Melewatkanmu

Melewatkanmu
Part 12


__ADS_3

Aku lupa bahwa aku hanya perlu ikhlas


Bukan waktu yang panjang untuk bisa lupa


------------


Kini perjalanan sudah hampir sampai, Elena memilih menepikan mobilnya sebentar untuk melihat notif di ponselnya. Ia memeriksa beberapa email masuk dari beberapa rekannya dan menjawab beberapa pesan di aplikasi chatnya. Sekitar 15 menit Elena berhenti dan kemudian melanjutkan lagi perjalannya, senyum sumringah Elena merencakan kegiatannya seusai seminar nanti. Seakan di kepalanya penuh dengan list to do untuk ia selesaikan hari ini.


Namun sepertinya rencana Elena kali ini tidak bisa ia realisasikan. Sekali lagi, kalimat bahwa manusia hanya bisa berencana adalah fakta. Di perempatan jalan tepat Elena melajukan mobilnya ada mobil dari sisi lain melaju seperti kehilangan kendali, begitu cepat dan menabrak mobil Elena pas di pertengahan jalan. Mobil Elena berputar-putar dan berhenti setelah menabrak trotoar. Orang-orang sekitar pun kemudian berlari kearah Elena. Elena yang sempat sadar, hanya bisa pasrah ia tidak memiliki tenaga untuk melakukan apapun, pandangannya mulai kabur dan terdengar orang-orang bergeming, berteriak memanggil dirinya untuk memastikan dirinya selamat. Tetapi, Elena tidak punya kekuatan untuk merespon apapun, semuanya terasa berat hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.


Orang-orang berusaha untuk menyelamatkan Elena, ada yang memanggil ambulance serta polisi. Mereka juga berusaha mengeluarkan Elena dari mobil, sampai petugas datang memecahkan kaca di pintu sebelah kursi penumpang untuk memudahkan proses penyelamatan. Setelah berhasil, Elena segera dibawa ambulance menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Sementara di tempat kejadian, polisi segera mengamankan beberapa barang milik Elena. Polisi juga langsung menghubungi pihak keluarga untuk menginformasikan kecelakaan yang terjadi dengan memeriksa kontak di ponsel Elena.


Drrrtttt......Drrrrttttt


“Halo”


“Halo, Selamat pagi benar saya bicara dengan orangtua saudari Elena Putri Raharja”


“Iya benar, saya Papinya. Ini dengan siapa ya?”


“Baik bapak, mohon ijin menyampaikan saya dari pihak kepolisian ingin mengabarkan bahwa saat ini putri bapak mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Sentul untuk mendapatkan penanganan”


“Apa?? Lalu bagaimana keadaan putri saya pak?”


“Kami belum bisa memastikan apapun saat ini karena masih dalam perjalanan menuju rumah sakit”


“Baik pak, Saya akan segera kesana. Terimakasih”


Telephone itu rasanya seperti petir di teriknya hari untuk Papi Elena, dengan segera ia meminta sopirnya menyiapkan mobil untuk mengatarnya ke Rumah Sakit Sentul. Dengan ragu Papi Elena mengajak Mami Elena pergi tanpa mengatakan tujuannya, baru di perjalanan ia mengatakan apa yang terjadi sesuai informasi yang ia terimanya di telephone kepada istirnya. Sontak fakta itu membuat Mami Elena histeris, firasat gusar dan tidak enaknya akhirnya terjawab setelah mendapatkan kabar mengenai putrinya. Papi Elena terus mencoba menenangkan istrinya dan juga memilih menghubungi Jiyo.


Sesampainya di Rumah Sakit, Elena segera mendapatkan penanganan di UGD. Kondisi Elena benar-benar mengkhawatirkan, luka di sekujur tubuhnya sangat kontras dengan kulit putihnya. Elena masih tak sadarkan diri meskipun dokter telah melakukan penanganan terhadapnya, tanda vital Elena juga sangat lemah.

__ADS_1


Sementara diluar UGD, sudah ada orang tua Elena, Jiyo, Rendy, Bobby dan juga petugas polisi tengah menjelaskan terkait kronologis kecelakaan yang terjadi. Polisi juga memberikan barang-barang milik Elena kepada keluarga. Mami Elena yang tidak kuasa mendengar penjelasan polisi mengenai kecelakaan tersebut langsung terduduk lemas tak berdaya.


“Elena akan baik-baik saja kan Pi? Aku tidak akan kehilangan dia kan?” ujar Mami Elena dengan menangis tersedu-sedu.


“Putri kita sangat kuat Mi, Papi yakin dia bisa berjuang di dalam sana” jawab Papi Elena menenangkan istrinya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk melawan kegusaran hatinya.


Jiyo, Rendy dan Bobby juga terlihat sangat khawatir, mereka mencoba menepis berbagai kemungkinan buruk yang terlintas di pikiran masing-masing. Ada gurat khawatir, bersalah, kecewa karena tidak bisa menjaga Elena terpatri jelas di wajah mereka.


“Harusnya gue tetep maksa nganter dan nyusul Elena tadi” ujar Jiyo


“Gue juga harusnya ngubungi Elena semalem buat ngingetin dia acara kita” sesal Bobby


“Kita salah, belakangan kita sibuk masing-masing dan nggak sempet buat nanyain Elena. Tapi kita nggak bisa saling nyalahin sekarang, kita harus yakin Elena bisa melewati ini. Dia gadis yang kuat, kita sama-sama berdoa dan yakin Elena akan baik-baik saja” terang Rendy menengahi situasi mereka


“Lo juga Jiyo, buka ponsel Elena buat nginfoin keadaan dia ke pihak seminar. Kita harus kuat juga buat Elena sekarang, masih banyak hal yang harus kita urus” lanjut Rendy


“Lo bener Ren, thanks udah ngingetin”


-----


“Bagaimana keadaan putri saya dok?”


“Saat ini pasien masih belum sadarkan diri, keadaanya masih sangat lemah dan telah dibantu dengan alat pernafasan. Kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU untuk sementara waktu sampai kondisinya stabil” terang dokter dan kemudian memberi intruksi kepada perawat di belakangnya untuk segera memindakan Elena.


Mami Elena histeris melihat kondisi putrinya terbaring lemah di atas kasur yang di dorong oleh beberapa perawat. Ia sangat terpukul dengan situasi ini, berkali-kali mencoba tenang nyatanya ia tidak sanggup dan akhirnya pingsan. Papi Elena dengan sigap membantu istrinya dan meminta Jiyo, Bobby, Rendy untuk menghandle segala keperluan Elena sementara beliau akan merawat dan menenangkan istrinya terlebih dahulu.


“Kalian tolong bantu urus segala keperluan Elena ya, om harus menenangkan istri om. Kalau ada perkembangan apapun tolong segera kabari ya, om percayakan semuanya sama kalian”


“Pasti om, om fokus dulu aja sama tante. Kasian tante pasti sangat down, kita bakalan jagain Elena dan mengurus semuanya”


-----

__ADS_1


-- ICU ---


“El, gue yakin lo bisa nglewatin ini. Gue tau lo kuat, lo harus sembuh dan kembali sama kita lagi” ucap Bobby melihat kondisi Elena dari luar ruang ICU


“Gue rela gantiin posisi lo El, gue nggak bisa liat lo kayak gini” keluh Jiyo yang tidak bisa menyembunyikan perasaan kacaunya


“Cepet bangun El, kita nungguin lo disini”


Semalaman Bobby, Jiyo dan Rendy termenung menunggu Elena. Mata mereka terkadang terpejam tetapi pikiran mereka menerka dan terus merapalkan doa untuk Elena. Ada banyak harap-harap cemas yang muncul apalagi sampai hari telah berganti pun belum ada perkembangan dan respon dari Elena meskipun dokter masih terus mengupayakan kesadarannya. Hingga orangtua Elena kembali dan mencoba memaksa dokter untuk bisa menemui putrinya.


“Biarkan kami menemui putri kami dok” pinta Mami Elena


“Baiklah ibu, semoga dengan cara ini pasien bisa memberikan respon positif untuk perkembangannya. Tetapi mohon tidak terlalu lama dan bergantian setiap sesinya”


“Baik, terimakasih dokter” respon Mami Elena setelah diijinkan


Di dalam ICU, Mami Elena berdiri lemah disamping Elena, ia hancur melihat putrinya terpejam tak berdaya dengan beberapa selang terpasang di tubuhnya dan ada luka di kepalanya juga memar di beberapa bagian wajah dan tangannya. Separuh dirinya seperti habis digerogoti perlahan-lahan, Ibu mana yang tega melihat kondisi putrinya seperti ini. Bayangan tentang Elena dengannya terus berputar seperti layaknya pita kaset di kepalanya. Ia kemudian memberanikan diri menyentuh dan menggenggam tangan Elena.


“Putriku sayang, ini Mami. Elena bisa dengar Mami kan? Segera bangun sayang, Mami kangen. Mami nggak bisa melihat kamu begini nak, ayo bangun El. Kamu bilang mau ngajakin Mami quality time kan?” Sapa Mami Elena dengan tangis yang tak terbendung


“Mami tahu, Elenaku pasti kuat, Mami tunggu Elena disini ya. Kalau Elena capek, Elena boleh istirahat sebentar tapi jangan lama-lama ya sayang. Maafkan Mami, tapi Mami harus egois kali ini jadi jangan lama-lama tidurnya sayang”


 


 


Thanks ya sudah membaca :)


Yuk jangan lupa like dan komennya... hihi


Tetap sehat dan tetap prokes ya :)

__ADS_1


 


 


__ADS_2