Melody Untuk Galaxy

Melody Untuk Galaxy
Bab 35


__ADS_3

"Sebentar! Bukankah pria ini yang kemarin menghajar kita?!" pekik Tino.


"Ya, kamu benar!" jawab temannya.


Galaxy menoleh ke arah Tino dan temannya sambil tersenyum tipis. "Kalian memang pantas mendapatkan hukuman itu karena sudah berani menyentuh calon istriku!" jawab Galaxy dengan santainya.


"Kurang ajar! Akan kubalas kau!" Tino mencengkram lengan jas Galaxy dengan wajah yang merah padam.


"Jangan sentuh aku kalau kamu tidak ingin bonyok seperti kemarin," ucap Galaxy pelan, tetapi terdengar begitu tegas.


"Tino, lepaskan!" titah Juragan Kasim.


Tino terpaksa melepaskan cengkeramannya kemudian kembali ke posisinya semula.


"Jadi benar kamu adalah calon suami dari Melody?" tanya Juragan Kasim.


Galaxy tersenyum tipis sembari membalas tatapan juragan Kasim. "Ya, saya adalah calon suaminya dan saya tidak terima karena Anda sudah menculiknya. Saya bisa saja melaporkan perbuatan kalian kepada pihak yang berwajib."


Juragan Kasim tertawa pelan mendengar penuturan Galaxy. "Melaporkanku? Memangnya siapa kamu?!"


"Saya adalah Galaxy Putra Dirgantara. Pemilik perusahaan besar Dirgantara Group. Jika Anda tidak tahu, Anda bisa browsing nama perusahaan saya," sahut Galaxy dengan wajah yang sedikit terangkat.


Melody terdiam seribu bahasa. Ia pasrahkan nasibnya kepada Galaxy. Sementara kedua wanita yang tadi menemani juragan Kasim terus menatap Galaxy sambil sesekali menggodanya. Namun, bukan Galaxy namanya jika ia mudah tergoda dengan wanita-wanita seperti itu.


"Sebenarnya aku tidak peduli siapa atau apa pun hubunganmu dengan gadis ini. Aku tetap akan menikahinya sebagai ganti rugi hutang-hutang yang tidak bisa ia bayarkan kepadaku sampai sekarang," tegas Juragan Kasim.

__ADS_1


Galaxy tersenyum. Ia menatap Melody sembari membelai wajahnya dengan lembut. "Kamu punya hutang kepada lelaki ini. Kenapa kamu tidak menceritakannya kepadaku, Sayang."


"Ehm, itu ...." Melody kembali terdiam. Jantungnya berdebar dengan kencang saat Galaxy menatapnya dengan tatapan yang begitu mempesona.


"Baiklah. Memangnya berapa hutang Melody kepada Anda? Biar saya bayar sekarang juga," ucap Galaxy kemudian.


Juragan Kasim tergelak mendengar penuturan Galaxy. "Serius, kamu ingin membayarnya, hei anak muda?!"


"Ya, saya serius."


Lagi-lagi juragan Kasim tergelak. "Aku rasa butuh waktu bertahun-tahun untukmu mengumpulkan uang sebanyak itu, Nak. Sebaiknya kamu pulang saja dan carilah calon istri yang baru."


"Sebutkan saja nominalnya, Juragan Kasim," tegas Galaxy.


"Satu Milyar!"


"Ya. 75 juta hutang awalmu, Melody. Tapi ... apa kamu lupa dengan perjanjian awal kita soal hutang-piutang ini? Kamu bahkan sudah setuju dan menandatanganinya di atas materai."


Juragan Kasim meraih catatan hutang piutangnya kemudian melemparkan benda itu ke hadapan Melody.


"Lihatlah!"


Melody bergegas mengambil catatan tersebut kemudian membukanya. Mata gadis itu tiba-tiba terbelalak setelah melihat isi dari catatan milik juragan Kasim.


"Anda benar-benar sudah gila, Juragan Kasim! Aku tidak bisa terima ini! Ini pemerasan namanya!" kesal Melody.

__ADS_1


"Laporkan saja jika kamu tidak terima, Melodyku sayang. Namun, kamu tidak akan pernah bisa menuntutku karena ada tanda tanganmu di sana. Itu artinya kamu memang sudah menyetujuinya sejak awal," tutur Juragan Kasim dengan santainya.


"Kau—" Melody benar-benar geram dan wajahnya memerah saat itu.


"Sudahlah, Sayang. Kamu tenang saja," ucap Galaxy sembari menepuk pelan pundak Melody. Ia melepaskan jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Apa anda tahu, Juragan Kasim? Jam tangan ini harganya melebihi jumlah hutang Melody kepada Anda. Kalau Anda tidak percaya, Anda bisa mengeceknya sendiri," ucap Galaxy.


Galaxy meletakkan jam tangan mahalnya ke atas meja serta mencari link resmi perusahaan yang memproduksi jam tangan mewah itu melalui ponsel miliknya. Setelah menemukannya, ia pun memperlihatkannya kepada juragan Kasim.


Juragan Kasim meraih dan memperhatikan jam tangan mewah itu dengan seksama sembari membandingkannya dengan yang ada di ponsel milik Galaxy.


"Apa ini asli?" tanyanya dengan mata menyipit menatap Galaxy.


Galaxy tertawa pelan. "Maaf, saya tidak pernah menggunakan barang kw."


"Tapi aku masih belum yakin ini asli," ucap Juragan Kasim lagi.


"Jam tangan itu hanya sebagai jaminan, Juragan Kasim. Karena harga jam tangan itu jauh lebih besar dari hutang-hutang Melody kepada Anda. Besok, suruh anak buah Anda untuk datang ke alamat ini. Saya akan berikan uang itu kepada Anda dan jangan lupa, kembalikan jam tangan ini," sahut Galaxy sembari menyerahkan kartu namanya.


"Baiklah. Kali ini aku percaya padamu, tapi jika ternyata kamu berbohong, maka aku tidak akan segan-segan membawa Melody kembali! Camkan itu," ancam Juragan Kasim.


"Pantang bagi saya berkata bohong. Anda bisa pegang omongan saya, Tuan Kasim," jawab Galaxy dengan tegas.


"Tapi, Tuan? Bukankah selama ini Anda begitu menginginkan Melody untuk menjadi istri muda Anda, tapi kenapa sekarang Anda malah berubah pikiran?" tanya Tino yang tampak tidak terima dengan keputusan lelaki itu.

__ADS_1


"Satu milyar, Tino. Satu milyarrr ...." jawab Juragan Kasim singkat sambil menyeringai.


...***...


__ADS_2