Mau Edit Dulu

Mau Edit Dulu
Episode 13


__ADS_3

“Gue tuh udah nonton video klipnya. Parah... kece banget! Mewek gue.” Puji host.


“Ah bisa aja lo!” Ken tampak malu-malu.


Pagi ini, Ken menjadi bintang tamu acara musik pagi di stasiun TV Idolsiar.


“Betewe kan ada adegan ciumannya tuh sama Jay Andhara. Perasaan lo gimana? Asli gak sih itu?” tanya host acara itu memancing keriuhan penonton.


“Hmmm... gimana ya? Hahaha... Saya serahkan pada imajinasi kalian aja, deh. Hahaha...”


“Kalau gitu gue ntar nanya ke Jay nya langsung, deh yaaa daripada penasaran. Tapi ntar penonton dong yang penasaran asli atau gaknya???”


Kembali penonton bersorak agar diberitahu keaslian adegan itu.


“Aku kasih challenge aja, deh. Kalau sampe video klipnya sampe 5 juta view di Yucube dalam tiga hari, gue kasih behind the scenenya.” Tantang Ken yang ditanggapi riuh penonton.


Kursi penonton hari ini memang dipenuhi oleh para penggemar berat Ken. Jadi, sudah jelas suara gemuruhnya lebih keras dibanding hari lain.


“Beneran loh, ya!”


“Iya, suwer!” Ken mengacungkan dua jarinya.


“Okey, guwe tunggu. So, you know the game guys! Tonton video klip barunya Ken di Yucube sampe 5 juta view dalam tiga hari. Ntar ada behind the scene-nya. Biar kalian gak penasaran. Kita lanjut ke penampilan berikutnya, tapi setelah pesan-pesan berikut ini. Don’t go anywhere!!”


Begitu acara mulai break, seorang penonton langsung mematikan televisinya. Tangannya yang memegang remote kontrol gemetar penuh kegelisahan.


Kalau begini semua rencananya bisa gagal. Begitu pikirnya.


Diraihnya laptop di mejanya. Dengan cepat, jari-jarinya bergerak di atas keyboard laptop itu.


“Kali ini gak akan gue biarin! ****** lo!” umpatnya kesal.


.


.


Ping!


Seluruh media sosial digegerkan dengan sebuah postingan foto di InstaMeter milik salah satu penggemar Ken yang cukup terkenal karena sering aktif. Postingan itu berisi gambar dua orang pria sedang bertelanjang dada. Salah seorang pria itu badannya terlilit dengan pita merah yang ujungnya dipegang pria satunya. Gambar itu diunggah bersama dengan caption bertuliskan


[Kamu ingat kan hadiah kamu waktu itu? #last #Lovegift #Iwasinlove #bye #mybunny

__ADS_1


Yang membuatnya lebih geger adalah pria yang memegang ujung tali pita itu, walau tak memperlihatkan wajahnya secara penuh, terlihat sangat mirip dengan Ken. Apalagi tahi lalat di bawah dagunya. Tentu saja ini tidak serta merta dianggap oleh para netizen, terutama penggemar Ken.


[Wah, editannya mantap mz. Sy ajarin jg donk!]


[gils. Bodi kek gitu mw dihadiahin ke klinci aqu!!? Ih, brarti klinci quw bkal doyan bodi montokz qu dong.]


[Ada2 ajj wkwkwkwkwk]


[wkwkwkwkwkwk parah ****]


[saya sebagai fans berat Ken, dengan adanya postingan ini bukannya ingin marah, tapi malah ngakak kejer hahahahahahaha]


[ni org delulu bgt ajgl. Sugar mommy nya ngamuk baru tau rasa nich]


Mungkin pelaku tak menyangka akan ditertawakan begini. Lagipula siapa juga yang percaya dengan postingan itu. Citra Ken sebagai idola walau sulit dipercaya terlalu bagus di mata orang lain. Ada juga orang yang membencinya, tapi kebanyakan karena orang itu tak terlalu suka lagunya atau karena menganggap Ken terlalu genit pada idola perempuan.


Farhan yang baru saja membuka postingan itu selesai kuliah jam pertama sendiri hanya berdecak kagum karena keberanian peneror ini.


Daripada diamuk majikannya, segera dilacaknya asal postingan itu. dan beberapa saat kemudian keluar hasil bahwa yang mengunggah postingan itu adalah orang yang sama dengan pelaku teror kemarin.


“Daripada setiap hari diomelin kayak Mas Tio dan bapaknya, daripada keburu ketahuan mamak terus laporannya direbut dan dibawa ke Nyai biar dapet duit tambahan, langsung wass wesss wuzzzzz, piiipp!” gumamnya.


“Terus abis kuliah gue bisa hidup mewah, keluar dari rumah, yess! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!” gelaknya.


“Maaf, maaf.” Ucapnya.


Setelahnya, mahasiswa semester enam itu diam lagi dan fokus pada bukunya.


.


.


Sementara itu, sebelum mendapat laporan dari Farhan, Sumita lagi-lagi meringkuk di sofa ruang tamu. Tentu saja dia tidak percaya dengan hal yang diposting di InstaMeter itu, tapi melihat foto bayi kecilnya dibuat seperti itu oleh orang lain membuatnya sangat sebal.


Dalam kepalanya terdapat seribu rencana untuk membalas para pelaku yang menjahati bayi kesayangannya. Sampai-sampai dia bingung mau mulai dari yang mana dulu.


Sampai akhirnya Farhan mengirim laporan bahwa pelaku penyebar foto hoax dan pengirim teror itu adalah orang yang sama. Sumita berdiri dari ringkukannya. Tangannya yang masih memegang smartphone mengepal hingga ponsel itu retak dan tak lagi berbentuk.


“Kita gak butuh rencana.” Ucap Sumita.


“Dono!” seru Sumita pada Asistennya.

__ADS_1


“Iya, Nyai.” Sahutnya sigap.


“Siapkan mobil, kita berangkat.” Perintahnya.


“Siap!”


Sumita dan Dono bergegas menuju lokasi yang sudah diberitahukan Farhan.


.


Di lain tempat, Ken yang baru saja selesai syuting acara musik juga sedang bersiap-siap di ruang tunggu untuk pergi. Mereka juga sudah mendapatkan infor dari Farhan dan sudah menebak apa yang akan dilakukan oleh Sumita setelahnya.


“Emang kita gak boleh lalai dikit. Sekarang pasti tante lagi ngamuk-ngamuk.” Kata Ken sambil mengenakan kacamata hitam dan maskernya.


Tio memasukkan baju dan perlengkapan Ken di dalam koper, lalu berkata kepada stylist pribadi Ken, “Kamu pulang sendiri ya, Ris. Sori banget!”


“Gapapa, Mas. Kemarin maaf ya, saya pulang duluan. Jadi gak tau kalau ada kasus kek gitu.” Jawab stylist muda bernama Risty itu.


Mereka pun beranjak dari ruangan itu menuju tempat parkir di lantai bawah. Mereka menggunakan lift dan begitu pintu lift terbuka, hanya Tio yang langsung berjalan ke mobil mereka. Sementara Ken masih terpaku di luar pintu lift.


“Sekarang kamu berani berhadapan dengan saya?” ucap Ken pada sesosok wanita berambut pirang yang berdiri dengan jarak sekitar dua meter darinya.


Ken menatap mahluk itu dengan sinis, lalu berkata, “Padahal selama ini saya lihat, kamu cuma memperhatikan saya dari jauh. Sekarang sudah berani meneror?”


Ken mengenal sosok wanita itu. Berada di sekitarnya saat syuting di TvG dan dia pun yang muncul di video CCTV kemarin.


Sama seperti yang dilihatnya dari CCTV stasiun televisi saat itu, sosok itu berwujud seorang wanita dengan rambut pirang yang menjuntai hingga tanah dan baju tidur berwarna pink lusuh dengan bercak tanah dan darah. Wajahnya tak seperti warga negara asing, tetapi perawakan dan warna kulitnya membuatnya terlihat demikian.


Wanita itu nampak gemetaran. Dia menggelengkan kepalanya mengelak apa yang dituduhkan oleh Ken padanya.


“Memangnya saya bisa percaya?” tanya Ken sambil melangkahkan kakinya dan menjulurkan tangannya seolah akan memegang sosok itu.


Sosok wanita berambut pirang itu seketika mundur ketakutan. Bagi mahluk halus, Ken yang sedang menjulurkan tangannya itu nampak lebih horor dari hantu.


Ken pikir dia akan langsung hilang, tetapi ternyata dia masih ada di sana.


Dengan gemetaran, sosok wanita itu menggerakkan bibirnya pelan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2