
Hujan mengusikku, mengetuk satu ruang di hatiku
Aku tau,
Hari telah berlalu tapi aku masih sibuk dengan masa lalu
Aku masih sering teringat tentang angin
Dia yg merangkul ku untuk sejenak menepi dari kerapuhan
Dia yg dengan tenang membawaku ke setiap arah tanpa tujuan
Heyy Angin,
Meskipun semua tak lagi sama
Kamu harus tau, bahwa aku tidak pernah sedikitpun membencimu
Dan aku tidak menyesal pernah sangat menginginkanmu.....
-Cherry*-
******
Pagi hari, Elena sudah siap untuk menjalani aktivitasnya lagi. Ia berangkat ke rumah sakit dengan mobilnya. Ia sampai dirumah sakit dan langsung bergegas ke ruangannya untuk mengambil jas putih kebanggaannya.
Sesampainya di ruangannya, ia langsung mengambil dan memakai jasnya di depan cermin dan merapikan penampilannya. Ia memoles bb cushion lagi di sekitar matanya karena tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang sembab karena banyak menangis semalam. Apapun yang terjadi, Elena tidak ingin mempengaruhi lingkungan kerjanya. Di saat menjadi dokter dan berada di lingkungan kerjanya Elena harus menjadi orang yang kuat dan tidak boleh memperlihatkan kesedihan ataupun kekacauan hatinya. Terlebih menjadi seorang dokter yang bertugas di IGD menuntut dia untuk siap sedia dalam segala keadaan, ia tidak boleh terlihat lemah. Bahkan ia juga harus mengontrol perasaannya ketika harus menangani pasien dengan kondisi yang tidak pernah ia duga.
__ADS_1
“Ingat Elena kau dokter disini, kau tidak boleh terlihat lemah dan bodoh. SEMANGATT!!!!!!! Dava kuharap kau baik-baik saja dimanapun kamu berada” guman Elena di dalam hati seraya menghirup nafas dalam-dalam.
Saat sedang memperhatikan penampilannya di cermin, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Elena. Elena pun langsung menoleh dan memintanya untuk masuk.
"Dokter Elena, Semangat!!! Aku dengar pasien yang kau tangani kemarin sudah pulang semalam, dia menitipkan ini untukmu katanya ini milikmu" ucap suster amel antusias seraya menyerahkan jepitan rambut untuk Elena
"Ahh, baiklah. Terimakasih suster amel, kau terlihat berbeda hari ini" ucap Elena dengan tersenyum ramah dan menerima jepitan rambut miliknya.
"Benarkah, apa sangat terlihat?" Ucap suster amel dengan tangannya menangkup pipinya sedangkan Elena hanya mengangguk
"Ahh, aku hanya mengganti shade warna fondi ku dan mencoba liptint baru. Apa terlihat aneh dokter" ucap suster Amel
"Tidak, itu cocok untukmu. Ahh aku pergi ya, aku akan langsung ke bangsal IGD" ucap Elena sambil berjalan keluar ruangannya.
******
Singapura
“Pergi, jangan halangi aku. Aku mau bertemu dengan kekasihku” ucap Angel yang kesal karena sekretaris dan asisten Dava menghalanginya untuk masuk ke ruang Dava.
“Maaf nona, tuan sedang sibuk. Anda bisa meninggalkan pesan anda untuk tuan dan kami akan menyampaikannya nanti” ucap sekretaris Dava mencoba memberi pengertian kepada Angel
“Diam kamu, siapa namamu? Akan ku minta Dava untuk memecatmu” ucap Angel tak terima dengan jarinya menunjuk wajah Kyara sekretaris Dava.
“Sudah nona, sebaiknya anda pergi atau anda akan menerima kemarahan tuan Dava” Ucap Kevin asisten Dava kesal dengan tingkah Angel yang mengaku kekasih Dava padahal kevin tahu bahwa Angel hanya digunakan Dava saat ia membutuhkan pasangan di acara-acara penting.
“Kalian benar-benar sudah siap kehilangan pekerjaan ya” Ucap Angel sombong dan tetap berusaha masuk keruangan Dava meskipun dihalangi oleh Kevin dan Kyara, karena Angel terus mendorong Kevin yang ada di depan pintu tanpa sadar tubuh Kevin membuat pintu ruangan Dava terbuka dan menampilkan Dava yang sedang serius dengan laptop dan tumpukan dokumen di mejanya.
__ADS_1
Melihat ada keributan di depan pintunya, Dava menatap tajam kearah Kevin. Kevin yang menyadari hal itu pun langsung membungkukan tubuhnya.
“Maaf Tuan, nona Angel bersikeras ingin menemui anda. Kami sudah mengatakan bahwa anda sibuk dan tidak bisa ditemui tetapi nona memaksa” ucap Kevin sambil membungkukan tubuhnya sebagai tanda meminta maaf. Dava hanya melihatnya dan meminta Kevin dan Kyara pergi dengan mengibaskan tangannya.
Saat ini hanya ada Angel diruang kerja Dava, Dava meminta angel untuk duduk di sofa.
“Duduklah” ucap Dava dingin dan kemudian beranjak menuju sofa di ruang kerjanya sedangkan Angel hanya mengangguk
“Kenapa kamu kesini? Bukankah aku tidak memanggilmu” ucap Dava dengan tatapan tajam mengintimidasi yang membuat Angel merinding.
“Ahh, iya maaf karena aku membuat keributan. Aku tahu kalau aku hanya boleh datang saat kau memintaku. Tapi, kurasa kamu sudah banyak memanfaatkanku” ucap Angel sambil memainkan jarinya sedangkan Dava hanya mengerutkan dahi.
“Jadi begini, dengarkan baik-baik tuan Dava Mahendra. Aku kesini karena aku ingin kau membuatku menjadi brand ambassador produk kosmetik dari perusahaan Belle Cosmetics” ucap Angel penuh penekanan.
“Kenapa aku harus melakukannya? Apa kau lupa bahwa kamu hanya pendamping bayaranku” ucap Dava dingin tanpa melihat wajah Angel.
“Tidak, aku tidak lupa dengan kesepakatan kita. Aku tahu aku hanya pendamping bayaranmu tapi saat ini aku ingin hidup normal tanpa harus terlibat oleh kau tuan Dava Mahendra” ucap Angel sambil menyilangkan tangannya kedepan.
“Apa maksudmu, jelas aku yang dirugikan karena terlibat dengamu” ucap Dava tak terima
“Tuan aku tahu kau tampan tapi aku tidak menyukai sikap dinginmu, aku tidak tahan dengan semuanya meskipun bayaran yang kau berikan cukup banyak. Jadi lebih baik kita akhiri saja drama kita ini. Setidaknya kau tidak akan diberitakan buruk tentang ketertarikanmu pada lawan jenis karena mereka tahu bahwa kita adalah sepasang kekasih, dan untuk kedepannya mereka tidak akan meragukanmu lagi karena mereka akan berpikir mungkin kau masih menaruh perasaan padaku dan akan memaklumi dirimu jika kau masih tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun” ucap Angel sambil mengedipkan matanya dan Dava terlihat memikirkan perkataan Angel.
“Okey, apa rencanamu? Aku juga sudah muak dengan drama ini” ucap Dava mulai tertarik dengan pembicaraan Angel.
“Aku memiliki hubungan dengan seorang produser, kau bisa memanfaatkan hal itu sebagai alasan kenapa kita berpisah” ucap Angel santai
“Tapi kau juga harus membuatku menjadi brand ambassador sebagai imbalannya, bagaimana? Setuju? Jika ya, aku tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi tuan Dava Mahendra” lanjut Angel dengan menatap Dava
__ADS_1
“Okey, sekarang pergilah. Kau tunggu saja kabarnya” jawab Dava sambil meninggalkan Angel yang masih tersenyum puas.
“Thanks tuan Dava” jawab Angel seraya pergi dari ruangan Dava.