Melewatkanmu

Melewatkanmu
Part 14


__ADS_3

Part 14


Kali ini, orangtua Elena berada di ruangan dokter untuk mendengarkan hasil pemeriksaan terhadap putrinya. Mami Elena terus mencoba tegar disamping suaminya yang terus menenangkan dan meyakinkan dirinya. Mereka sama-sama terus merapalkan doa agar Elena segera sadar dan berusaha mengupayakan yang terbaik untuk kesembuhan putrinya.


"Apa yang terjadi dengan putri saya dok?  Kenapa sampai sekarang masih belum sadar?" Tanya Mami Elena yang sudah tidak sabar


"Begini pak, bu berdasarkan hasil pemeriksaan kami putri bapak dan ibu mengalami traumatic brain injury akibat benturan keras di kepalanya. Kami tidak dapat memastikan kapan pasien bisa sadar, tetapi kami akan terus melakukan perawatan intensif terhadapnya. Perlu kami sampaikan bahwa kondisi ini juga akan mengakibatkan gejala atau gangguan post traumatic setelah pasien sadar nanti,  beberapa diantaranya hilang ingatan bahkan bisa gangguan otak lainnya"


"Dari hasil uji pemeriksaan darah pasien, kami juga menemukan adanya penggunaan obat golongan sedative-hypnotics. Apa sebelumnya pasien sering mengalami insomnia atau sedang dalam proses penyembuhan secara psikologis?"


"Apa maksud dokter? Tolong jelaskan lebih detail dok" cecar Papi Elena


"Obat golongan sedatice-hypnotics adalah obat yang bekerja pada otak seseoarang yang kemudian menghasilkan efek tenang, obat ini biasanya diresepkan oleh dokter kepada pasien dengan gangguan sulit tidur atau bisa juga diberikan oleh pasien dengan riwayat trauma tertentu"


"Jadi maksud dokter putri saya?"


"Kami tidak bisa beramsumsi banyak, tetapi obat tersebut juga bisa memicu penurunan tingkat kesadaran bahkan koma apabila dikonsumsi dalam waktu yang panjang dan dosis yang tinggi. Oleh sebab itu, kami harus menyampaikan kepada orangtua pasien untuk memastikan hal ini"


"Jujur saya tidak tahu mengenai hal ini dok, saya akan coba cari tahu terlebih dahulu dan segera menginfokan kepada dokter nanti"


"Baiklah kalau begitu, kami akan terus mengupayakan yang terbaik untuk putri bapak dan ibu"


"Terimakasih dok, kalau begitu kami permisi"


 


Setelah mendengar penjelasan dokter, Papi Elena segera menghubungi dokter ilham yang merupakan saudaranya sekaligus orang yang sering ditemui oleh Elena berdasarkan laporan orang-orang kepercayaannya.


Drrrtttt drrtttt


"Halo Ilham, kau dimana sekarang?  Ada yang harus aku bicarakan, ini tentang Elena"


"Aku sedang perjalanan menuju rumah sakit tempat Elena dirawat, ada apa dengan Elena?  Apa sudah ada perkembangan?"


"Elena masih belum sadarkan diri, setelah tiba disini kita harus bicara"


"Baiklah, sebentar lagi aku sampai"


Mami Elena yang masih mencerna segala penjelasan dokter sebelumnya pun limbung, ia menangis bahkan sampai air matanya tak bisa keluar lagi. Begitu sangat menyakitkan rasanya mendengar putrinya selama ini menyimpan begitu banyak luka sendirian. Ia tak menyangka bahwa keputusannya waktu dulu bisa mengancam kondisi Elena seburuk ini.


"Aku gagal menjaga putriku sendiri Pi, aku tidak pantas disebut ibu. Aku tidak tahu bahwa Elena menanggung begitu banyak rasa sakit selama ini. Kalau saja aku tidak mengambil keputusan itu dulu pasti Elena juga masih akan terus bersama dengan kita, disamping kita dan tidak begini" seru Mami Elena


"Jangan katakan itu, semuanya sudah terjadi. Elena akan baik-baik saja setelah ini, kita akan memperbaikinya kembali dan menjaga Elena lebih baik. Aku akan mempertaruhkan apapun untuknya" jawab Papi Elena dengan memeluk istrinya


 

__ADS_1


Sementara di depan ruang ICU, Dava, Tasya, Jiyo, Bobby dan Rendy hanya saling diam. Jiyo, Bobby dan Rendy terus memperhatikan Dava dan saling memberi kode untuk memecahkan keheningan. Tetapi ketiganya canggung dan enggan untuk memulainya, hingga akhirnya Dava sendiri yang membuka pembicaraannya.


"Bagaimana Elena bisa sampai seperti ini?" Seru Dava


"E... Elena mengalami kecelakaan saat menuju Bogor untuk seminar, dia menyetir sendiri" Jawab Jiyo


"Menurut informasi, Ada mobil dari sisi lain yang menabrak Elena. Saat pertama kali dibawa kesini Elena sudah tidak sadarkan diri hingga saat ini" terang Rendy


"Lalu bagaimana dengan mobil yang menabrak Elena?"


"Kita tidak tahu pasti, tapi katanya sopir mengalami hilang kendali karena menyetir dalam kondisi mabuk dan saat ini sudah ditangani petugas kepolisian" Jawab Bobby


"Kau benar Dava?" Sambung Bobby ragu-ragu


"Oh, iya aku Dava teman Elena" jawab Dava yang kemudian direspon anggukan oleh Bobby dan yang lainnya. Karena suasana menjadi canggung, Tasya pun berinisiatif untuk kembali mencairkan suasana.


"Oiya, saya Tasya yang menghubungi nomor Elena tadi. Siapa ya yang mengangkatnya tadi?"


"Gue yang angkat, Gue Jiyo sepupu Elena"


"Maaf ya kak, tadi kurang sopan karena kaget"


"Gapapa, santai aja. Nggak usah terlalu formal juga sama kita. Oiya kenalin juga ini Bobby dan yang itu Rendy. Kita sahabat Elena sejak kecil" Jawab Jiyo yang direspon hangat oleh semuanya.


"Apa kata dokter om? Elena nggak kenapa-kenapa kan?" Seru Jiyo yang kemudian mendekati omnya dengan penuh rasa khawatir


"Elena....... " Jawab Papi Elena sulit menjelaskan kondisi putrinya


"Ada apa dengan Elena om? Tolong beritahu kita om, tante" Desak Rendy


"Elena mengalami koma karena cedera otak akibat benturan keras, kemungkinan Elena bisa mengalami hilang ingatan setelah sadar. Dan juga.... "


"Dan juga apa om? Katakan dengan jelas om"


"Maaf Jiyo, om belum bisa mengatakannya padamu. Om masih harus memastikan beberapa hal lebih dulu"


"Tapi om... " Desak Jiyo kepada om nya yang kemudian ditahan oleh Bobby dan Rendy


 


Setelah beberapa waktu, dokter ilham bersama istrinya datang. Istrinya segera memeluk Mami Elena sesampainya di depan ICU. Sedangkan dokter ilham segera dibawa Papi Elena untuk bicara. Di saat itu pula Dava menerima panggilan masuk dan memohon ijin sebentar untuk mengangkat telephonenya.


"Ada apa?" Tanya dokter Ilham penasaran


"Kamu jangan pura-pura nggak tahu Ilham, kamu menyembunyikan banyak hal mengenai Elena kan?" Cecar Papi Elena

__ADS_1


"Apa maksudmu bicara begitu? Kau tahu aku baru datang untuk melihat kondisi Elena"


"Jawab pertanyaanku dengan jujur Ilham"


"Apa yang harus ku jawab? Aku baru sampai tapi kamu mengatakan hal yang nggak masuk akal" jawab dokter Ilham yang masih belum mengerti arah pembicaraan Papi Elena


Tepat di saat itu pula, Dava selesai menerima telephone dan memutuskan segera kembali menuju ICU tetapi ia mendengar suara Papi Elena yang terdengar begitu keras dan mencoba melihatnya. Saat ingin mendekatinya, ia mendengar nama Elena disebut dan memutuskan untuk diam di posisinya dengan bersembunyi di balik dinding dan terus mendengarkan percakapan keduanya.


"Apa yang terjadi pada Elena selama ini? Kau memberikan obat untuknya?"


"Kau jangan mengelak lagi Ilham, aku tahu Elena sering menemuimu. Tapi aku tidak pernah berpikir sampai kesana"


"Siapa yang mengatakan hal ini?"


"Jangan bertanya saat aku bertanya Ilham, cepat jelaskan padaku kenapa? Kenapa aku harus tahu dengan cara seperti ini? Dokter bilang kondisi Elena juga bisa disebabkan karena obat yang dia konsumsi. Jadi katakan padaku? Kau mau melihatku gagal menjaga putriku sendiri? Ini demi kesembuhan Elena, tolong katakan padaku yang kau tahu" Seru Papi Elena yang memohon bahkan sampai ingin bersimpuh di depan dokter Ilham


"Jangan seperti ini kumohon, baiklah akan aku jelaskan" respon dokter Ilham yang menahan Papi Elena


"4 tahun yang lalu, setelah Elena memutuskan untuk tinggal sendiri dan disaat itu pula dia yang masih menjalani pendidikan profesinya mulai menemui aku sebagai seorang dokter bukan sebagai paman ataupun keluarganya" Lanjut dokter Ilham memulai ceritanya


"Dia mengatakan padaku, bahwa dia kesulitan tidur karena aktivitasnya dan memintaku meresepkan obat untuk membantunya mengatasi masalah itu. Saat itu aku menyarankan Elena untuk mengikuti beberapa test terkait gangguan tidur yang ia alami. Dari beberapa test, ada beberapa kondisi yang menurutku perlu ditangani. Aku tidak langsung meresepkan obat padanya, tapi aku memintanya untuk mencoba refreshing dan memperbaiki pola hidupnya. Elena mengatakan kalau semuanya sudah ia lakukan tetapi hal itu tidak membantunya. Aku memaksanya untuk terbuka dan berbicara denganku terkait faktor lain yang menyebabkan gangguan tidurnya, tapi dia pintar dalam mengontrol dirinya sehingga yang diceritakan padaku seperti sudah ia filter. Karena kasian aku akhirnya memberikan resep untuk mengatasi insomnianya"


"Apa sampai sekarang ia masih mengonsumsinya?" Tanya Papi Elena yang masih syok dengan fakta baru yang ia temukan mengenai putrinya.


"Sejak 1 tahun yang lalu, aku sudah menurunkan dosisnya. Meskipun Elena masih mengonsumsinya tetapi dalam intensitas yang tidak sering seperti waktu awal. Tapi baru-baru ini Elena menemuiku lagi dan memintaku meresepkan obat dengan dosis yang lebih tinggi. Saat aku tanya kenapa, dia bilang masalah pekerjaan dan kelelahan. Aku juga kembali melakukan test seperti awal dia menemuiku dan hasilnya sama Elena mengalami trauma yang mengakibatkan dirinya berubah menjadi lebih tertutup. Sepertinya kejadian waktu itu benar-benar menghancurkan dirinya"


"Kenapa kau baru bilang sekarang Ilham? Aku semakin merasa bersalah terhadapnya, aku membiarkan putriku menanggung segalanya sendirian. Betapa bodohnya aku" Respon Papi Elena setelah mendengar penjelasan dokter Ilham. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan betapa hancur hatinya. Meskipun selama ini mencoba tenang dan kuat demi istrinya, tetapi di depan Ilham ia bahkan menangis mendengar setiap perkataanya mengenai Elena.


Sementara itu, Dava yang mendengar percakapan itu hanya bisa terdiam mencerna segala sesuatu mengenai Elena. Pikirannya menerka-nerka apa yang Elena alami selama ini. Ada perasaan bersalah yang melingkupi dirinya saat ini.


"Apakah karena aku kau jadi seperti ini Elena?"


"Apakah ini ada hubungannya dengan alasan kau memutuskan aku waktu itu?"


"Apakah kau juga merasakan rasa sakit yang sama seperti yang aku rasakan El?"


"Apa yang sebenernya terjadi El?"


Segala penuh hal tanda tanya terisi di kepala Dava, hatinya gusar memikirkan banyak hal tantang Elena.


Hai hai, terimakasih untuk yang masih setia membaca kelanjutan kisah Elena :)


Mohon support author dengan memberikan like ataupun komen ya :)


Tetap Sehat dan jangan lupa tetap prokes :)

__ADS_1


__ADS_2