Melewatkanmu

Melewatkanmu
Part 5


__ADS_3

Hari ini, papa dava meminta Dava untuk menemuinya di ruang kerja. Dava yang mengerti maksud papanya pun masuk ke ruang kerja dengan wajah kesalnya.


Tok tok tok....


"Masuk" titah papa dava yang menyadari kedatangan putranya.


Setelah mendengar jawaban papanya, Dava langsung masuk dan duduk di sofa ruang kerja papanya tanpa menyapa ataupun berbicara. Hal itu pun hanya ditanggapi papanya dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya yang seenaknya.


"Dava, ini dokumen kepindahanmu. Papa tidak mau lagi mendengar pendapatmu lagi, karena keputusan papa sudah bulat. Kamu yang akan menghandle perusahaan di jakarta, papa sudah tidak bisa percaya orang lain. Untuk perusahaan disini papa masih bisa menghandle nya, lagi pula apa yang perlu kamu cemaskan?  Kamu juga lahir di sana dan lagi kamu pernah tinggal lama di sana. Jangan mencari alasan, segera tangani proyek yang mangkrak itu" tegas papa Dava


"Yasudah terserah papa, percuma Dava berdebat dengan papa" jawab Dava kesal dan beranjak meninggalkan ruang kerja papanya


"Papa sudah menjadwalkan keberangkatanmu nanti malam" lanjut papa dava dan hanya diacuhkan oleh Dava


*******


Di rumah keluarga Elena, mami, papi dan kakek elena membicarakan Elena. Mami elena merasa bahwa putrinya masih belum bisa menata hatinya, ia menyadari sikap elena yang masih dingin dan hanya berbicara seperlunya dengan keluarga. Tidak seperti dulu dimana elena selalu bercerita apapun dengan maminya, sekarang elena bahkan tidak pernah meminta pendapat atau bercerita lagi dengan maminya tentang dirinya. Elena selalu mengatakan baik-baik saja padahal yang ia tunjukkan sebaliknya.


Selama ini, Elena hanya mencoba terlihat baik-baik saja dengan menampilkan senyum kepalsuannya. Mami dan papi elena juga tahu bagaimana Elena mencoba menyibukkan dirinya sendiri, hal itu diketahui mereka dengan menyuruh pengawal untuk mengawasi elena. Mereka melakukan hal itu karena khawatir dengan kondisi elena yang cenderung menjadi pendiam dan tidak aktif berkomunikasi seperti dulu. Orang tua elena juga mengetahui bahwa putrinya beberapa kali menemui pamannya yaitu ayah dari Jiyo yang merupakan adik dari papi elena dan juga dokter senior di rumah sakit tempat elena bekerja. Hanya saja mereka tidak mengetahui maksud dan tujuan elena menemui dokter ilham tersebut.


"Ayah, apa ayah bahagia melihat putriku terus seperti ini. Dulu aku pikir karena masih muda elana pasti akan cepat melupakannya, ia akan segera pulih setelah beberapa waktu. Tapi apa ayah tidak sadar bahwa ini sudah sangat lama. Selama 4 tahun ini, aku seperti sudah kehilangan putriku" ucap mami Elena dan papi elena hanya mengelus pundak istrinya yang merasa sedih mengingat kondisi putrinya


"Diana, bukankah kamu juga mengetahui alasanku. Nanti juga elena akan menemukan seseorang yang lebih baik dari Dava dan membuat dia kembali ceria" jawab kakek


"Aku sudah tidak tahan melihat putriku terus terluka dan bersedih. Aku akan menceritakan alasannya dengan Elena" tegas mami Elena yang sudah tidak tahan dengan kondisi putrinya

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kau mau dibenci oleh putrimu sendiri?" Ancam kakek elena


"Aku tidak peduli apa yang akan elena pikirkan tentang aku nanti, aku hanya ingin putriku bahagia. Kejadian itu sudah lama, aku juga sudah bisa memaafkan apa yang menimpa kita dulu. Bagaimanapun Dava dan Elena tidak bersalah sama sekali, mereka hanyalah korban dari keegoisan kita" Terang mami elena


"Berani kamu, kamu sudah tidak menghormati aku lagi sebagai ayahmu?  " bentak kakek pada mami elena


"Ayah mertua, aku paham dengan apa yang pernah terjadi dulu. Aku juga turut merasakan kesusahan kita dulu, tapi apa yang dikatakan diana benar. Kami tidak bisa menghancurkan kebahagiaan putri kami" ucap papi Elena mencoba menengahi pembicaraan ayah mertua dan istrinya


"Kalian.... Ahh" jawab kakek Elena dengan nada tinggi yang kemudian memegang dada sebelah kirinya. Hal itu membuat mami dan papi elena cemas dan membawa kakek ke kamarnya. Papi elena kemudian menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa kondisi ayah mertuanya.


Setelah beberapa waktu, dokter keluarga pun akhirnya datang dan segera memeriksa kondisi kakek. Mami dan papi elena yang melihat kondisi kakek merasa sangat cemas, mereka tidak meyangka bahwa pembicaraanya tadi kembali membuat kondisi kakek menjadi drop.


"Papi, bagaimana ini?  Aku benar-benar tidak bermaksud untuk membuat ayah sakit" ucap mami elena pada suaminya


Dokter akhirnya selesai memeriksa kondisi kakek dan segera berbicara dengan papi dan mami elena.


"Begini pak, bu kondisi kakek saat ini sudah membaik. Ia hanya syok ringan tetapi jika keadaan seperti itu terus terjadi maka akan mengakibatkan masalah yang serius bagi kesehatannya. Saya menyarankan untuk bapak dan ibu kedepannya jangan memancing atau membuat kakek menjadi emosi dan tidak tidak bisa mengontrol dirinya" terang dokter


"Baik dokter, Terimakasih" jawab mami elena lega mendengar penjelasan dokter


"Baiklah kalau begitu, mari saya antar dokter turun" jawab papi elena


*******


Di rumah keluarga dava, kevin tengah sibuk mempersiapkan keperluan dava untuk segera pindah. Malam ini sesuai perintah papanya, Dava harus meninggalkan Singapura untuk kembali ke Jakarta. Ia mungkin akan menetap dan mengurus perusahaannya di Jakarta karena perintah papanya yang tidak bisa dibantah. Ia hanya bisa menuruti perintah papanya, karena Dava hanya memiliki papanya sebagai orang tuanya.

__ADS_1


Di ruang kerjanya, Dava terdiam dan memikirkan Elena. Ia berpikir bagaimana bila ia bertemu dengan Elena lagi, apa yang harus dia lakukan.


"Apakah kita akan bertemu lagi el?  Apa sekarang kamu sudah melupakanku dan bahagia?" Guman Dava dalam hatinya


"Ahhhhh" teriak Dava membanting seluruh barang yang ada di mejanya


"Bodoh, kenapa aku masih memikirkan wanita itu" Teriak Dava frustasi


Di luar ruang kerjanya, kevin yang mendengar suara teriakan dan beberapa barang yang jatuh pun segera berlari dan mengetuk pintu ruang kerja Dava.


Tok tok tok....


"Masuk" titah Dava


"Permisi tuan, maaf saya........ "Ucapan Kevin terhenti ketika melihat ruang kerja Dava berantakan dan juga kondisi Dava seperti orang frustasi


"Ada apa?" Tanya Dava dengan nada dinginnya


"Tidak tuan, saya hanya mau mengingatkan bahwa kita harus segera ke bandara. Untuk semua perlengkapan tuan sudah saya persiapkan" Ucap Kevin menunduk


"Hmm, aku akan turun segera. Tunggulah dibawah" jawab Dava


"Baiklah tuan, saya akan menunggu dibawah. Kalau begitu saya permisi" ucap Kevin


Dava yang masih di ruang kerjanya kemudian merapikan penampilannya dan mengambil ponselnya di atas meja. Tetapi ketika Dava akan keluar dan membuka pintu,  Dava kemudian menoleh ke arah meja kerjanya. Ia kemudian berjalan ke arah meja kerjanya dan membuka laci. Disana ada beberapa dokumen dan ponsel lama milik Dava. Ia kemudian mengambil ponsel lamanya dan segera pergi menuju bandara bersama kevin dan supirnya.

__ADS_1


__ADS_2