Melewatkanmu

Melewatkanmu
Part 11


__ADS_3

Part 11


Perihal cinta tak akan pernah usai,


Cukup pahami bahwa Cinta itu memberi, menerima lalu mengikhlaskan


-----


Hari ini adalah hari jum’at dan besok Elena memiliki agenda sesuai yang telah ia setujui sebelumnya yaitu seminar di Bogor. Karena besok ia berencana untuk me time setelah seminar, jadi malam ini Elena sengaja memilih pulang ke rumah seusai bertugas. Entah perasaan apa yang sebenarnya Elena rasakan, tetapi desakan hatinya yang meminta ia seolah harus pulang ke rumah hari ini tidak begitu dihiraukannya, yang ada dipikirannya saat ini memang ia harus pulang untuk meminta ijin dengan orangtuanya mengikuti seminar besok sekaligus mengunjungi kakek.


Sebelum pulang ke rumah, Elena memilih mampir ke restoran favorite keluarganya untuk membelikan nasi goreng seafood kesukaan Maminya, tahu besar untuk Papinya, dan juga soup sumsum sapi untuk kakeknya. Elena benar benar bersemangat seolah telah meninggalkan bebannya di suatu tempat, tidak tahu energi apa yang membuatnya begitu menggebu ingin bersama keluarganya malam ini. Sesampainya di rumah, Elena segera masuk dan tepat dimana seluruh keluarganya sedang berada di ruang makan. Melihat Elena masuk dan menyapa membuat orangtua Elena hampir saja menangis, sorot mata Mami Elena yang begitu penuh kerinduan.


“Hallo Papi, Mami, Kakek” sapa Elena dengan senyum terbaiknya


“El...”


“Iya ini aku... Kenapa melihat ku begitu? Aku pulang dan ingin makan bersama apakah boleh?”


“Apa maksudmu bicara begitu? Kami selalu menunggumu” jawab Papi Elena


“Terima kasih, Ah iya aku beli nasi goreng seafood, tahu besar dan soup sumsum sapi untuk makan malam.. tapi karena bibi dan mami sudah masak jadi kita coba saja semuanya”


“Itu tidak masalah sayang, Papi mu bisa menghabiskan semuanya nanti, sekarang biar Mami siapkan dulu makanan yang kamu bawa ya”


“Aku bantu ya Mi” seru Elena seraya mengikuti langkah Maminya ke dapur.


Selama menikmati makan malam, rasa hangat dan penuh kebahagian seakan tergambar jelas di mata semuanya. Moment itu terkesan sederhana tetapi terasa sangat indah dan menjadi harapan bagi masing-masing mereka. Tidak ada kata yang mampu menggambarkan bagaimana perasaan mereka kali ini karena moment ini hanya cukup dinikmati bersama.


---- Ruang keluarga ------------


Setelah menyelesaikan makan malam, Papi, Mami dan Elena memilih duduk di ruang keluarga sedangkan Kakek Elena segera masuk ke kamar karena kondisi kesehatannya. Elena memberanikan diri untuk membuka percakapan.


“Papi, Mami?”


“Katakan ada apa nak?” jawab Papi Elena yang mengetahui kegelisahan putrinya.


“Aku besok akan ke Bogor, tidak lama kok hanya seminar”


“Kamu pulang karena ini?”


“Tidak sepenuhnya itu, aku hanya ingin.. Bukankah aku tidak perlu alasan untuk pulang?”


“Kamu sudah dewasa Elena, Mami menyayangimu”


“Thank you Mami, I love you more”


“Jam berapa kamu berangkat nak?”


“Aku akan berangkat pagi Pi, biasanya akhir pekan akan macet jadi lebih baik aku berangkat lebih awal”

__ADS_1


“Bawa supir kan?”


“Tidak Pi, aku akan menyetir sendiri.. Papi Mami jangan khawatir ya, toh ini juga bukan kali pertama aku pergi kan”


“Baiklah sayang, kalau kau mau pun Papi bisa mengantarkan kamu. Berapa hari disana nak?”


“Sebenarnya acaranya hanya dalam hitungan jam, tapi aku punya rencana lain sendiri bisa jadi aku akan menginap... Setidaknya aku ingin bisa menghirup udara segar, melihat banyak pemandangan bagus dan lepas dari kepenatan di Jakarta”


“Oke kalau memang kamu ingin begitu, bagi Papi dan Mami yang penting kamu bahagia. Karna besok berangkat pagi sekarang tidurlah, kamu pasti capek hari ini”


“Baiklah, Selamat malam Papi Mami, I love you”


-----


Keesokkan harinya Elena sudah rapi keluar dari kamar tamu, ya benar Elena memilih tidur di kamar tamu dibandingkan dengan kamarnya sendiri. Tidak tahu kenapa, tapi Elena masih enggan untuk masuk apalagi tidur disana. Ia segera turun dan menemui keluarganya di ruang makan, bau khas masakan menguar dan Elena sangat familiar dengan apa yang disajikan untuk sarapan ini. Udang asam manis yang dihidangkan dengan nasi aromatik sudah tersaji lengkap di meja makan membuat Elena tersenyum senang, rasanya sudah sangat lama ia tidak merasa sesenang ini hanya karena sarapan pagi.


“Wah, Mami kenapa membuat masakan ini pagi ini?” keluh Elena seraya duduk di kursinya


“Kenapa sayang? Kau tidak suka?” balas Mami dengan penuh kekhawatiran


“Bukan Mami, ini semua favoritku tapi aku tidak mungkin makan banyak kali ini” Jawab Elena


“Astaga, Mami kira kenapa.. ini Mami juga buatkan jus strawberry plain untuk mu”


“Terimakasih Mami, aku merasa sangat spesial hari ini. Oh iya, kakek tidak turun Pi?”


“Kakek sarapan di kamar sayang, kakek masih harus banyak istirahat seperti yang kamu tahu. Jangan khawatir, nikmati sarapanmu”


Tanpa sadar air mata Mami Elena mengalir melihat putrinya makan, rasanya sangat bahagia melihat Elena begitu menikmati sarapannya. Sebenarnya, ada satu hal yang mengganjal di hatinya sejak Elena berbincang dengannya semalam. Ada rasa berat untuk membiarkan putrinya pergi hari ini, meskipun memang Elena sudah tinggal sendiri selama 4 tahun ini tetapi untuk membiarkannya pergi ke Bogor kali ini terasa berbeda, ada gurat khawatir yang tidak bisa ditepisnya begitu saja. Menyadari tatapan Maminya, Elena segera menyelesaikan makannya dan menegur Maminya.


“Mami kenapa?”


“Eh, tidak sayang. Tidak kenapa-kenapa, kamu sudah selesai makannya?”


“Iya mi, terimakasih semuanya nikmat. Jika hari ini aku tidak pergi mungkin aku bisa menghabiskan udangnya”


“Kalau begitu tidak usah pergi dan dirumah saja dengan Mami hari ini, Mami buatkan lebih banyak makanan kesukaan kamu”


“Enggak bisa mi, Elena harus pergi”


“Emmm, begitu ya. Tidak bisa dibatalkan saja ya?”


“Mami kenapa sih? Dari semalam bicara kemungkinan biar Elena nggak jadi ke Bogor” tegur Papi Elena


“Bukan begitu Pi, perasaan Mami nggak enak aja dan pengen Elena dirumah sama Mami quality time gitu” respon Mami


“Mami tenang aja, Elena cuman sebentar di Bogor. Seminar nya hanya setengah hari sisanya buat refreshing, tapi feeling aku bakalan nginep sih Mi biar nggak terlalu capek juga” jawab Elena dengan merangkul Maminya


“Kalau untuk quality time bareng Mami, Elena janji akan lebih sering pulang besok-besok. Oiya, Mami juga harus janji buatin aku ketan keju, udang bakar sambal matah, tumis baby corn dan semua makanan kesukaan aku nanti” Lanjut Elena

__ADS_1


“Pasti sayang, Mami akan buatin semuanya. Janji ya akan lebih sering pulang dan makan dirumah?”


“Janji Mami, nanti kita banyak quality time bareng lagi ya bareng Papi juga. Sekarang Mami jangan sedih lagi, Elena berangkat ya Mi” pamit Elena dengan berpelukan dengan Mami dan Papinya


“Elena berangkat ya Pi, jagain Mami sama kakek. Besok kita atur quality time kita setelah aku pulang”


“Iya, hati-hati ya sayang, kabarin Papi sama Mami kalau udah sampai”


“Siap, Aku naik sebentar ya Pi, Mi buat pamitan ke kakek”


Setelah berpamitan dengan keluarganya, Elena membawa laptop dan tasnya masuk ke dalam mobil. Sementara Maminya masih terus membuntuti dan membuat Elena tersenyum melihat tingkah Mami yang terlihat berlebihan tapi sangat ia rindukan.


“Mami, Elena sudah selesai. Sekarang Elena beneran berangkat nih, jangan lupa janji Mami setelah Elena pulang ya. I love you Mami Papi” ucap Elena kemudian mencium tangan Maminya dan juga Papinya


“Pasti sayang, Kamu hati-hati ya, semoga nanti lancar dan nggak macet”


Elena segera masuk dan melajukan mobilnya, di perjalanan keluar area rumahnya ia tersenyum mengingat sikap Maminya. Perhatiannya masih sama seperti saat Elena kecil ingin ke sekolah, rasanya sangat nyaman bisa kembali pulang tanpa memikirkan banyak hal. Meskipun belum sepenuhnya menerima, Elena berjanji akan mencoba lebih dekat lagi dengan keluarganya dan menjadi seperti dulu. Sedikit banyak yang telah Elena lewati beberapa tahun ini hanya seperti jeda waktu. Jika selama ini Elena teguh untuk menarik dirinya merasakan sakitnya sendiri mungkin kini waktunya ia untuk menerima, ikhlas dan mencoba berdamai dengan hatinya.


Tidak terasa perjalannya kali ini cukup lancar, tidak seperti perkiraannya yang akan macet panjang. Ternyata jalan masih cukup lenggang, Elena menyetir dengan santai dengan mendengarkan musik kesukaannya. Selagi fokus menyetir Elena tiba-tiba ada panggilan masuk yang membuat pemutar musiknya berhenti berganti ringtone Hp nya. Elena segera memasang dan mengklik handfree untuk menjawab telephonenya.


“Halo”


“El, lo kemana? Lo bilang nggak ada agenda akhir pekan ini, gue udah ada di apartement”


“Eh sorry jiyo, aku lupa bilang. Aku lagi perjalanan ke Bogor ada agenda seminar”


“Lo sama siapa ke Bogor?”


“Sendiri lah, ini aku nyetir sendiri”


“Lo kenapa nggak bilang gue aja sih El, gue kan bisa anterin”


“Sengaja lagi pengen nyetir sendiri aja, oiya sampein maaf aku juga ya ke Bobby sama Rendy. Aku bener-bener lupa buat ngabarin kalian kemaren”


“Yaudah okey gapapa, lo hati-hati nyetirnya gausah ngebut-ngebut. Nanti sampe ngabarin ya”


“Iya, yaudah aku tutup ya. Mau fokus nih nyetir, bye”


Percakapannya dengan Jiyo semakin membuat Elena bersyukur, bahwa sampai saat ini ia masih dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan mengkhawatirkan dirinya. Tekad Elena untuk kembali menjadi dirinya sendiri dan sembuh dari sakit hatinya semakin besar.


“Karena kalian, aku mampu melewati banyak hal di masa sulitku, aku janji akan mengembalikan diriku dan tidak akan menariknya terpuruk lagi. Maaf karena aku butuh waktu yang lama, kau pasti bisa Elena” guman Elena untuk dirinya sendiri.



Thank you sudah membaca sejauh ini :)


Maafkan author karna jarang update, kali ini author mau siapin sekalian beberapa part .... hihi


Jangan lupa support author dengan memberikan like ataupun komen ya :)

__ADS_1


Tetap sehat selalu jangan lupa tetap prokes :)


__ADS_2