****"****"***********************


semua orang sudah berkumpul di ruang rapat kecuali kael, ruangan itu pun di penuhi orang orang penting dari STARGROUP,, mereka semua sudah hadir sebelum Presdir memasuki ruangan itu,, ada yang terlihat tenang ada juga yang panik dan ketakutan,, sungguh suasana yang mencekam,, terlihat seperti akan ada vonis mati di sana


sementara di luar gedung STARGROUP, sebuah mobil hitam terlihat berhenti di sana,, kemudian keluar seorang pria yang sangat di hormati berjalan masuk di ikuti beberapa stafnya termasuk Kim asistantnya,, langkah mereka terlihat lebar dan cepat menuju ruang rapat,, semua karyawan menunduk hormat.


**********************


semua orang di ruang rapat sudah bersiap siap menyambut kedatangan kael,, termasuk shaina dan bosnya " Kay"


seluruh karyawan berdiri saat melihat pintu ruangan itu terbuka,, kael dan para stafnya pun memasuki ruangan dan duduk di kursi nya masing masing,, dan terlihat Kim hanya berdiri di samping kael,,


" tidak mungkin, bagaimana bisa dia menjadi pimpinan disini" batin shaina


shaina yang begitu syok dengan apa yang terjadi di hadapan nya pun seperti merasakan getaran di seluruh tubuh nya,, kakinya yang tiba tiba lemas,, membuatnya seakan akan mau pingsan,, Kay yang menyadari apa yang sedang terjadi pada wanita yang ada di sampingnya nya pun spontan memegang lengan shaina,,


" kamu tidak apa apa??" sepertinya kamu tidak sehat,, "

__ADS_1


tanya Kay yang terlihat khawatir


" sa' saya baik baik saja pak,, hanya sedikit pusing"


ucap shaina sedikit gagap


sementara pria yang dari tadi terlihat memperhatikan shaina dan kay,, terlihat menatap dengan ekspresi mengancam,, shaina pun tidak berani menatap kael,, dia terus memandang ke sembarang arah ,, dia tidak ingin tatapan nya dan kael saling bertemu..


selama rapat berlangsung seluruh pegawai dan staf di tempat itu sangat bingung,, pasalnya suasana di tempat itu sangat tentram tanpa ada caci maki seperti rapat sebelumnya,, tatapan mata kael pun tidak prnah lepas dari diri shaina,, dari awal sampai rapat berakhir pandangannya mengarah pada gadis itu,, membuat seluruh orang di tempat itu bingung,, termasuklah Kay,, bos shaina


*******************************


setelah rapat selesai semua orang kembali keruangan masing masing,, shaina dan bosnya pun berdiri di depan lift menunggu pintu itu terbuka,, saat pintu itu terbuka shaina kembali terkejut melihat orang yang berdiri di sana adalah kael dan asistennya,


terlihat gadis itu refleks memundurkan sedikit langkah nya,, tetapi tidak dengan Kay,, pria itu masuk sambil menundukkan kepalanya tanda memberi hormat dan berdiri dibarisan belakang di dalam lift,, mau tidak mau shaina pun mengikuti langkah Kay,, berjalan menunduk juga dengan memberi hormat,, sama sekali tidak ada percakapan disana,, hanya sesekali shaina memperhatikan punggung kael dari belakang yang terlihat lebar dan gagah,,


tingg,,,,


terdengar suara pintu lift terbuka,, Kay pun bergegas keluar,, tetapi tidak dengan Kael,, pria itu pun memberi kode pada Kim untuk meninggalkan tempat itu,, Kim yang mengerti pun langsung melangkah pergi,, tetapi berbeda dengan shaina,, gadis itu tertahan di dalam lift,, dengan tangan yang di cengkram kuat oleh kael membuat langkah shaina terhenti,, dan jantung nya pun tiba tiba terasa berhenti,, Kay yang masih berdiri di depan lift pun,, tidak dapat berkata apa apa dengan kejadian yang ada di hadapannya.


shaina pun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman kuat kael,,


"" lepas,, ini sakit,,"


ucap shaina sambil menarik tangannya sendiri,,


pria itu pun sedikit melonggarkan cengkraman tangan nya,, tetapi tidak melepaskannya,, kael pun tidak bicara apapun saat itu,, hanya berdiri dan terus menatap angka2 di dalam lift yang terus berganti


pintu lift pun terbuka tepat di lantai 22,, pria itu berjalan dengan menarik tangan shaina yang mengikuti langkah cepatnya,,


baiklah,, aku akan menghadapinya, tidak mungkin lagi bagiku untuk menghindarinya,,


terdengar suara hati shaina


**********************************

__ADS_1


mereka pun berada di sebuah ruang kerja milik kael,, ruangan yang sangat luas,, dengan sofa di sisi tengah ruangan itu,,


" duduk lah,, " perintah kael yang langsung duduk di sofa itu,, tetapi tidak dengan shaina wanita itu hanya berdiri,,


" kenapa,, apa kamu sangat takut padaku,, sampai sampai kamu tidak mau duduk di sini bersamaku,,"


shaina pun terlihat menggenggam tangannya menahan marah,, kali ini dia memberanikan diri mengungkap kan semua amarah nya pada laki laki di hadapannya,,


" apakah saya terlihat seperti lelucon bagi anda,, apakah orang terhormat seperti anda menganggap orang seperti saya hanya seperti debu yang mengotori kaca mobil anda pak,, sepertinya belum puas anda membuat hidup saya hancur,, apa lagi yang anda ingin kan dari saya, bapak Presdir yang terhormat,, ohhh,, saya tau,, anda pasti menginginkan nyawa saya,,


kael yang langsung berdiri membuat shaina spontan menghentikan kata kata nya


kael yang mendekat, membuat tatapan mereka bertemu,, semakin dekat dan semakin dekat,, tatapan mereka berdua hanya berjarak beberapa centi,,,,, membuat jantung keduanya berdegup kencang,, entah itu karna rasa takut shaina atau rasa cinta dari kael,,


walaupun shaina sebenarnya takut,, tapi dia memberanikan diri terus menatap mata kael,, meski tubuh kael lebih tinggi darinya,, shaina berusaha menadahkan kepalanya sedikit keatas


tanpa shaina sadari mata nya berkaca kaca,, air matanya pun tidak bisa ia bendung,, terus mengalir tanpa suara


kael yang melihat air mata shaina jatuh pun spontan mengusap pipi shaina,, tapi di tolak oleh wanita itu,,


" Maaf,,, hanya itu yang ingin saya katakan,, saya tidak tau bila itu membuat mu begitu takut padaku,,"


ucap kael dengan tatapan yang begitu merasa bersalah,,


" tidak pernah sedetikpun,, hari hari ku berlalu tanpa rasa bersalah,, apakah tidak ada yang bisa ku lakukan untuk menebus semua kesalahan ini,,


shaina masih terpaku dengan kata kata pria yang ada di hadapan nya


" jangan pernah menyapa saya saat bertemu,, pura puralah tidak mengenal saya saat bertemu, dan saya juga akan melakukan hal yang sama,, maka saya akan memaafkan anda"


jelas shaina, masih dengan mata berkaca kaca


shaina pun berjalan keluar dari ruangan itu


hari itu benar benar hari yang sulit untuk mereka berdua,, kael yang masih memikirkan kata kata shaina begitu yakin bahwa dirinya tidak bisa mengikuti keinginan wanita yang sebenar nya sudah menempati ruang hatinya begitu dalam

__ADS_1


__ADS_2