
Beberapa hari kemudian.
"Tidak dijemput sama Daddy-mu?" Siska berdiri di samping Berlian yang sedang menunggu taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya.
Berlian menoleh kemudian melemparkan senyumnya dengan wajah yang tampak bingung. "Daddy? Maksud Kak Siska?"
"Sugar Daddy-mu lah, Daddy yang mana lagi?" ketus Siska sambil menyilangkan tangan ke dada.
Berlian menggeleng pelan. Sebenarnya hatinya sangat kesal, tetapi untuk saat ini ia sama sekali tidak ingin mencari masalah kepada wanita itu.
"Kakak salah paham. Lelaki yang kemarin mengantarkan aku ke sini bukanlah Daddy-ku. Sebenarnya dia ...." Berlian terdiam. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya bahwa lelaki yang mengantarkannya kemarin ada Galaxy, kakak laki-lakinya.
"Sebenarnya apa?" Siska tertawa sinis.
Tepat di saat itu, sebuah mobil berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di hadapan kedua gadis itu. Berlian dan Siska sontak melihat ke arah mobil tersebut. Jika Berlian menatapnya dengan wajah bingung, berbeda dengan Siska yang memasang wajah semringah setelah mobil itu datang menghampirinya.
"Coba lihatlah ini, Berlian! Walaupun mobil ini tidak sebagus dan semahal mobil milik Daddy-mu, setidaknya orang yang berada di depan kemudi bukanlah pria tua yang sudah beristri dan tidak akan malu-maluin jika diajak kondangan," ucap Siska dengan wajah terangkat.
Sesosok laki-laki berkaos hitam dengan celana jeans sobek-sobek keluar dari dalam mobil tersebut sambil tersenyum lebar. Ia menghampiri Siska kemudian Siska menyambut kedatangan lelaki itu dengan sebuah pelukan serta ciuman hangat.
Bahkan tanpa malu-malu Siska memamerkan kemesraannya bersama lelaki itu di hadapan Berlian yang masih terpaku.
"Maafkan aku, Sayang. Aku terlambat karena tadi aku sempat lupa meletakkan kunci mobilku," ucap lelaki itu sembari melerai pelukannya bersama Siska.
"Tidak apa-apa, Jordi Sayang." Siska tersenyum lebar. "Oh ya, Sayang. Kenalkan, ini karyawan baru, namanya Berlian."
__ADS_1
Siska memperkenalkan Berlian kepada kekasih hatinya itu sambil tersenyum-senyum, seolah mengejek Berlian.
Jordi segera menoleh ke arah Berlian kemudian memindai seluruh tubuh gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Gila! Cantik banget cewek ini, tapi ...," gumam Jordi dalam hati.
Ketika ia menatap wajah cantik Berlian, sekilas ia seperti melihat sosok Galaxy Putra Dirgantara. Namun, dalam versi cantik dan imut-imut.
"Ah, tidak itu mungkin!" gumam Jordi lagi. Masih memperhatikan Berlian dengan seksama tanpa bisa berkedip sedikit pun.
Siska tampak kesal melihat tatapan Jordi saat memperhatikan Berlian. Ia refleks memukul lengan Jordi dengan wajah menekuk sempurna.
"Ish! Kenapa kamu melihatnya seperti itu, Sayang!" kesal Siska.
"Oh, maafkan aku, Siska sayang. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya saja aku seperti kenal dengan gadis ini," sahut Jordi bohong.
"Entahlah, tapi ... ya, sudahlah! Mungkin aku salah orang," jawab Jordi.
Jordi mengulurkan tangannya ke hadapan Berlian untuk memperkenalkan dirinya kepada gadis itu.
"Perkenalkan, namaku Jordi Hermawan."
Siska refleks menarik tangan Jordi yang terulur di hadapan Berlian. "Dia Jordi Hermawan. Anak tunggal dari Tuan Amir Aziz Hermawan, Direktur di perusahaan besar Dirgantara Group. Kamu pasti pernah dengar nama perusahaan besar nan terkenal itu, bukan?"
Dengan begitu bangga, Siska memperkenalkan Jordi sebagai putra tunggal dari Tuan Amir dan membawa-bawa nama perusahaan besar Dirgantara Group kepada Berlian.
__ADS_1
Berlian hanya bisa terpelongo setelah mendengar penuturan dari Siska barusan. Bagaimana tidak, ternyata orang tua dari Jordi yang begitu dibangga-banggakan oleh Siska ternyata bekerja di perusahaan besar milik Daddy-nya.
"Kamu pasti terkejut 'kan setelah tahu siapa pacarku ini," ucap Siska sambil bersandar di pundak Jordi dengan tatapan yang masih tertuju pada Berlian.
"Ya, sudah. Sebaiknya kita cabut sekarang. Dari pada lama-lama di sini, cewek ini bisa semakin terpesona dengan ketampananmu, Sayang."
Siska menarik lengan Jordi dan mengajaknya masuk ke dalam mobil. Tanpa diketahui oleh Siska, Jordi sempat mengedip-ngedipkan matanya kepada Berlian.
Baru saja pasangan itu masuk ke dalam mobil mereka, taksi online yang tadi dipesan oleh Berlian tiba di tempat tersebut. Berlian segera masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang di jok bagian belakang.
"Kamu lihat cewek itu!" Siska menunjuk ke arah taksi, di mana Berlian berada. "Jadi bawahanku aja dia sudah songong! Lihat, dia malah pesan taksi online dari pada ojek."
Jordi terkekeh pelan. "Sudahlah, itu urusan dia."
"Kamu belum tahu siapa dia, Jordi. Dia itu sugar baby! Kerja di sini hanya untuk menutupi kedoknya!"
"Benarkah?" Jordi menatap Siska dengan alis yang saling bertaut.
"Ya, dia itu simpanan om-om!" ketus Siska sambil membuang muka. "Awas kamu kalau macam-macam sama gadis itu ya, Jordi!"
Jordi tergelak. "Sorry, dia bukan tipeku!"
Siska yang tadinya begitu bete, kini tersenyum semringah setelah mendengar jawaban dari Jordi barusan.
"Benarkah?"
__ADS_1
"Tentu saja! Jujur, aku jijik dengan gadis murahan seperti dia," jawab Jordi mantap.
...***...